Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
ANEMIA adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin, yang berperan penting dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Salah satu penyebab utama anemia adalah defisiensi zat besi, yang dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, lemas, dan sulit berkonsentrasi.
Guna mencegahnya, penting untuk mengonsumsi makanan kaya zat besi yang dapat membantu meningkatkan produksi sel darah merah. Berikut lima makanan yang dapat menjadi pilihan untuk menjaga kadar zat besi dalam tubuh tetap optimal.
Brokoli termasuk salah satu makanan yang kaya akan zat besi, dengan kandungan sekitar 0,75 mg zat besi dalam setiap 100 gram brokoli mentah. Selain itu, brokoli juga mengandung berbagai nutrisi lain yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti senyawa antioksidan, vitamin K, vitamin C, dan magnesium. Vitamin C dan antioksidan dalam brokoli berperan penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh, memperlambat proses penuaan dini, serta meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh.
Ikan dan berbagai jenis seafood merupakan sumber makanan yang kaya akan zat besi. Beberapa pilihan ikan yang mengandung zat besi tinggi antara lain ikan tongkol, salmon, tuna, dan sarden.Selain zat besi, ikan juga mengandung protein, omega-3, vitamin, serta berbagai mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Tidak hanya ikan, tiram juga menjadi salah satu pilihan seafood dengan kandungan zat besi yang tinggi.
Meski bermanfaat, konsumsi seafood secara berlebihan perlu dihindari. Pasalnya berisiko menyebabkan masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, gangguan pencernaan, infeksi, hingga penyakit jantung.
Daging merah merupakan sumber makanan yang kaya akan berbagai nutrisi penting, termasuk zat besi. Dalam 100 gram daging merah mentah, terkandung sekitar 2,6 miligram zat besi, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan harian tubuh.
Selain zat besi, daging merah juga mengandung nutrisi lain seperti zinc, asam amino, dan vitamin B12 yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. Konsumsi daging merah berlebihan berisiko penyakit jantung koroner dan stroke karena kandungan kolesterolnya yang tinggi.
Hati termasuk salah satu sumber makanan dengan kandungan zat besi yang tinggi, sehingga sering disarankan bagi penderita anemia. Selain hati, beberapa jenis jeroan lain yang juga kaya akan zat besi antara lain jantung, ginjal, dan lidah sapi.
Tahu menjadi salah satu sumber makanan yang kaya akan zat besi dan mudah ditemukan. Dalam 100 gram tahu mentah, terdapat sekitar 3,4 miligram zat besi, yang berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan harian tubuh. Selain itu, tahu juga mengandung nutrisi penting lainnya, seperti protein, kalsium, dan kalium, yang bermanfaat bagi kesehatan. (Halodoc/Siloam Hospital/Z-2)
Matcha dikenal luas sebagai minuman sehat yang kaya antioksidan, mampu meningkatkan energi, serta membantu fokus.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia dinilai masih berisiko tertinggal dari rata-rata dunia dan dapat menjadi ancaman serius di masa depan.
Zat besi merupakan mineral penting untuk membentuk hemoglobin, yang membantu mengikat oksigen untuk disalurkan ke seluruh bagian tubuh.
Selain pucat, kekurangan zat besi juga menyebabkan kulit menjadi sangat kering.
Selain susu, dan olahan kalsium lainnya seperti keju atau milkshake, Emilia juga mengingatkan bahwa kafein dan tanin dalam kopi maupun teh dapat menurunkan kemampuan tubuh
Kondisi ini juga sering tidak disadari oleh orang tua pada anak-anak. Anak yang terlihat malas bermain atau sering mengantuk di kelas, misalnya, belum tentu malas atau tidak fokus.
Kandungan natrium (garam) dalam satu bungkus mi instan, khususnya varian kuah, sangatlah tinggi yakni mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved