Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Bagi penderita gangguan pencernaan seperti sakit lambung, menjalani puasa di bulan Ramadan bisa menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan dan menimbulkan kecemasan. Hal ini disebabkan oleh perubahan jadwal dan pola makan yang membuat perut kosong dalam waktu cukup lama. Akibatnya, kondisi tersebut dapat memicu naiknya asam lambung dan menyebabkan gejala yang tidak nyaman.
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau yang lebih dikenal sebagai penyakit asam lambung ditandai dengan nyeri di ulu hati serta sensasi terbakar di dada. Gejala ini muncul karena asam lambung naik ke kerongkongan akibat tidak berfungsinya Lower Esophageal Sphincter (LES), yaitu otot yang berfungsi menutup lambung.
Pada minggu pertama puasa, penderita asam lambung mungkin akan merasa kurang nyaman karena tubuh masih menyesuaikan diri dengan perubahan pola makan. Namun, kondisi ini umumnya membaik seiring berjalannya waktu.
Beberapa penelitian dan pendapat medis menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi kejadian atau keparahan gangguan asam lambung seperti maag dan GERD.
GERD merupakan kondisi gangguan pencernaan kronis yang terjadi saat asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) secara berulang.
Sering tertukar, kenali perbedaan vital antara GERD dan penyakit jantung. Panduan medis lengkap 2026 untuk identifikasi gejala, pemicu, dan penanganan darurat.
Penderita GERD tetap bisa menikmati kopi tanpa khawatir kambuh. Simak tips aman memilih jenis kopi, waktu minum, dan cara konsumsi yang tepat.
Nyeri dada akibat GERD biasanya akan muncul beberapa saat setelah mengonsumsi makanan tertentu ataupun ketika belum makan sama sekali.
Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, GERD dapat menurunkan kualitas hidup dan menyebabkan komplikasi serius
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Puasa justru menjadi momentum terbaik untuk terapi lambung karena organ pencernaan mendapatkan waktu istirahat.
Ketidaksiapan mental sering kali memicu kecemasan saat menghadapi perubahan pola hidup selama sebulan penuh saat Ramadan.
Pemicu utama maag atau dispepsia adalah naiknya asam lambung akibat pola makan yang tidak terjaga.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved