Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Inggris Laporkan Varian Baru Cacar Monyet Hasil Rekombinasi

Abi Rama
10/12/2025 11:56
Inggris Laporkan Varian Baru Cacar Monyet Hasil Rekombinasi
Ilustrasi(freepik)

OTORITAS kesehatan Inggris melaporkan ditemukannya strain baru mpox atau cacar monyet. Mengutip dari laman BBC, strain terbaru itu ditemukan pada seorang yang baru kembali dari perjalanan di Asia. Varian ini menarik perhatian para ilmuwan karena merupakan campuran dari dua kelompok utama virus mpox, yaitu clade Ib dan clade IIb.

UK Health Security Agency (UKHSA) menyatakan evolusi virus adalah fenomena yang lazim. Meski demikian, pihaknya tengah menilai lebih jauh dampak dan karakteristik dari gabungan varian tersebut. Strain baru ini untuk sementara belum diberi nama resmi.

Penemuan varian tersebut dimungkinkan berkat pengujian genom. Kepala Divisi Infeksi Menular Seksual di UKHSA, Dr. Katy Sinka mengatakan analisis genetika membantu mereka mendeteksi perubahan virus lebih cepat. 

“Virus memang akan terus berevolusi. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memahami bagaimana mpox tengah berubah,” ujarnya dilansir dari laman yang sama. 

Hingga kini belum ada studi yang memastikan tingkat efektivitas vaksin terhadap varian terbaru ini. Namun, pejabat kesehatan memperkirakan perlindungan vaksin tetap tinggi, mengingat efektivitasnya mencapai 75-80% terhadap strain-strain terdahulu.

Pemerintah Inggris sebelumnya telah mengimbau kelompok berisiko tinggi, termasuk gay, biseksual, dan pria yang berhubungan seks dengan pria untuk memastikan mereka mendapatkan vaksin mpox. Imbauan ini muncul setelah clade Ib menunjukkan tanda-tanda penularan lokal di sejumlah negara Eropa, sementara clade IIb terkait dengan wabah global mpox pada 2022.

Prof. Trudie Lang dari Universitas Oxford menilai Inggris memiliki sistem yang baik untuk mendeteksi dan mengendalikan infeksi. Namun, di wilayah lain, terutama daerah rentan dengan akses vaksin terbatas, pengendalian seperti itu sulit dilakukan. 

Secara global, tahun 2025 mencatat hampir 48.000 kasus mpox, dengan 2.500 kasus dilaporkan dalam sebulan terakhir, terutama di Afrika Tengah. Mpox sendiri dikenal sebagai penyakit yang dapat menimbulkan gejala tidak nyaman, seperti ruam atau lesi kulit yang dapat bertahan hingga empat minggu, demam, nyeri kepala, nyeri punggung, kelelahan, dan pegal otot. Penularan terjadi melalui kontak fisik erat, cairan tubuh, droplet, atau benda yang terkontaminasi. (BBC/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya