Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KECANDUAN gadget merupakan salah satu masalah serius yang banyak dihadapi oleh anak-anak di era digital ini.
Penggunaan gadget yang berlebihan tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga dapat berdampak negatif pada kesehatan mental anak seperti mudah tantrum bahkan depresi.
Berikut adalah alasan utama mengapa anak yang kecanduan gadget lebih mudah terhadap tantrum dan depresi:
Baca juga : Ikuti Cara Ini untuk Mengatasi Anak Kecanduan Main Gadget
Penggunaan gadget memberikan kepuasan instan secara terus-menerus, seperti game online, video pendek, atau media sosial.
Ketika anak terbiasa mendapatkan kebahagian instan ini, mereka menjadi kurang toleran terhadap situasi yang membutuhkan kesabaran.
Hal ini dapat menyebabkan anak mudah frustasi dan marah, yang pada akhirnya akan mengakibatkan tantrum pada anak.
Baca juga : Upaya Membebaskan Anak-anak dari Ketergantungan Ponsel
Penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengganggu pola tidur anak.
Kurang tidur atau pola tidur yang tidak teratur dapat menyebabkan anak menjadi mudah tersinggung, sulit mengontrol emosi, dan lebih mudah depresi karena rasa lelah akibat tubuh tidak memiliki waktu istirahat yang cukup.
Interaksi sosial adalah kunci untuk seseorang dapat memahami atau mengenal karakter orang lain untuk saling menghargai, hal ini termasuk ke dalam pengembangan keterampilan sosial yang dibutuhkan untuk pengembangan diri.
Baca juga : Seruan Masa Kanak-Kanak Bebas Ponsel Pintar di Inggris
Anak-anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu di depan gadget cenderung kurang berinteraksi dengan keluarga dan teman-temannya di dunia nyata.
Hal ini yang dapat menyebabkan perasaan depresi karena isolasi diri dari dunia sosial.
Tidak semua konten yang tersedia di gadget cocok untuk anak-anak.
Baca juga : RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Malang Buka Poli Kecanduan Gawai, Pasien Didominasi Anak-anak
Banyak konten yang mengandung kekerasan, intimidasi, atau perilaku negatif lainnya dapat mempengaruhi mental ataupun kepribadian anak.
Anak-anak yang melihat konten tersebut mungkin menunjukkan perilaku agresif dan mudah marah yang dapat memicu tantrum dan meningkatkan risiko depresi.
Penggunaan gadget dapat menyebabkan seseorang mengalami ketergantungan, yaitu suatu kondisi seseorang yang tidak dapat melepaskan penggunaan gadget.
Selain itu, aktivitas melalui gadget yang menyebabkan adanya ketergantungan dapat terjadi karena seseorang mendapatkan respon yang mereka inginkan.
Seperti postingan pada media sosial yang memberikan validasi akan dirinya melalui jumlah like atau komentar positif.
Ketika mereka tidak mendapatkan respon yang diharapkan, mereka dapat merasa tidak berharga atau kurang percaya diri. Hal inilah yang menyebabkan tumbuhnya depresi pada seorang anak. (Z-10)
Banyak orang tua merasa bangga ketika buah hatinya yang masih balita sudah mahir menyebutkan warna dalam bahasa Inggris atau hafal lagu-lagu populer dari video di ponsel.
Pengguna Android dapat mengunggah file melalui aplikasi Google Drive yang umumnya sudah terpasang secara bawaan.
Apple resmi merilis iOS 26.2.1. Cek apakah iPhone 13, 14, atau SE Anda masih kebagian update fitur AirTag 2 ini. Berikut daftar lengkap kompatibilitasnya.
Apple merilis iOS 26.2.1 dengan fokus utama dukungan AirTag 2 dan perbaikan bug aplikasi Wallet. Simak rincian lengkap pembaruannya di sini.
Bagi pengguna iPhone yang belum sempat melakukan update ke versi 26.2, pembaruan ini akan digabungkan (bundled) sehingga Anda langsung mendapatkan seluruh fitur baru.
Di tahun 2025, kebutuhan pekerja dan pebisnis terhadap teknologi semakin kompleks.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved