Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Indonesia kembali dihebohkan oleh munculnya wabah Mpox. Cacar monyet atau dikenal dengan nama Monkeypox adalah penyakit yang timbul akibat infeksi virus.
Infeksi ini pada umumnya ditandai dengan kemunculan benjolan bernanah di kulit. Penyakit ini dapat menular kepada manusia melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti monyet, tikus, tupai, atau hamster.
Meskipun gejala dari monkeypox (Mpox) tergolong ringan, jika tidak ditanggapi dengan tepat, gejala tersebut bisa berkembang menjadi lebih serius dan berpotensi fatal.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2024, di Indonesia tercatat hampir 88 kasus Mpox yang sudah dilaporkan. Oleh karena itu, pentingnya untuk tetap waspada terhadap penyakit ini.
Berikut adalah gejala, penyebab, dan metode untuk menghadapi penyakit Mpox pada manusia.
Secara kasat mata, cacar monyet (Mpox) tampak sangat mirip dengan gejala cacar air. Namun, pada Mpox, pembengkakan terjadi pada kelenjar getah bening yang terletak di bawah leher.
Gejala Mpox terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama merupakan fase prodmoral, ditandai dengan munculnya demam, sementara tahap kedua adalah fase erupsi yang ditandai dengan munculnya ruam. Fase erupsi biasanya terjadi setelah 1 hingga 3 hari dari fase prodmoral. Di bawah ini adalah rincian kedua fase gejala ini.
Fase prodmoral dicirikan oleh gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, atau kelelahan. Jika seseorang mengalami gejala semacam ini, berarti mereka telah terinfeksi penyakit cacar monyet (Mpox).
Setelah melewati fase prodmoral, fase erupsi akan muncul dalam 1 hingga 3 hari. Di fase ini, ruam atau lesi mulai timbul pada kulit, dimulai dari wajah sebelum menyebar ke bagian-bagian tubuh lainnya secara bertahap.
Ruam ini biasanya muncul sebagai bintik merah yang mirip cacar (maculopapular), yang kemudian membentuk lepuh berisi nanah. Pada akhirnya, cacar tersebut akan mengeras dan kemudian terlepas.
Secara umum, gejala dari cacar monyet (Mpox) dapat berlangsung antara 2 hingga 4 minggu sampai lesi tersebut hilang dengan sendirinya dan terlepas.
Penyakit Mpox disebabkan oleh virus yang dikenal sebagai Monkeypox. Virus ini dapat berpindah dari hewan ke manusia serta antar sesama manusia. Penularan dari hewan bisa terjadi melalui gigitan atau cakaran hewan, seperti monyet, tikus, tupai, atau hamster yang terinfeksi.
Hewan yang sering terinfeksi monkeypox umumnya adalah primata atau rodentia liar. Sementara itu, hewan peliharaan jarang terjerat atau menularkan virus ini, kecuali jika mereka dibiarkan berkeliaran di luar.
Sementara itu, penularan virus Mpox antar manusia dapat terjadi melalui droplet air liur atau melalui kontak langsung dengan luka yang ada di kulit, mulut, atau area genital individu yang terinfeksi. Penularan monkeypox dapat terjadi melalui:
Umumnya, Mpox hanya menimbulkan gejala yang ringan dan dapat hilang tanpa memerlukan perawatan medis. Kondisi ini biasanya pulih dalam waktu 2 sampai 4 minggu.
Namun, individu yang terinfeksi monkeypox sebaiknya diisolasi di tempat terpisah, baik di rumah atau di fasilitas kesehatan, untuk mencegah penularan penyakit ini. Isolasi berlangsung dari saat gejala pertama kali tampak hingga ruam menghilang dan kerak terlepas dengan sendirinya. Langkah-langkah lain yang perlu diambil untuk mencegah penularan monkeypox meliputi:
(Kemenkes.Siloam Hospital/Mitra Keluarga/Z-2)
California mencatat kasus pertama Monkeypox (Mpox) klade I di Amerika Serikat, varian yang diketahui lebih parah dibandingkan klade II yang telah lebih dahulu menyebar.
Berita dari London mengabarkan penemuan kasus pertama virus mpox di Inggris, sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet.
Budi menyebut kasus mpox di Indonesia meningkat pada 2022 dan tahun ini tidak sebanyak tahun lalu dengan clade 2b, sehingga tidak perlu khawatir namun tetap waspada.
Wabah ini dipicu oleh varian baru virus mpox, clade 1b, yang menimbulkan kekhawatiran global karena penyebarannya yang cepat dan minimnya informasi mengenai jenis ini.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus cacar monyet (Mpox) dengan menjaga pola hidup bersih dan menghindari kontak langsung dengan individu yang terinfeksi.
Otoritas kesehatan Inggris mengidentifikasi varian baru cacar monyet hasil rekombinasi clade Ib dan IIb. Para ilmuwan menilai dampaknya, sementara kasus global terus meningkat.
Mpox merupakan infeksi virus yang menyebar melalui kontak dekat dan biasanya menyebabkan gejala seperti flu dan lesi bernanah di sekujur tubuh.
Dua kasus suspek Monkey Pox (Mpox) atau cacar monyet yang dilaporkan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, bukan merupakan kasus konfirmasi Mpox.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa monkeypox (mpox) bukan lagi dianggap sebagai keadaan darurat kesehatan internasional.
Angka korban tewas akibat Mpox di Afrika telah mencapai 1.200 orang, sementara jumlah kasus yang tercatat tahun ini telah melampaui 62.000.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved