Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Stalking sering dianggap hanya sebagai masalah psikologis atau sosial, namun studi terbaru membuktikan bahwa dampaknya jauh lebih serius. Wanita yang menjadi korban stalking ternyata memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan stroke. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Circulation dan menjadi peringatan penting bagi dunia medis maupun masyarakat luas.
Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 66.000 wanita berusia 36–56 tahun yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Hasilnya menunjukkan:
Wanita yang mengalami stalking sekaligus mengajukan restraining order tercatat memiliki risiko tertinggi, bahkan lebih dari dua kali lipat dibanding yang tidak pernah mengalaminya.
Para peneliti menjelaskan bahwa stres psikologis kronis menjadi faktor utama. Ketakutan, kecemasan, dan trauma akibat stalking dapat memicu gangguan pada sistem saraf, merusak pembuluh darah, dan meningkatkan peradangan. Kondisi ini dalam jangka panjang berdampak buruk bagi kesehatan jantung dan otak.
Studi ini menegaskan bahwa stalking bukan sekadar masalah sosial, tetapi juga ancaman kesehatan serius. Oleh karena itu:
Stalking terbukti meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada wanita. Dengan risiko 41% hingga 70% lebih tinggi, pengalaman ini tidak boleh diremehkan. Perlindungan hukum, dukungan kesehatan mental, serta perhatian medis yang lebih komprehensif sangat dibutuhkan untuk mencegah dampak buruk yang lebih luas.
Sumber:
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Pola makan berperan besar dalam kesehatan jantung. Kenali 5 jenis makanan tinggi garam, gula, dan lemak yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan sebaiknya dihindari.
Studi terbaru mengungkap tingkat obesitas di AS melonjak drastis hingga 70% setelah standar pengukuran baru yang menggabungkan BMI dengan lingkar pinggang diterapkan.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Dokter menyebut stroke muncul karena kebiasaan pria tersebut yang mengonsumsi minuman berenergi berlebihan setiap hari.
STROK masih menjadi penyebab kematian kedua di dunia dan salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kecacatan jangka panjang.
Penanganan stroke harus dilakukan dengan cepat karena termasuk kondisi medis darurat yang dapat mengancam nyawa dan menyebabkan kecacatan permanen.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Kita jarang membayangkan bahwa kondisi yang mengancam jiwa, seperti serangan jantung atau stroke, bisa terjadi pada diri sendiri.
Minuman berenergi menjadi sorotan utama setelah sebuah studi kasus di Inggris mengungkapkan hubungan antara konsumsi berlebihan dan stroke ringan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved