Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PELESTARIAN cagar budaya sangat penting sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada setiap warga negara, melalui penguatan identitas sebagai sebuah bangsa.
"Penguatan identitas kita sebagai sebuah bangsa melalui pengenalan dan pemahaman terhadap peninggalan nenek moyang kita di masa lalu yang tersimpan di kawasan cagar budaya, diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebangsaan kita," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat memberi sambutan pada Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara bertema Melestarikan Cagar Budaya Memperkokoh Kebangsaan di Patiayam, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (13/6) malam.
Hadir dalam diskusi tersebut Supeno (Kepala Desa Terban, Kudus), Prof Dr R Cecep Eka Permana (Kepala Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia/FIB UI), Harry Octavianus Sofian MSc (Peneliti Center of Prehistory Austronesia Studies & Peneliti Ahli Muda pada Badan Riset dan Inovasi Nasional), serta mahasiswa jurusan Arkeologi UI.
Menurut Lestari, penguatan identitas sebagai sebuah bangsa juga mampu menumbuhkan kohesi sosial yang bisa menjadi pendorong untuk mengakselerasi proses pembangunan.
Rerie, sapaan akrab Lestari berpendapat, upaya pelestarian cagar budaya juga harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.
Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu mengungkapkan, saat ini situs Patiayam di Kudus, Jawa Tengah belum tercatat sebagai cagar budaya nasional.
Sementara itu, tegas Rerie, ancaman terhadap keberadaan benda-benda bersejarah dan fosil yang tersimpan di situs Patiayam, semakin serius dengan maraknya jual beli fosil dan artefak dari kawasan itu.
Saat ini, ujar Rerie, sejumlah pihak terkait sedang berupaya memenuhi persyaratan administratif, agar situs Patiayam memiliki status cagar budaya nasional yang sangat penting dalam upaya mewujudkan pelestarian di situs purbakala itu. (I-3)
Pertanyaan "Kapan Nikah" saat Lebaran sering dianggap toxic. Pakar Psikologi UGM menjelaskan alasan di balik fenomena artefak budaya kolektif ini. Cek di sini!
DI antara isu yang mengguncang dunia Islam dari Maroko di barat hingga Indonesia di timur adalah sekularisme, baik sekularisme politik maupun kultural.
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus lebih dari sekadar penyediaan kebutuhan material, tetapi juga trauma healing
Di tangan Garin Nugroho, Yogyakarta tampil bukan sekadar sebagai kota tujuan wisata, melainkan ruang hidup tempat tradisi dan kreativitas bertemu.
Tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ini mengembangkan prototipe produk menggunakan metode SCAMPER.
Kebudayaan memiliki nilai strategis bagi Jawa Tengah,
Tingginya angka kunjungan ini mengukuhkan situs warisan budaya sebagai pilihan utama keluarga untuk berekreasi sekaligus mengedukasi diri.
Roro menjelaskan, pada tahun ini terdapat 5 objek yang tengah diproses untuk dinaikkan statusnya menjadi cagar budaya.
Rumah Marga Tjhia atau Thai Buk (rumah besar) yang dibangun oleh Tjhia Hiap Seng pada 1901 tersebut merupakan cagar budaya
Sepanjang tahun 2025 lalu, Pemkot Bandung telah resmi menetapkan Pendopo Kota Bandung dan Markas Kodam III/Siliwangi bersama 19 objek bangunan lainnya sebagai cagar budaya.
Pentingnya perencanaan matang agar pengerjaan fisik tidak tumpang tindih.
Pramono Anung menegaskan rencana pembangunan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) setinggi 40 lantai di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) tidak bisa mengabaikan status cagar budaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved