Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonedia (Apindo) Bidang Ketenagakerjaan, Bob Azam menyatakan bahwa badai pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di seluruh negara di dunia.
"Kalau soal PHK sekarang di negara manapun PHK ada karena ekonomi dunia (sedang) menciut. Memang dalam waktu tertentu ini ekonomi akan tertekan. Jadi PHK akan jadi mana-mana bukan saja di Indonesia di semua negara juga," kata Bob saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Rabu (30/7).
Lebih lanjut, Bob menyampaikan Youth Unemployment di Tiongkok sudah tercatat di angka 20-30%. Bahkan, sambung dia, Singapura saat ini telah mengurangi tenaga kerja di sektor perbankan karena adanya digital transformasi.
"Jadi PHK terjadi di mana-mana. Persoalannya bagaimana orang setelah PHK bisa dapat kerja lagi, kadang-kadang kita ribut PHK nya tapi kita lupa bagaimana create employment. Jadi intinya kalau PHK 10 Kita harus bikin employment 15," sebut dia.
Oleh karena itu, Bob meminta agar pemerintah segera menciptakan lapangan kerja. Di sisi lain, ia juga meminta agar pemerintah bisa memberikan relaksasi di sektor-sektor tertentu yang memiliki nilai elastisitas tinggi sehingga bisa meningkatkan pendapatan pemerintah.
"Karena waktu Covid-19 itu pernah diterapin di sektor otomotif, begitu dikasih relaksasi penjualan meningkat, malah revenue pemerintah naik," pungkasnya.
Bob juga menyampaikan bahwa pemerintah mesti bisa menjaga nilai tukar rupiah untuk bisa mencegah terjadinya PHK sebagai dampak dari tarif resiprokal yang ditetapkan oleh Amerika Serikat.
"Dampak Trump itu jangan kita lihat PHKnya dulu, tapi yang kita harus waspadai currency rupiah kita. Nah sepanjang nanti dampak implementasi (tarif) Trump diterapin rupiah kita masih bisa terjaga, mungkin kita akan terhindar dari PHK besar-besaran," tandasnya. (E-3)
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal mengungkapkan lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 2025 banyak terjadi pada industri padat karya.
Gelombang PHK masih menghantui angkatan kerja di Tanah Air. KSPN mencatat terdapat 126.160 anggotanya terkena gelombang PHK
Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) mencatat terdapat 126.160 anggotanya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) berdasarkan laporan sepanjang 2024 hingga Oktober 2025.
Beban cukai yang terus naik serta regulasi kesehatan yang semakin ketat sebagai penyebab utama tekanan terhadap industri rokok.
WAKIL Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini mengaku prihatin terhadap fenomena maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) saat ini.
Menurut Shinta, dunia usaha melihat langkah Moody’s bukan hanya sebagai cerminan melemahnya fundamental ekonomi nasional.
Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi sejumlah perwakilan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di kediaman pribadinya di Hambalang..
Dunia usaha menilai pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 belum sepenuhnya mencerminkan akselerasi pertumbuhan yang optimal.
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Dengan margin yang sudah tipis, kenaikan biaya logistik berpotensi memaksa pengusaha kecil menaikkan harga jual agar tetap bertahan.
KETUA Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam turut buka suara terkait dengan pengumuman Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2026 yang telah diketok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved