Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG klinis dan keluarga Pritta Tyas membagikan tips yang bisa dilakukan orangtua untuk mengurangi anak tantrum karena tidak mau mengakhiri waktu mandi.
Menurut psikolog klinis lulusan Universitas Gadjah Mada itu, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (20/7), salah satu penyebab anak tantrum tidak mau berhenti saat mandi adalah instruksi orangtua yang tidak spesifik yang terkadang terkesan sepihak sehingga memicu perdebatan.
"Karena anak itu kalau cuma dibilang mandinya jangan lama-lama ya, otaknya nggak bisa memahami, jangan lama-lama tuh berapa lama," kata Pritta.
Pritta mengatakan orangtua perlu membuat kesepakatan awal tentang durasi mandi sebelum anak masuk ke kamar mandi.
Misalnya, orang tua bisa memberitahu anak batasan mandi pagi maksimal 10 menit dan memberi gambaran bahwa setelah mandi, dia harus memakai baju, sarapan, lalu berangkat sekolah. Aturan waktu mandi anak bisa disesuaikan dengan kondisi harian.
"Intinya caranya adalah melihat dari sudut pandang anak, bukan pandangan kita (orangtua) yang inginnya serba cepat," kata Pritta..
Dalam mendukung kesepakatan tersebut, orangtua bisa menggunakan berbagai cara, misalnya memasang timer (pengingat) untuk membatasi waktu mandi. Anak bisa diajak untuk memasang timer sendiri dan menentukan durasi mandi supaya dia merasa kontrol dan tanggung jawab ada pada diri sendiri.
"Kalau kita (orangtua) yang pasang timer, dia pasti merasa kontrolnya ada di orangtua," kata Pritta.
Orangtua juga bisa memberi tahu anak tentang hal-hal menarik yang bisa dilakukan setelah mandi, misalnya bermain atau menonton film.
Pritta juga mengingatkan kesepakatan itu harus berupa hal-hal konkret dan mengajak anak untuk punya andil dalam membuat kesepakatan
tersebut.
"Jadi hal menarik apa, kesepakatan, dan dia punya andil untuk membuat kesepakatan itu dan harus konkret," pungkas dia. (Ant/Z-1)
Memandikan anak yang terkena cacar air bertujuan agar kulit tetap bersih dan sehat. Langkah ini efektif untuk mencegah timbulnya biang keringat.
Kulit manusia memiliki lapisan pelindung alami kulit (skin barrier) dan lapisan minyak alami (sebum) yang berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi dari iritasi.
Terlalu sering mandi justru bisa berdampak kurang baik bagi kulit.
Dokter spesialis kulit dan kelamin, Fitria Agustina, menegaskan bahwa mandi satu hingga dua kali sehari sudah cukup, meskipun Indonesia saat ini tengah menghadapi cuaca ekstrem
Mandi secara teratur penting untuk menjaga kebersihan, kesehatan kulit, dan kenyamanan tubuh, sekaligus mencegah penyakit.
Kecanduan gadget merupakan salah satu masalah serius yang banyak dihadapi oleh anak-anak di era digital ini.
Tantrum pada anak merupakan masalah perilaku yang umum dengan mengekspresikan kemarahan.
alah satu alasan anak mengalami tantrum yakni kesulitan mengekspresikan keinginannya
Anak yang menonton atau mendapatkan paparan gadget lebih dari 20 menit, 66% mengalami tempered tantrum.
Untuk mencegah perilaku tantrum pada anak, perlu diterapkan komunikasi yang baik sejak dini dan orangtua harus menjadi contoh yang baik pada anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved