Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, meminta keamanan pangan harus menjadi perhatian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebelum memberikan pelayanan kepada penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini terkait dengan masifnya kasus keracunan MBG yang masih terjadi sejak awal program.
Menurut data dari Badan Gizi Nasional (BGN), kasus keracunan MBG terjadi sejak 14 Januari hingga 30 September. Wilayah II atau Jawa merupakan yang terbanyak mengalami keracunan. Data dari BGN ada 4.147 penerima manfaat yang mengalami keracunan ini. Hal ini karena SPPG lebih banyak dibangun di wilayah ini.
"Standar kesehatan dan keselamatan pangan itu syarat mutlak, tidak bisa ditawar. Semakin standar ini tidak dipenuhi, maka berkorelasi positif dengan kasus keracunan," kata Edy, Rabu (1/10).
Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan berbagai regulasi yang ada sudah jelas menuntut syarat keamanan pangan sebelum izin diberikan, termasuk PP Nomor 86 Tahun 2019, Permenkes 14/2021, dan PMK Nomor 2 Tahun 2023.
Edy menilai penerapan aturan terkait keselamatan pangan ini masih jauh dari harapan. Sayangnya masih minim sertifikat ini maka tidak heran terjadi keracunan yang hampir setiap hari.
"Sampai hari ini baru ada 34 dari 8 ribu dapur yang memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) seperti yang dikatakan Istana beberapa waktu lalu,” ucapnya.
Selain SLHS, Legiselator Dapil Jawa Tengah III itu menekankan pentingnya sertifikasi bagi penjamah makanan. Menurutnya, setiap pekerja dapur berpotensi mengkontaminasi makanan jika tidak melalui pelatihan dan sertifikasi yang benar.
"Penjamah makanan harus disertifikasi. Jangan sampai syaratnya hanya sehat secara fisik, tapi lupa bahwa mereka bisa menjadi sumber kontaminasi," ucapnya.
Selain itu juga perlunya penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), serta Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).
"Kalau semua standar ini terpenuhi, saya yakin SPPG bisa berjalan baik seperti bisnis katering profesional,” pungkasnya. (H-3)
Dalam dekade terakhir, hipnoterapi klinis semakin banyak digunakan untuk penanganan trauma pada anak, termasuk trauma medis. Karena itu disebut bisa digunakan untuk pulihkan trauma pada anak
Kasus keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) tidak hanya melukai tubuh. Bagi anak, pengalaman ini mengguncang rasa aman yang menjadi fondasi utama perkembangan psikologis.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) dipastikan akan tetap berjalan. Program MBG saat ini tengah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Bandung.
SURAT pernyataan salah satu sekolah negeri di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral.
SEBANYAK 20 siswa SDN Meruya Selatan 01 Kembangan, Jakarta Barat, dilaporkan mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian dugaan keracunan MBG tersebut terjadi pada Rabu (29/10).
SEBANYAK 20 siswa SDN Meruya 01 Kembangan, Jakarta Barat, menghentikan sementara penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) usai sebanyak 20 siswanya diduga keracunan MBG.
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved