Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA kembali menghadapi potensi ancaman kesehatan global setelah ilmuwan di Tiongkok mengidentifikasi virus corona baru, HKU5-CoV-2, yang ditemukan pada kelelawar.
Temuan ini menimbulkan kekhawatiran serius, karena hasil penelitian laboratorium menunjukkan bahwa virus ini mampu menginfeksi sel manusia. Lebih mengkhawatirkan lagi, HKU5-CoV-2 menggunakan reseptor ACE2, mekanisme yang sama dengan SARS-CoV-2, virus penyebab pandemi COVID-19, untuk memasuki sel tubuh manusia. Kesamaan ini menimbulkan potensi risiko besar terhadap kesehatan global.
Menanggapi temuan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan perlunya penelitian lebih lanjut guna memahami karakteristik serta tingkat risiko virus ini.
WHO mengakui bahwa HKU5-CoV-2 menunjukkan adaptasi lebih baik terhadap reseptor ACE2 manusia dibandingkan varian sebelumnya. Meski begitu, organisasi tersebut menegaskan bahwa sejauh ini virus ini belum menjadi ancaman pandemi langsung.
Namun, WHO memperingatkan bahwa pengawasan terhadap virus zoonosis—virus yang dapat berpindah dari hewan ke manusia—harus ditingkatkan secara berkelanjutan. Deteksi dini dan pencegahan agresif sangat penting untuk mengantisipasi kemungkinan wabah global berikutnya.
HKU5-CoV-2 menjadi pengingat bahwa ancaman virus baru terus bermunculan. Dunia harus tetap waspada dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi pandemi masa depan. Kerja sama global serta investasi dalam penelitian dan sistem kesehatan menjadi kunci dalam melindungi masyarakat dari ancaman serupa di kemudian hari. (Berbagai sumber/Z-10)
Masyarakat perlu dijelaskan bahwa virus influenza yang saat ini banyak ditemukan di berbagai negara tidak selalu lebih berat, tetapi memang lebih mudah menular.
IDAI mengingatkan cacar air sangat menular. Satu anak bisa menularkan varicella ke 8–12 anak lain, terutama di sekolah dan lingkungan dengan kontak erat.
Pengurus Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) sekaligus Ketua PDITT dr. Iqbal Mochtar, meminta masyarakat tidak panik dengan penyakit ini, apalagi dengan istilah super flu.
Superflu merupakan influenza tipe A virus H3N2 subclade K yang sudah ada dari dulu.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Hingga saat ini, telah dilaporkan 189.312 kasus flu positif di New York pada musim ini.
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved