Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MINUMAN berenergi sering dianggap mampu memberikan tambahan tenaga dan membuat tubuh lebih bertenaga. Bagi orang dewasa yang sehat, minuman ini relatif aman jika dikonsumsi dalam batas wajar. Namun, bagi anak-anak, minuman berenergi justru bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius yang tidak boleh diabaikan.
Mengutip dari laman Alodokter, sebagian besar minuman berenergi merupakan minuman bersoda dengan kadar kafein yang sangat tinggi. Kafein merupakan zat stimulan yang membuat otak lebih aktif, sehingga tubuh terasa segar dan tidak mudah mengantuk. Sayangnya, kandungan kafein dalam satu kaleng minuman berenergi bisa mencapai lebih dari 200 mg.
Angka ini jauh melebihi batas aman untuk remaja usia 12-18 tahun yang hanya disarankan mengonsumsi kafein maksimal 100 mg per hari. Dengan kata lain, hanya satu kaleng minuman berenergi saja sudah dua kali lipat lebih banyak dari batas aman tersebut.
Tidak hanya kafein, minuman berenergi juga biasanya mengandung zat perangsang lain seperti taurin, L-carnitine, dan guarana. Ditambah lagi, kadar gula yang tinggi dalam minuman ini bisa memicu ketergantungan, merusak gigi, meningkatkan risiko obesitas, bahkan diabetes di usia muda.
Jika anak terlalu sering mengonsumsi minuman berenergi, berbagai gangguan kesehatan bisa muncul. Dampaknya antara lain:
Apabila anak sudah terbiasa mengonsumsi minuman berenergi, orangtua perlu membantu menghentikan kebiasaan tersebut. Caranya adalah dengan lebih memperhatikan pola makan anak, termasuk kebiasaan jajan dan jenis minuman yang dipilih.
Daripada memberikan minuman berenergi, orangtua bisa mengenalkan berbagai pilihan minuman sehat yang lebih aman. Misalnya air putih, infused water, air kelapa, jus buah segar, susu rendah lemak tanpa tambahan gula, atau teh herbal seperti chamomile. Minuman-minuman tersebut tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang lebih baik untuk tumbuh kembang anak.
Selain itu, orangtua dan anggota keluarga lainnya juga perlu menjadi teladan. Anak-anak cenderung meniru perilaku orangtuanya, sehingga jika orangtua sendiri masih sering mengonsumsi minuman berenergi, akan sulit bagi anak untuk berhenti. Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk menunjukkan kebiasaan hidup sehat di depan anak. (Alodokter/Z-2)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Studi Harvard selama 43 tahun ungkap rutin minum 2-3 cangkir kopi atau teh sehari dapat kurangi risiko demensia dan melindungi fungsi otak dari kerusakan sel.
Ahli gizi, Tan Shot Yen peringatkan bahaya minum kopi saat sahur. Kenali efek diuretik yang picu dehidrasi dan cara tepat cegah kantuk saat berpuasa.
Peneliti Karolinska Institutet mengungkap kaitan genetik antara kadar kafein dalam darah dengan risiko diabetes tipe 2 dan penurunan lemak tubuh.
Indonesia resmi jadi negara dengan kedai kopi terbanyak di dunia. Hampir 462 ribu coffee shop tumbuh dari budaya nongkrong, UMKM, dan ekosistem digital.
Matcha dikenal luas sebagai minuman sehat yang kaya antioksidan, mampu meningkatkan energi, serta membantu fokus.
Kafein dalam dosis tinggi dapat merangsang sistem saraf simpatis, yang berdampak pada meningkatnya detak jantung serta munculnya rasa gelisah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved