Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Minggu, 19 Januari 2025.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer yang aktif, terdeteksi bibit siklon tropis 9S di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, dengan kecepatan angin maksimum 25 knot dan tekanan udara minimum 996 hPa.
Selain itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di Samudra Hindia Barat Daya Banten.
Fenomena ini menciptakan daerah perlambatan angin atau konvergensi, yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan serta tinggi gelombang laut di sekitar daerah tekanan rendah dan sepanjang konvergensi dan konfluensi.
Kombinasi dinamika atmosfer ini berpotensi menyebabkan hujan sedang hingga lebat serta cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai di sejumlah wilayah Indonesia.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi:
BMKG mengimbau untuk waspada terhadap potensi banjir ROB di beberapa wilayah pesisir Jawa Tengah.
M. Apdillah Akbar, prakirawan BMKG, dalam tayangan YouTube di kanal resmi BMKG menyampaikan prakiraan cuaca untuk kota-kota besar di Indonesia sebagai berikut:
BMKG juga menyampaikan bahwa kecepatan angin lebih dari 25 knot terpantau di Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, perairan pesisir utara dan selatan Jawa, Laut Flores, serta Samudra Hindia Selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi meningkatkan gelombang laut tinggi di wilayah perairan tersebut. (BMKG/Z-10)
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Isnawa mengatakan, kegiatan operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU.
Kejadian cuaca ekstrem tersebut diakibatkan oleh kombinasi beberapa faktor, utamanya faktor regional yaitu keberadaan sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91W dan penguatan Monsun Asia yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di jalur Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
BMKG memprakirakan kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia, masih terdapat potensi hujan lebat hingga sangat lebat
Sedangkan di wilayah Pulau Jawa, terdapat potensi hujan ringan di Serang, Jakarta, Semarang, dan Surabaya serta hujan sedang di wilayah Bandung dan Yogyakarta.
BMKG merilis prakiraan cuaca untuk Jumat, 31 Oktober 2025. Berdasarkan hasil pemantauan, sebagian besar wilayah Indonesia akan berpotensi hujan sedang hingga sangat lebat.
BMKG memprediksi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis, 30 Oktober 2025 akan dipengaruhi oleh sirkulasi siklonik yang terpantau di beberapa perairan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem pada Rabu, 30 Juli 2025, di berbagai wilayah Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu 11 Juni 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved