Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT kanker usus merupakan jenis kanker yang sering berkaitan dengan pola makan yang tidak teratur. Hal ini bisa terjadi pada pria maupun perempuan.
Seseorang yang kerap mengonsumsi makanan tidak sehat akan meningkatkan risiko penyakit ini terjadi.
Kanker usus terjadi karena kelainan karsinogenik yang memengaruhi usus. Kanker ini bermula dengan adanya gumpalan sel kecil non-kanker yang disebut dengan polip dan berkembang menjadi tumor ganas.
Makanan ini dapat memicu kanker karena diproses menggunakan suhu tinggi yang dapat menghasilkan senyawa akrilamida yang sifatnya karsinogenik. Senyawa tersebut dapat merusak DNA dan menyebabkan kematian atau mutasi sel. Bahkan bukan hanya kanker, mengonsumsi gorengan berlebih juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan obesitas.
Rasa asin pada makanan memberikan kenikmatan sendiri. Ternyata mengonsumsi makanan tinggi garam terlalu sering menjadi pemicu kanker terjadi pada tubuh. Garam memiliki efek karsinogenik yang dapat mendorong pertumbuhan sel, terutama pada pengidap infeksi Helicobacter pylori.
Bahan makanan pemicu kanker yang satu ini juga diketahui dapat meningkatkan laju proliferasi yang membuat sel menjadi lebih aktif dalam membelah, sehingga memungkinkan adanya pertumbuhan sel abnormal penyebab kanker.
Konsumsi daging merah secara berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit kanker usus. Makanan pemicu kanker ini mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi. Daging yang diolah seperti dibakar, digoreng, ata di panggang dapat mendorong pembentukan zat atau senyawa karsinogenik yang dapat memicu timbulnya risiko beberapa jenis kanker.
Makanan berpengawet mengandung zat nitrat yang berpotensi memicu kanker usus apabila dikonsumsi secara berlebihan. Selain itu, jenis makanan ini memiliki kandungan garam dan lemak tinggi, di mana garam tersebut juga bisa meningkatkan risiko kanker lambung.
Peradangan kronis dapat terjadi akibat terlalu banyak mengonsumsi gula pada makanan dan minuman. Peradangan ini menjadi penyebab utama kanker usus. Gula bisa membuat seseorang menambah berat badannya. Obesitas dan kelebihan berat badan merupakan faktor risiko kanker. (Siloam Hospital/Halodoc/Z-3)
Dari 2013 hingga 2017, angka kejadian kanker usus meningkat di 27 dari 50 negara yang termasuk dalam analisis untuk orang di bawah usia 50 tahun.
Konsumsi berlebihan mi instan dan junk food bisa meningkatkan risiko kanker usus.
Pelajari cara efektif mencegah kanker usus melalui pola makan sehat, olahraga rutin, dan gaya hidup aktif. Lindungi diri Anda dari risiko kanker kolorektal sejak dini.
MENGONSUMSI ayam secara teratur dapat menggandakan risiko kematian akibat 11 jenis kanker yang berbeda, termasuk kanker usus dan lambung.
Mereka yang sering mengejan, duduk dalam waktu lama, kurang mengonsumsi serat, atau berisiko obesitas lebih rentan mengalami ambeien.
Pemeriksaan kanker yang termasuk dalam layanan CKG antara lain, kanker paru, usus, leher rahim, dan payudara pada orang dewasa.
Kandungan natrium (garam) dalam satu bungkus mi instan, khususnya varian kuah, sangatlah tinggi yakni mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved