Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MINUMAN berenergi sering dianggap mampu memberikan tambahan tenaga dan membuat tubuh lebih bertenaga. Bagi orang dewasa yang sehat, minuman ini relatif aman jika dikonsumsi dalam batas wajar. Namun, bagi anak-anak, minuman berenergi justru bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius yang tidak boleh diabaikan.
Mengutip dari laman Alodokter, sebagian besar minuman berenergi merupakan minuman bersoda dengan kadar kafein yang sangat tinggi. Kafein merupakan zat stimulan yang membuat otak lebih aktif, sehingga tubuh terasa segar dan tidak mudah mengantuk. Sayangnya, kandungan kafein dalam satu kaleng minuman berenergi bisa mencapai lebih dari 200 mg.
Angka ini jauh melebihi batas aman untuk remaja usia 12-18 tahun yang hanya disarankan mengonsumsi kafein maksimal 100 mg per hari. Dengan kata lain, hanya satu kaleng minuman berenergi saja sudah dua kali lipat lebih banyak dari batas aman tersebut.
Tidak hanya kafein, minuman berenergi juga biasanya mengandung zat perangsang lain seperti taurin, L-carnitine, dan guarana. Ditambah lagi, kadar gula yang tinggi dalam minuman ini bisa memicu ketergantungan, merusak gigi, meningkatkan risiko obesitas, bahkan diabetes di usia muda.
Jika anak terlalu sering mengonsumsi minuman berenergi, berbagai gangguan kesehatan bisa muncul. Dampaknya antara lain:
Apabila anak sudah terbiasa mengonsumsi minuman berenergi, orangtua perlu membantu menghentikan kebiasaan tersebut. Caranya adalah dengan lebih memperhatikan pola makan anak, termasuk kebiasaan jajan dan jenis minuman yang dipilih.
Daripada memberikan minuman berenergi, orangtua bisa mengenalkan berbagai pilihan minuman sehat yang lebih aman. Misalnya air putih, infused water, air kelapa, jus buah segar, susu rendah lemak tanpa tambahan gula, atau teh herbal seperti chamomile. Minuman-minuman tersebut tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang lebih baik untuk tumbuh kembang anak.
Selain itu, orangtua dan anggota keluarga lainnya juga perlu menjadi teladan. Anak-anak cenderung meniru perilaku orangtuanya, sehingga jika orangtua sendiri masih sering mengonsumsi minuman berenergi, akan sulit bagi anak untuk berhenti. Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk menunjukkan kebiasaan hidup sehat di depan anak. (Alodokter/Z-2)
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Peneliti Karolinska Institutet mengungkap kaitan genetik antara kadar kafein dalam darah dengan risiko diabetes tipe 2 dan penurunan lemak tubuh.
Indonesia resmi jadi negara dengan kedai kopi terbanyak di dunia. Hampir 462 ribu coffee shop tumbuh dari budaya nongkrong, UMKM, dan ekosistem digital.
Matcha dikenal luas sebagai minuman sehat yang kaya antioksidan, mampu meningkatkan energi, serta membantu fokus.
Kafein dalam dosis tinggi dapat merangsang sistem saraf simpatis, yang berdampak pada meningkatnya detak jantung serta munculnya rasa gelisah
Kafein dalam kopi bersifat bronkodilator ringan, bantu meringankan gejala asma sementara. Namun, kopi bukan pengganti obat inhaler utama.
Penelitian menunjukkan penderita A-fib tidak perlu lagi menghindari kopi. Studi di JAMA menemukan konsumsi kopi berkafein menurunkan risiko kekambuhan hingga 17%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved