Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN orang pasti sering kali mengalami tangan berkeringat secara tiba-tiba padahl tidak sedang beraktivitas. Hal ini biasanya selalu di kaitkan dengan penyakit jantung. Padahal, stigma ini tidak sepenuhnya benar.
Kondisi tangan berkeringat merupakan salah satu tanda hiperhidrosis, yakni kondisi ketika seseorang mengeluarkan keringat secara berlebihan meskipun tidak sedang melakukan kegiatan atau kepanasan.
Keringat yang keluar secara berlebihan biasanya muncul di area tangan, wajah, ketiak, hingga telapak kaki. Kondisi tangan berkeringat berlebihan biasanya disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya kondisi yang paling umum adalah rasa cemas dan stres.
Stres dan cemas ini dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah serta merangsang saraf tubuh yang dapat meningkatkan produksi keringat. Keringat berlebih yang terjadi sesekali dan bersifat sementara bukanlah disebabkan kondisi medis yang berbahaya.
Bukan hanya stres, cemas, dan hiperhidrosis saja yang menjadi penyebab tangan suka berkeringat, penyebab lainnya juga bisa terjadi seperti:
Penyebab telapak tangan berkeringat adalah menopause. Hal ini terjadi ketika ovarium berhenti menghasilkan hormon estrogen dan progesteron secara teratur.
Perubahan hormon ini dapat mempengaruhi berbagai sistem dalam tubuh, termasuk sistem yang mengatur suhu tubuh dan keringat. Perempuan yang mengalami menopause sering mengalami hot flashes atau gejala panas tiba-tiba yang disertai keringat berlebih. Keringat berlebih ini akan melibatkan seluruh tubuh, salah satunya tangan.
Kelenjar tiroid berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh dengan menghasilkan hormon tiroid. Gangguan pada kelenjar tiroid seperti hipertiroidisme (produksi hormon tiroid secara berlebihan) dapat menggangu berbagai fungsi tubuh.
Hipertiroidisme yang seringkali disebabkan oleh penyakit Graves atau nodul tiroid berlebihan bisa meningkatkan laju metabolisme tubuh secara signifikan. Hal ini dapat mempengaruhi sistem pengaturan suhu tubuh dan keringat. Sehingga menyebabkan keringat berlebih, termasuk pada telapak tangan.
Penyebab telapak tangan berkeringat secara berlebihan adalah diabetes. Penderita diabetes sering kali mengalami fluktuasi gula daraj yang dapat memengaruhi sistem saraf otonom. Sistem ini mengatur berbagai fungsi otomatis tubuh, termasuk produksi keringat.
Perubahan dalam sistem ini bisa menyebabkan keringat berlebih, termasuk pada telapak tangan. Selain itu, diabetes juga dapat mengganggu sirkulasi darah. Kombinasi dari perubahan dalam sistem saraf otonom dan sirkulasi darah dapat memicu produksi keringat yang lebih banyak pada penderita diabetes, yang bisa memengaruhi kenyamanan mereka sehari-hari.
Konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat berdampak negatif pada sistem saraf dan melemahkan kemampuan tubuh untuk mengatur suhu dan keringat secara efektif. Alkohol memiliki efek menenangkan dan merelaksasi tubuh, tetapi apabila dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, hal ini bisa memengaruhi respons tubuh terhadap suhu lingkungan.
Terapi ini dilakukan dengan cara merendam tangan ke dalam air yang dialirkan listrik lemah. Hal ini membantu menghambat kelenjar keringat pada telapak tangan. Terapi ini memerlukan beberapa sesi untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Botox dapat diinjeksi langsung ke dalam telapak tangan untuk menghentikan kelenjar keringat dan berproduksi berlebihan. Efeknya biasanya bertahan beberapa bulan sebelum memerlukan penyuntikan ulang.
Hal ini merupakan tindakan pembedahan yang dilakukan sebagai langkah terakhir jika semua upaya gagal. Prosedur ini melibatkan pemutusan sebagian atau seluruh saraf simpatis yang mengendalikan keringat pada tangan. (Halodoc/Ciputra Hospital/Z-2)
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
GURU Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi FKUI-RSCM, Prof Ari Fahrial Syam mengungkapkan terdapat beberapa penyakit yang sering muncul setelah lebaran.
DI balik suasana penuh kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri, penderita penyakit autoimun perlu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan
Obesitas sangat memengaruhi keseimbangan hormon, terutama pada perempuan.
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved