Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDERITA diabetes harus lebih selektif dalam memilih makanan, termasuk buah-buahan. Pasalnya tidak semua buah aman dikonsumsi dalam jumlah banyak. Ada beberapa buah memiliki kandungan gula alami dan indeks glikemik tinggi, yang dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah.
Jika dikonsumsi berlebihan, buah-buahan ini justru dapat memperburuk kondisi kesehatan penderita diabetes. Oleh karena itu, memahami batasan konsumsi buah sangat penting untuk menjaga keseimbangan gula darah.
Mangga dikenal sebagai salah satu buah dengan kadar gula yang cukup tinggi. Oleh karena itu, penderita diabetes disarankan membatasi konsumsi buah ini agar kadar gula darah tetap stabil.
Dalam setiap 100 gram mangga, terdapat sekitar 15 gram karbohidrat dan 13,7 gram gula. Kandungan gula yang cukup besar inilah yang membuat mangga termasuk dalam daftar buah yang sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas oleh diabetesi.
Semangka juga perlu dibatasi oleh penderita diabetes karena memiliki indeks glikemik (IG) yang tergolong tinggi, yaitu 72 dalam setiap 100 gramnya. Indeks glikemik yang tinggi berarti semangka dapat menyebabkan lonjakan gula darah jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Agar tetap aman, disarankan membatasi konsumsi semangka menjadi satu atau dua potong berukuran sedang dalam satu waktu. Dengan begitu, kadar gula darah dapat lebih terkontrol.
Nanas termasuk dalam buah yang perlu dikonsumsi dengan hati-hati bagi penderita diabetes. Kandungan glukosa dalam buah ini cukup tinggi, yaitu sekitar 10 gram dalam setiap 100 gramnya. Jika dikonsumsi berlebihan, nanas berpotensi meningkatkan kadar gula darah secara signifikan. Untuk menjaga keseimbangan gula darah, penderita diabetes sebaiknya membatasi konsumsi nanas hanya satu atau dua potong kecil dalam satu kali makan.
Anggur merupakan buah lain yang sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah banyak oleh penderita diabetes. Buah ini memiliki kandungan karbohidrat dan gula yang cukup tinggi, yaitu 18,1 gram karbohidrat dan 15,5 gram gula dalam setiap 100 gramnya.
Agar kadar gula darah tetap stabil, penderita diabetes disarankan untuk mengontrol porsi konsumsi anggur. Mengurangi jumlah anggur yang dikonsumsi dapat membantu mencegah lonjakan gula darah yang berisiko bagi kesehatan. (Hellosehat/Z-2)
Musim kemarau basah pada 2025 menjadi penghambat serius bagi siklus hidup pohon rambutan yang membutuhkan perlakuan alam tertentu untuk berbunga.
Makanan beku kerap dinilai buruk untuk kesehatan. Padahal, ahli gizi menyebut beberapa jenis makanan beku tetap kaya nutrisi dan justru baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Beberapa buah yang dianggap "sehat" dan "baik untuk jantung" bisa memicu peradangan, memperburuk aliran darah, serta memperlemah kekuatan kaki dengan cara yang tidak terlihat.
Setiap bagian anggur, mulai dari kulit, daging, hingga bijinya, mengandung komponen aktif yang berperan besar dalam mencegah berbagai penyakit kronis.
Kacang merah mengandung serat pangan tingkat tinggi, pati resisten dan protein, tetapi kadar lipid dan gula yang rendah.
Walaupun buah kaya vitamin, mineral, serat, dan air, tubuh tetap membutuhkan protein, lemak, dan karbohidrat kompleks untuk fungsi optimal.
Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes, mengatakan bahwa kandungan gula garam dan lemak pada (GGL) pada makanan yang dikonsumsi ditengarai menjadi salah satu penyebab obesitas pada anak.
Pelabelan gula sangat penting sebagai pemenuhan hak bagi konsumen untuk mampu membedakan produk yang memiliki gizi baik bagi kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved