Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Gangguan tidur, emosi tak stabil, masalah kesehatan mental, hingga siklus menstruasi, semua pernah dikaitkan dengan pengaruh Bulan.
Tapi, apa yang membuat banyak orang percaya bahwa Bulan benar-benar berdampak pada tubuh dan pikiran manusia? Apakah ada bukti ilmiah yang mendukung keyakinan ini?
Kepercayaan bahwa Bulan memengaruhi kesehatan sudah berakar sejak ribuan tahun lalu. Dalam berbagai budaya, mulai dari cerita rakyat, pengobatan tradisional, hingga laporan modern tentang meningkatnya kejahatan saat Bulan Purnama, mitos ini terus hidup.
Salah satu artefak tertua yang mendokumentasikan hal ini adalah tablet Mesopotamia dari tahun 172 SM. Dipamerkan dalam pameran The Moon (2019) di National Maritime Museum, tablet ini berisi instruksi untuk menangkal pengaruh jahat dari gerhana bulan, yang kala itu diyakini bisa membahayakan nyawa seorang raja.
Di masa Yunani dan Romawi kuno, anak perempuan sering diberi jimat berbentuk bulan sabit saat ulang tahun mereka, untuk melindungi dari roh jahat. Jimat ini juga dipercaya meningkatkan kesuburan dan melindungi ibu saat melahirkan.
Hubungan antara siklus Bulan dan siklus menstruasi perempuan sudah dikenal sejak lama—dan masih sering diyakini hingga kini.
Secara etimologis, kaitannya jelas: kata Yunani mene (bulan) dan Latin mensis (bulan) adalah asal mula istilah menstruasi.
Namun, secara ilmiah, hubungan ini masih dipertanyakan.
Pada 1708, dokter Inggris Richard Mead menerbitkan buku berjudul A Discourse Concerning the Action of the Sun and Moon on Animal Bodies…. Terinspirasi teori gravitasi Newton, Mead berpendapat bahwa gaya tarik Bulan memengaruhi cairan tubuh manusia, dari epilepsi hingga siklus haid.
Ia bahkan mengklaim bahwa pengaruh Bulan terhadap menstruasi lebih kuat di wilayah dekat Khatulistiwa. Meski tak ada bukti ilmiah yang mendukung teori ini, gagasan bahwa siklus menstruasi selaras dengan fase Bulan tetap hidup di benak banyak orang.
Apakah Bulan Purnama membuat tidur jadi lebih gelisah?
Sebuah studi tahun 2013 terhadap 33 relawan menemukan bahwa saat Bulan Purnama, rata-rata peserta membutuhkan lima menit lebih lama untuk tertidur dan mengalami penurunan durasi tidur sebesar 30%.
Menariknya, penelitian ini dilakukan di laboratorium dengan pencahayaan terkendali—jadi cahaya Bulan bukan penyebab langsung. Namun, hasilnya tetap memberi ruang bagi dugaan adanya “efek Bulan” terhadap kualitas tidur.
Secara keseluruhan, belum ada bukti ilmiah yang meyakinkan bahwa Bulan secara langsung memengaruhi kesehatan fisik dan mental manusia.
Namun, Niall McCrae, penulis The Moon and Madness, menyatakan bahwa meski sebagian besar studi ilmiah gagal menunjukkan hubungan yang kuat, kita tidak bisa sepenuhnya menutup kemungkinan adanya pengaruh lingkungan dari Bulan terhadap tidur, suasana hati, atau energi.
“Kita bisa cukup yakin bahwa Bulan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kehidupan sehari-hari kebanyakan orang. Namun, kita juga tidak bisa menyingkirkan kemungkinan bahwa Bulan berperan kecil sebagai faktor lingkungan,” ujar McCrae. (Z-10)
GANGGUAN tidur dan pernapasan semakin mendapat perhatian dalam dunia kesehatan.
Sebuah penelitian besar di Perancis menunjukkan bahwa prevalensi insomnia berbeda-beda antar kelompok usia dan jenis kelamin, serta dipengaruhi oleh faktor sosial.
Gangguan tidur seperti sleep apnea tak boleh diabaikan. Studi terbaru menunjukkan sleep apnea dapat memicu mikroperdarahan di otak.
Studi terbaru menunjukkan ibu yang melahirkan dengan operasi caesar berisiko lebih tinggi mengalami nyeri hebat dan gangguan tidur pascapersalinan.
Kurang tidur berdampak buruk bagi kesehatan. Dari gangguan konsentrasi hingga risiko jantung dan diabetes. Simak penjelasan lengkapnya di sini!
Temukan 10 kondisi kesehatan yang sering disangka gangguan kecemasan, lengkap dengan penjelasan dan cara membedakannya untuk diagnosis yang tepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved