Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SLEEP Trainer Expert & Founder MimpiOfficial.id Celestina Hardiman-Yap menyatakan bahwa tidur yang berkualitas dapat membantu fisik dan otak anak tumbuh serta berkembang dengan lebih baik.
"Banyak riset menunjukkan bahwa tidur berkualitas berperan penting dalam pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan kestabilan emosi
anak. Oleh karena itu, menciptakan rutinitas sebelum tidur yang baik sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang," kata Tina, Senin (28/4).
Tina mengatakan durasi tidur yang dibutuhkan oleh anak per harinya berbeda-beda tergantung dari usia masing-masing.
Misalnya, pada anak usia 0-3 bulan butuh waktu 14-17 jam per hari, 4-11 bulan butuh tidur 12-15 jam per hari, dan 1-2 tahun 11 hingga 14 jam per hari.
Anak yang kurang tidur biasanya akan rentan tantrum, impulsif, mudah marah, dan lebih hiperaktif. Salah satu penyebabnya yakni siklus tidur yang belum tercipta sempurna atau masih berkembang.
"Jadi, jika seseorang tidak mendapatkan jumlah tidur yang seharusnya dia butuhkan, dalam beberapa hari akan disebut punya hutang tidur," ujar Tina.
Maka dari itu, untuk mencegah dampak-dampak yang tidak diinginkan, orangtua dapat membantu anak tidur nyenyak dengan menjalankan rutinitas sebelum tidur yang baik seperti membacakan dongeng, memijat lembut dengan minyak telon yang memiliki aroma lavender untuk mendukung proses sleep training dan meningkatkan kualitas tidur anak.
"Semua aktivitas ini merupakan bentuk love language orangtua melalui quality time dan physical touch yang memperkuat emotional security si Kecil dan mengisi 'tangki cinta' mereka setiap hari," tambahnya.
Sleep Trainer Expert & Founder MimpiOfficial.id Inda Tasha Bastaman turut menambahkan bahwa orangtua juga bisa melatih anak untuk menggali kemampuannya bisa terlelap tidur tanpa bantuan apapun melalui sleep training.
Namun, metode ini lebih baik dilakukan jika dokter spesialis anak menganjurkannya, cara tidur yang biasa dilakukan sudah tidak efektif dan muncul gangguan tidur serta situasi keluarga yang mengharuskan untuk anak belajar sleep traning.
"Gangguan tidur itu bisa berupa anak sering terbangun di malam hari, sulit terlelap tidur, bangun subuh sebelum pukul 05.30, mengalami masalah transisi tidur siang atau tumbuh kembangnya, hingga terbiasa harus disusui atau ditimang sebagai pengantar tidur," pungkas Tasha. (Ant/Z-1)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved