Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
DOSEN Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair), Lailatul Muniroh membagikan tips menjaga pola makan sehat agar tubuh tetap bugar selama perayaan Lebaran atau Idul Fitri.
"Pola makan sehat perlu diterapkan tidak hanya saat Lebaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari guna mencegah penyakit akibat konsumsi makanan berlebihan," kata Lailatul, Selasa (1/4).
Lailatul menyatakan kebiasaan menahan makan dan minum selama Ramadan sering kali berujung pada pola makan berlebihan saat Lebaran.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar masyarakat mengonsumsi makanan secukupnya dan tetap menjaga keseimbangan gizi.
"Prinsipnya adalah mengambil makanan dalam jumlah wajar. Boleh menikmati hidangan Lebaran, tetapi tidak berlebihan. Kurangi makanan bersantan dan berlemak tinggi, tambahkan sayuran, batasi konsumsi makanan serta minuman manis, dan hindari gorengan. Selain itu, pastikan minum air putih yang cukup dan tetap aktif bergerak," ujarnya.
Mengingat banyaknya hidangan bersantan dan manis saat Lebaran, Lailatul Muniroh menyarankan beberapa alternatif makanan sehat tanpa mengurangi kenikmatan sajian Lebaran.
"Gunakan santan encer atau susu rendah lemak sebagai pengganti santan kental. Pilih daging ayam atau sapi tanpa kulit dan gunakan sedikit minyak untuk menumis bumbu pada masakan berkuah. Untuk ketupat, bisa dicampur antara nasi putih dan nasi merah agar lebih kaya serat. Sambal goreng kentang dapat diganti dengan tempe atau tahu, sedangkan kue kering bisa diganti dengan camilan sehat seperti buah-buahan," katanya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan makanan berat khas Lebaran tetap dapat disajikan dengan beberapa penyesuaian agar lebih sehat. Beberapa rekomendasi menu sehat antara lain sayur asem, sayur bening, sup sayuran, sup ikan, pepes ikan, tumis sayuran, dan urap.
"Beberapa pilihan makanan ringan sehat yang bisa dikonsumsi meliputi berbagai buah seperti apel, jeruk, melon, dan semangka, serta salad buah, kurma, puding santan rendah lemak, dan roti gandum. Sementara itu, untuk minuman disarankan air putih, infused water, atau jus buah tanpa atau dengan sedikit tambahan gula," ungkap Lailatul.
Dengan menjaga pola makan yang sehat selama Lebaran, diharapkan masyarakat tetap dapat menikmati momen kebersamaan tanpa mengabaikan kesehatan tubuh. (Ant/Z-1)
Fenomena post holiday blues atau penurunan suasana hati merupakan hal yang wajar.
Masakan bersantan masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, asalkan teknik penyimpanan dan pemanasannya dilakukan dengan benar.
Promo ini menyasar layanan kelas eksekutif pada KA Sribilah Utama relasi Stasiun Medan menuju Stasiun Tebingtinggi, Kisaran, hingga Rantauprapat.
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
Program “Mudik ke Jakarta” disambut positif, ditandai lonjakan pengunjung wisata hingga ratusan ribu serta peningkatan signifikan pengguna MRT dan LRT saat Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved