Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMPUT laut memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim. Pasalnya, rumput laut terbukti amat efektif menyerap karbondioksida dari atmosfer sehingga mampu berkontribusi besar dalam mengurangi emisi karbon global.
Untuk itu, Universitas Udayana (Unud) bersama Bank Mandiri dan PT Sinergi Wana Segara (PT Siwa) menyelenggarakan soft launching Pusat Penelitian Rumput Laut di Nirvana Lembongan, Jungut Batu, Nusa Lembongan, Bali.
"Peluncuran Pusat Penelitian Rumput Laut ini bertujuan untuk keberlanjutan ekosistem laut serta pemberdayaan masyarakat pesisir," kata Direktur PT Siwa Ria Anggraini.
Ia berharap keberadaan Pusat Penelitian Rumput Laut dapat berdampak positif bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di sekitar Nusa Lembongan, Bali.
“Dengan adanya pusat penelitian ini, kami berharap dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produk rumput laut yang dihasilkan UMKM lokal. Termasuk menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir." "Bahkan, kami percaya riset yang dilakukan akan memperkuat industri rumput laut di Indonesia. Kenapa? Karena, memiliki potensi besar untuk ekspor dan menciptakan lapangan kerja,” terang Ria.
Ayu Wiweka Krisna Dewi, perwakilan Fakultas Perikanan dan Kelautan Unud mengatakan kolaborasi ini amat penting. Apalagi, untuk penelitian dan pengembangan teknologi berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya laut atau khususnya rumput laut.
“Kami berharap kerja sana ini dapat berkontribusi lebih besar dalam mendukung riset dan memberi solusi inovatif bagi pengelolaan ekosistem laut,” ucap Ayu.
Sementara itu, Assistant Vice President Bank Mandiri I Wayan Simpen Bagiarta mengatakan sebagai mitra strategis dalam pengembangan pusat penelitian, pihaknya sangat mendukung penuh inisiatif tersebut.
"Ini sebagai langkah nyata mendukung keberlanjutan ekonomi maritim. Lewat kemitraan ini, kami harap dapat berkontribusi untuk peningkatan perekonomian lokal. Selain itu, mengoptimalkan pendanaan dan akses keuangan yang dibutuhkan masyarakat pesisir dan sektor UMKM,” ujarnya.
Kerja sama ini juga melibatkan Yayasan Jagastara dan mitra strategis lainnya seperti, Kelian Dusun, Bumdes, perwakilan petani rumput laut setempat, dan perwakilan dari Nirvana Lembongan.
Prof Luh Putu Mahyuni selaku perwakilan Yayasan Jagastara, mendukung peluncuran Pusat Penelitian Rumput Laut tersebut. "Ini lantaran budidaya rumput laut berdampak positif pada lingkungan pesisir yakni bisa meningkatkan mutu air dan mendukung keanekaragaman hayati," tutup Luh Putu Mahyuni. (H-2)
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
KERUSAKAN ekosistem global dan perubahan iklim tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga memicu perubahan serius dalam hubungan antara manusia dan nyamuk.
Peneliti ciptakan alat 'Stomata In-Sight' untuk mengamati pori-pori daun saat bernapas. Teknologi ini diharapkan mampu menciptakan tanaman yang lebih hemat air.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana pola hujan ekstrem mempercepat pelepasan karbon tanah ke atmosfer dan bagaimana biochar menjadi kunci ketahanan tanah.
PENELITIAN ilmiah terbaru menunjukkan bahwa rumput laut memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida (CO2) jauh lebih cepat dibandingkan hutan daratan.
Para ilmuwan menghadirkan kaviar berbahan dasar rumput laut sebagai alternatif tanpa ikan yang tetap mewah dan lezat.
Salah satu program unggulan yang diterapkan di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang bernama Nona Nori, yang fokus pada pengelolaan potensi lokal berbasis rumput laut.
Sejak 1980-an, budidaya rumput laut menjadi sumber penghidupan utama masyarakat di Lembongan, yakni hingga lebih dari 90% masyarakat bergantung pada sektor tersebut.
Sejak dahulu, rumput laut telah menjadi primadona dalam bidang kesehatan, industri, dan kuliner berkat kandungan gizinya yang melimpah.
Selain memberikan rasa umami dan enak, rupanya rumput laut memiliki manfaat bagi kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved