Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Lawan Kepunahan Seni Tradisi, Telkom University Hadirkan 'Action Figure' Ulin Barong Sekeloa

Naviandri
17/12/2025 12:52
Lawan Kepunahan Seni Tradisi, Telkom University Hadirkan 'Action Figure' Ulin Barong Sekeloa
Tel-U hadirkan pendekatan kreatif berbasis desain dan media edukasi pada Budaya Ulin Barong Sekeloa.(Dok Tel-U)

Di tengah gempuran budaya populer yang mendominasi generasi muda, Fakultas Industri Kreatif Telkom University (Tel-U) melakukan langkah progresif untuk melestarikan kesenian tradisional. Melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025, Tel-U memperkenalkan Ulin Barong Sekeloa dalam bentuk action figure sebagai media edukasi ramah anak.

Bekerja sama dengan mitra lokal, Raksa Panghegar, program bertajuk “Implementasi Media Edukasi Action Figure untuk Pengenalan Budaya dan Seni Ulin Barong Sekeloa” ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara tradisi boneka kayu khas Sekeloa dengan dunia anak-anak masa kini.

“Kami merancang action figure ini bukan sekadar mainan, tetapi sebagai ‘jembatan identitas budaya’ yang bisa menyentuh anak-anak sejak dini,” ujar Chris Chalik, Ketua Tim PISN Tel-U, Rabu (17/12).

Tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ini mengembangkan prototipe produk menggunakan metode SCAMPER. Pendekatan ini memadukan bentuk tradisional Barong dengan aspek ergonomi dan keamanan visual yang disesuaikan untuk anak usia 3–6 tahun.

Keberhasilan program ini teruji saat dilakukan sosialisasi di TK Telkom Buah Batu, Kota Bandung. Hasilnya cukup impresif. Anak-anak diperkenalkan pada gerak tari Barong asli. Anak-anak juga bermain langsung dengan action figure.

Indikator keberhasilan, lebih dari 80% anak mampu mengenali karakter Ulin Barong setelah sesi permainan berakhir.

Selain inovasi produk fisik, Tel-U juga menjawab tantangan lemahnya dokumentasi digital pada kelompok seni tradisional. Tim menyelenggarakan workshop Manajemen Produk Kreatif yang meliputi pendampingan pemasaran melalui e-commerce dan jejaring sekolah. Konten Visual, produksi foto, video pendek, dan animasi edukatif dengan action figure sebagai tokoh utama.

Publikasi Digital dengan optimalisasi akun media sosial Raksa Panghegar sebagai sarana edukasi publik yang luas.

“Kami ingin Ulin Barong tidak hanya hidup di panggung, tapi juga di genggaman anak-anak, di layar ponsel, dan di hati masyarakat luas,” tutup Chris.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan dengan cara yang relevan dan berkelanjutan. (AN/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik