Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
SATU dari tiga anak Indonesia tergolong kekurangan gizi dan mengalami malnutrisi sehingga perlu perhatian serius dari pihak terkait. "Artinya, ada satu dari tiga anak di bawah usia lima tahun tergolong stunting dan kekurangan gizi," ujar Peneliti Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Sri Purwatiningsih, jumat (4/11).
Ia mengatakan, meski data Kementerian Kesehatan mencatat angka stunting turun menjadi 29% berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi di 496 kabupaten/kota dengan sampel 165 ribu balita, tetapi isu malnutrisi pada anak tetap harus menjadi fokus perhatian.
Menurut Sri, persoalan malnutrisi pada anak sangatlah kompleks karena banyak faktor berkaitan. Namun, masyarakat memahami gizi buruk sebagai akibat dari kurangnya asupan makanan. "Padahal juga berkaitan praktik hidup sehat, lingkungan tempat tinggalnya. Apakah memiliki akses air bersih dan sanitasinya layak," ungkap Sri.
PBB menyebut Gaza menghadapi krisis kelaparan terburuk dengan lebih dari 20 ribu anak alami gizi buruk.
KRISIS gizi di Jalur Gaza, Palestina, mencapai titik kritis dengan lonjakan kematian yang mencolok sepanjang Juli 2025. Hal itu diungkapkan WHO dalam laporan terbaru yang dirilis 27 Juli 2025.
Data juga menunjukkan 1,4 juta perempuan hamil dan menyusui mengalami malnutrisi.
Setiap 25 Januari, Hari Gizi Nasional diperingati untuk memberikan kesadaran pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pada 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi, momen penting di dunia kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang.
Program MBG dinilai bisa meningkatkan kualitas gizi masyarakat yang berasal dari keluarga kurang mampu dan mengatasi masalah gizi buruk dan kekurangan nutrisi dalam jangka panjang.
Masih tingginya kasus anemia akibat kekurangan zat besi pada anak Indonesia menjadi tantangan menuju Generasi Emas 2045.
BADAN Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui program Rumah Sehat BAZNAS Berau mengadakan program layanan pencegahan stunting dan upaya kesehatan kaise (UKK).
Keberhasilan Sergai dalam menurunkan angka stunting secara signifikan menjadi tolok ukur untuk pencapaian angka nol persen.
Menteri Wihaji menambahkan bahwa saat ini terdapat sekitar 15 ribu orangtua asuh yang siap diturunkan untuk mendukung program super prioritas di lapangan.
Turunnya angka stunting tak terlepas dari peran lintas sektor. Sebab, penanganan stunting tak bisa hanya dilakukan Dinas Kesehatan.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, menyoroti minimnya dukungan Pemprov terhadap kader posyandu.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved