Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, memaparkan dampak signifikan dari efisiensi anggaran terhadap operasional lembaganya pada 2025. Efisiensi anggaran ini, kata dia, berdampak langsung pada kemampuan BNPB untuk mendukung pemerintah daerah (pemda) dalam pengadaan alat dan peralatan penanggulangan bencana.
Suharyanto menyoroti penurunan drastis alokasi dana untuk Deputi Bidang Logistik dan Peralatan.
”Sebetulnya ini yang beberapa tahun ini kami selalu menyarankan kepada Komisi VIII karena sudah beberapa tahun kami tidak bisa membantu daerah dalam pengadaan alat peralatan seperti contohnya mobil dapur, mobil tangki, dapur lapangan, dan sebagainya. Tetapi karena ada efisiensi sehingga dana yang dialokasikan kepada Deputi Bidang Logistik dan Peralatan ini berkurang tetapi masih menduduki porsi yang cukup besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Suharyanto dalam rapat dengar pendapat Komisi VIII dengan BNPB, Kamis (6/2).
Dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Suharyanto menjelaskan bahwa BNPB mengalami pemotongan anggaran sebesar Rp620,5 miliar atau sekitar 43% dari total pagu awal Rp1,4 triliun.
Semula, kata dia, bantuan peralatan dan sarana penanggulangan bencana anggarannya ialah Rp370 miliar. Setelah adanya efisiensi, anggaran bantuan peralatan hanya mencapai kurang lebih Rp45 miliar. Sehingga targetnya semula pengadaan peralatan dan kendaraan, semula 1.850 unit sekarang tinggal 235 unit.
Efisiensi juga memengaruhi operasional internal BNPB. Suharyanto menjelaskan bahwa dana operasional rutin kantor pusat harus dikurangi. Meski demikian, BNPB akan tetap berusaha maksimal dalam merespons bencana di daerah, khususnya daerah yang telah menetapkan status tanggap darurat.
“Efisiensi ini berkaitan dengan operasional rutin daripada kantor pusat BNPB. Tetapi ketika terjadi ada bencana, apalagi daerah itu sudah status tanggap darurat, ini sedapat mungkin kami tetap membantu semaksimal mungkin. Jadi kami tetap dapat alokasi awal untuk dana siap pakai Rp250 miliar dan nanti sejalan dengan perkembangan tahun, ini biasanya Rp250 miliar ini tidak cukup walaupun karena ada efisiensi ini kami irit-irit betul, tetapi biasanya sampai bulan 4, bulan 5 kami sudah minta tambah,” paparnya.
Meskipun menghadapi keterbatasan anggaran, BNPB berkomitmen untuk tetap menjalankan 23 kegiatan prioritas nasional, meskipun dengan target yang disesuaikan. “Untuk kegiatan prioritas nasional BNPB, ini yang semula ada 23 kegiatan, ini efisiensi tetap 23 kegiatan, karena masing-masing kegiatan itu juga sangat penting, tetapi targetnya yang kami kurangi,” pungkas Suharyanto. (H-3)
PUSaKO menyampaikan enam poin penting. Pertama, mempertahankan sistem pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat sebagai implementasi konkret kedaulatan rakyat.
Perludem menantang klaim partai politik yang menyebut sistem pemilihan langsung sebagai penyebab utama tingginya biaya politik di Indonesia. Pilkada Lewat DPRD
MAYORITAS aparatur sipil negara (ASN) mendukung kebijakan efisiensi anggaran. Hanya saja, ada kekhawatiran signifikan terhadap dampak pada kualitas layanan.
Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai pemberantasan korupsi di Indonesia masih stagnan karena terlalu berfokus pada penindakan.
Selain transparansi, kebijakan efisiensi anggaran melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 menjadi sorotan utama FITRA.
KETUA Komisi II DPR RI, M Rifqinizamy Karsayuda, meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperketat izin kunjungan kerja luar negeri bagi kepala daerah.
ANGGOTA Badan Legislasi DPR, I Nyoman Parta minta efisiensi anggaran pendidikan tidak berdampak pada pelayanan pendidikan anak-anak sekolah.
BNPB mengalami efisiensi anggaran 2025 sebesar 43%. Dari yang tadinya pagu anggaran sebesar Rp1,4 triliun, kini BPNPB hanya mendapatkan anggaran sekira Rp800 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved