Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER payudara masih menjadi pembunuh tertinggi perempuan Indonesia untuk penyakit kanker. Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya deteksi dini kanker payudara terutama pada perempuan berusia di atas 40 tahun
"Kanker ini kenapa banyak yang meninggal? Karena ketahuannya terlambat, setelah stadium tiga atau stadium empat. Padahal, kalau bisa deteksi dini di stadium satu atau dua, kemungkinan hidupnya atau survivability ratenya tinggi sekali dengan teknologi yang sekarang," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Minggu (8/12).
Budi meminta agar para perempuan tidak ragu untuk melakukan deteksi dini. Apalagi, skrining kanker payudara akan menjadi bagian dari program skrining kesehatan yang akan diberikan kepada perempuan usia di atas 40 tahun.
"Pada program skriningnya hadiah ulang tahun dari Pak Presiden, mamografi itu nanti akan masuk untuk yang berisiko. Nah, yang berisiko adalah perempuan usia di atas 40 tahun," ujar eks dirut Bank Mandiri tersebut.
Deteksi dini kanker payudara sebenarnya dapat dilakukan di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) tingkat pertama seperti puskesmas dengan memanfaatkan USG.
"Saya juga sudah ngomong ke kolegium, diturunkan (kemampuan) kompetensinya (ke dokter umum), agar 10.000 USG di puskesmas itu tidak hanya untuk memeriksa ibu hamil, tapi juga bisa untuk memeriksa skrining kanker payudara oleh dokter umum," ungkapnya.
Dengan demikian, jika ada indikasi kanker payudara seperti yang dialami survivor dapat dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan biopsi atau prosedur pengambilan sampel jaringan, sel, atau cairan tubuh. Selanjutnya, sampel ini diperiksa di laboratorium sehingga dapat mengetahui tingkat stadium kanker.
Kekhawatiran mengenai hasil pemeriksaan yang buruk menjadi salah satu alasan perempuan enggan melakukan pemeriksaan kanker payudara. Padahal kanker sebaiknya dideteksi sejak dini karena peluang hidup akan lebih besar jika terdeteksi lebih awal dibandingkan jika terdeteksi terlambat.
"Jadi, kenapa banyak perempuan nggak mau dimamografi? Karena mereka takut menerima kenyataan kalau ada apa-apa. Padahal, saya yang bukan dokter saja tahu kalau ketahuan stadium satu lebih baik daripada ketahuannya di stadium tiga," pungkasnya. (H-2)
“Cakupannya yang tahun lalu dilakukan di puskesmas dan sekolah, tahun ini kita mau lakukan di tempat kerja. Termasuk DPR RI,”
Indonesia masih menghadapi ribuan kasus kusta tiap tahun. Empat strategi kunci dari deteksi dini hingga anti-stigma dinilai penting menuju target Zero Leprosy.
Prioritaskan kunjungan antenatal sejak trimester pertama, meskipun ibu hamil merasa sehat.
Tenaga kesehatan dibekali keterampilan VIA–DoVIA dan penggunaan AI HerLens dengan materi mencakup materi klinis, praktik lapangan, serta quality assurance.
Di sisi lain, lebih dari 20% kasus rawat jalan dan biaya klaim rawat jalan di Indonesia disebabkan infeksi saluran pernapasan atas akut.
Kota Bogor menargetkan 2.500 orang/ peserta pemeriksaan HPV-DNA yang akan diselesaikan pada periode 8–15 Desember 2025.
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang sangat mempengaruhi perempuan di seluruh dunia.
Pemeriksaan mandiri (Sadari) dan pemeriksaan klinis (Sadanis) secara rutin merupakan langkah preventif paling efektif dalam mendeteksi kanker payudara.
Dengan pemeriksaan rutin, potensi kanker dapat diketahui sebelum berkembang ke tahap yang lebih berbahaya, sehingga peluang kesembuhan meningkat signifikan.
RS Santo Borromeus mengajak masyarakat untuk lebih proaktif mencari informasi mengenai kanker payudara dari sumber-sumber yang kredibel.
Deteksi dini kanker payudara: lakukan SADARI di rumah dan SADANIS di klinik. Waspadai benjolan tak nyeri, kulit seperti jeruk, serta cairan tidak normal dari puting.
Kanker payudara masih jadi pembunuh tersenyap perempuan Indonesia dengan lebih dari 66 ribu kasus baru.Minimnya deteksi dini dan akses pengobatan jadi tantangan besar
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved