Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KURANG tidur adalah keluhan umum yang dialami banyak orang. Untuk mengatasinya, sebagian memilih mengonsumsi suplemen multivitamin. Tapi, vitamin dan mineral apa saja yang sebenarnya efektif untuk membantu tidur lebih nyenyak?
Pilihan Vitamin dan Mineral yang Bantu Atasi Susah Tidur
Gangguan tidur seperti insomnia atau sulit terlelap bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi vitamin dan mineral tertentu dapat membantu mengatasi masalah tidur. Berikut tiga vitamin yang bisa jadi solusi untuk tidur yang lebih berkualitas:
Vitamin B kompleks dikenal mampu membantu meningkatkan kualitas tidur. Kombinasi vitamin B1, B2, B6, dan B12 bisa mengurangi frekuensi, intensitas, dan durasi kram kaki yang sering muncul di malam hari.
Tak hanya itu, vitamin B kompleks juga berperan dalam meningkatkan metabolisme tubuh, memperlancar sirkulasi darah ke otak, dan mendukung produksi neurotransmiter yang penting untuk sistem saraf. Dengan otot tubuh yang lebih rileks, tidur pun jadi lebih nyenyak dan minim gangguan di tengah malam.
Vitamin D umumnya diperoleh dari paparan sinar matahari. Namun, sebagian orang mungkin mengalami kekurangan vitamin ini, yang bisa berujung pada kelelahan berkepanjangan dan gangguan tidur.
Penelitian dalam Nutritional Neuroscience (2018) menunjukkan suplemen vitamin D bisa membantu memperbaiki kualitas dan durasi tidur, terutama bagi mereka yang mengalami gangguan tidur. Selain sinar matahari, vitamin D juga bisa didapat dari makanan seperti ikan, tiram, dan produk olahan susu. Jika ingin mengonsumsi suplemen, pastikan untuk membaca aturan pakai atau berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Sebagai antioksidan kuat, vitamin C ternyata juga berperan dalam memperbaiki kualitas tidur. Salah satunya adalah membantu meredakan gejala sleep apnea, gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan berhenti sejenak saat tidur dan membuat penderitanya merasa lelah keesokan harinya.
Kekurangan vitamin C juga dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan jantung, yang dapat memperparah kondisi sleep apnea. Untuk itu, pastikan kebutuhan vitamin C tercukupi melalui makanan seperti jeruk, pepaya, mangga, bayam, atau brokoli, maupun lewat suplemen jika diperlukan. (Hello Sehat/Z-2)
KIWI dikenal sebagai buah yang kaya akan antioksidan, vitamin, mineral, serta serat. Bagian kulitnya justru menyimpan banyak nutrisi penting.
Vitamin D sebenarnya memiliki banyak manfaat lain yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Buah yang kaya akan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan esensial, buah-buahan memberikan nutrisi awal yang baik untuk mengawali hari.
Vitamin atau yang dikenal sebagai mikronutrien, sangat penting bagi tubuh. Untuk menunjang fungsi sel dan proses molekuler tubuh. Tapi hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil.
Namun, beberapa suplemen mengandung pemanis tambahan yang bisa menambah kalori, sehingga penting untuk memperhatikan komposisinya terutama saat diet.
Rambut rontok bukan sekadar masalah kosmetik. Kekurangan vitamin dan mineral bisa melemahkan folikel rambut dan memicu kerontokan.
GANGGUAN tidur dan pernapasan semakin mendapat perhatian dalam dunia kesehatan.
Sebuah penelitian besar di Perancis menunjukkan bahwa prevalensi insomnia berbeda-beda antar kelompok usia dan jenis kelamin, serta dipengaruhi oleh faktor sosial.
Gangguan tidur seperti sleep apnea tak boleh diabaikan. Studi terbaru menunjukkan sleep apnea dapat memicu mikroperdarahan di otak.
Studi terbaru menunjukkan ibu yang melahirkan dengan operasi caesar berisiko lebih tinggi mengalami nyeri hebat dan gangguan tidur pascapersalinan.
Kurang tidur berdampak buruk bagi kesehatan. Dari gangguan konsentrasi hingga risiko jantung dan diabetes. Simak penjelasan lengkapnya di sini!
Temukan 10 kondisi kesehatan yang sering disangka gangguan kecemasan, lengkap dengan penjelasan dan cara membedakannya untuk diagnosis yang tepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved