Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Mengenali, memahami, dan berbagi pengetahuan tentang budaya lain menjadi kunci penting dalam membentuk generasi muda yang terbuka dan berwawasan global. Semangat inilah yang mewarnai kunjungan 15 siswa SMAIT Nurul Fikri Boarding School Bogor ke Jungseok Aviation Science School di Incheon, Korea Selatan. Kegiatan dibuka dengan penampilan budaya Indonesia dalam format fashion show pakaian adat. Alunan musik Sunda, Bali, dan Papua bergantian mengiringi para siswa yang melenggang di panggung, sesekali disambut tepuk tangan meriah dari para pelajar Jungseok Aviation Science School yang memenuhi aula.
Setelah penampilan pembuka, rombongan siswa diajak berkeliling mengenal fasilitas, kurikulum, dan aktivitas pembelajaran di sekolah yang berfokus pada ilmu penerbangan tersebut. Mereka juga mengikuti sesi praktik, termasuk pengalaman membuat prototipe drone, memberikan gambaran langsung tentang dunia kedirgantaraan modern.
Kunjungan ini merupakan bagian dari Immersion Program Nurul Fikri (Impruf), program unggulan SMAIT Nurul Fikri Boarding School Bogor yang dirancang untuk memperkaya wawasan siswa melalui pengalaman lintas budaya.
“Program ini membawa siswa ke lingkungan belajar yang berbeda budaya. Tujuannya, mereka bisa memperluas pemahaman tentang bahasa, kebiasaan, dan cara hidup masyarakat lain, sekaligus mendapatkan pengalaman nyata di lapangan,” jelas Hilma, guru pendamping Impruf, Selasa (2/12).
Dari pihak tuan rumah, guru fisika Jungseok Aviation Science School, Lee Min Sun, mengaku sangat terkesan. “Siswa-siswa hari ini tampak sangat bahagia. Kami menikmati waktu bersama dan senang bisa saling bertukar budaya antara Korea dan Indonesia. Ini pengalaman yang tidak akan terlupakan,” ujarnya.
Raihana, salah satu peserta Impruf, juga menyampaikan antusiasmenya. “Kegiatannya seru dari awal sampai akhir. Selain belajar merakit drone, aku bisa ngobrol langsung dengan teman-teman dari Korea. Kami bertukar cerita tentang sekolah dan hal-hal yang berbeda. Pengalamannya benar-benar memorable,” katanya.
Selain aktivitas di Jungseok Aviation Science School, para peserta akan menjalani rangkaian kegiatan edukatif selama sepuluh hari di Korea Selatan. Mereka akan menyusun riset sederhana, belajar membuat kuliner khas Korea, mempelajari aksara Hangeul, mencoba hanbok di Gyeongbokgung Palace, serta mengunjungi kampus-kampus ternama seperti Seoul National University dan INHA University.
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus lebih dari sekadar penyediaan kebutuhan material, tetapi juga trauma healing
Di tangan Garin Nugroho, Yogyakarta tampil bukan sekadar sebagai kota tujuan wisata, melainkan ruang hidup tempat tradisi dan kreativitas bertemu.
Tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ini mengembangkan prototipe produk menggunakan metode SCAMPER.
Kebudayaan memiliki nilai strategis bagi Jawa Tengah,
Usia Situs Gunung Padang berupa pundan berundak di daerah itu dibangun pada 6.000 Sebelum Masehi (SM).
Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi bahasa Indonesia dan mengenalkan khazanah Indonesia di panggung internasional.
Kekayaan budaya Indonesia kembali diperkenalkan ke publik melalui medium fotografi dalam ajang vivo Imagine Awards 2025.
Pelajari dasar pemikiran Wawasan Nusantara, fondasi persatuan Indonesia melalui budaya, sejarah, dan geografi. Mudah dipahami!
Parade budaya dalam rangka Festival Kemerdekaan di Banyuwangi, Jawa Timur.
Hargai perbedaan budaya Indonesia: Pelajari cara melestarikan warisan bangsa. Temukan tips toleransi & persatuan dalam keberagaman!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved