Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH upaya untuk mewujudkan link and match antara pendidikan kejuruan dan vokasi dengan perkembangan dunia industri harus ditingkatkan. Tujuannya agar lulusan vokasi dapat menjawab kebutuhan dunia industri.
"Upaya untuk mewujudkan link and match antara program pendidikan kejuruan, vokasi, dan kebutuhan dunia usaha harus terus ditingkatkan. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemangku kepentingan di sektor pendidikan dan dunia usaha agar lulusan pendidikan vokasi dapat terserap di dunia kerja dengan baik," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/12).
Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) No. 83/11/Th. XXVII, Sabtu (30/11) lalu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) terbesar berasal dari lulusan SMK sejumlah 9,01%. Urutan kedua berasal dari lulusan SMA sebesar 7,05%, selanjutnya TPT disumbang lulusan diploma IV, S1, S2, S3 sebesar 5,25%.
Peringkat berikutnya penyumbang TPT ialah lulusan sekolah vokasi atau Diploma I/II/III sebesar 4,84%, dan untuk lulusan SMP, TPT tercatat sebesar 4,11%. Sementara itu, pada urutan keenam TPT disumbang lulusan SD ke bawah sebesar 2,32%.
Menurut Lestari, catatan BPS tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan evaluasi perbaikan kualitas lulusan sekolah kejuruan dan pendidikan vokasi.
Dalam era globalisasi yang sarat perkembangan teknologi saat ini, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, sangat mempengaruhi kebutuhan dari dunia usaha.
Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, berharap para pemangku kepentingan di sektor pendidikan dapat segera mengantisipasi perkembangan yang pesat di sektor industri.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mendorong agar sekolah kejuruan dan pendidikan vokasi di tanah air dapat terus meningkatkan kualitas lulusannya, sehingga mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul sebagai dampak cepatnya perkembangan dunia usaha.
Dengan semakin banyak anak bangsa terlatih yang mampu diserap sektor industri, Rerie sangat berharap, pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus ditingkatkan hingga mencapai target yang ditetapkan. (RO/H-3)
PENURUNAN tingkat pengangguran nasional tidak serta-merta mencerminkan perbaikan kualitas pasar kerja.
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa penduduk bekerja pada November 2025 tercatat sebesar 147,91 juta orang.
Baznas RI bersama PT Paragon Technology and Innovation kembali memberikan pelatihan menjahit bagi para penerima manfaat zakat (mustahik) di Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang.
Prabowo menjelaskan bahwa disrupsi akibat AI dan robotika berpotensi menggeser banyak jenis pekerjaan manusia, terutama di sektor manufaktur dan riset.
Pemerintah telah menggulirkan Program Magang Nasional bagi lulusan perguruan tinggi, khusus untuk sarjana dan diploma yang baru lulus atau akan lulus dalam setahun terakhir.
Tingkat pengangguran muda di Indonesia berada di angka 17,3% dan menjadikannya tertinggi kedua di Asia setelah India.
Sertifikasi yang merupakan syarat fundamental guna memasuki pasar kerja global, akan dimaksimalkan supaya bisa dilakukan di dalam negeri.
Lulusan pendidikan Vokasi dituntut tidak hanya adaptif, tetapi juga memiliki kompetensi digital yang kuat agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempertegas komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) industri yang unggul melalui penyelenggaraan Wisuda Serentak Politeknik.
Kemendikdasmen melalui Ditjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan pendidikan inklusif.
Kemitraan berkelanjutan mampu memberikan manfaat berlapis, salah satunya memperkuat kapasitas institusi pendidikan sebagai penyedia talenta.
Kegiatan edukasi investasi di SMK Metland menunjukkan komitmen kuat dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi muda yang melek finansial sejak dini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved