Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI fisika teoritis sekaligus Direktur Perimeter Institute for Theoretical Physics, Robert Myers mengatakan bahwa saat ini pihaknya memiliki beberapa program untuk menumbuhkembangkan rasa ingin tahu terhadap generasi muda yang menyukai sains.
“Perimeter Institute sebagai lembaga penelitian, memiliki tiga misi. Pertama adalah penelitian itu penting, lalu pelatihan, dan juga memberikan edukasi kepada para siswa sekolah menengah, para guru, atau memberikan kuliah umum kepada masyarakat,” ungkapnya dalam Kuliah Umum Prof. Robert Myers bertajuk Why We Explore di Bali, Kamis (28/11).
Menjangkau masyarakat menurutnya merupakan salah satu program paling sukses dari Perimeter Institute. Pasalnya, seseorang yang menyukai sains dikatakan pasti selalu merasa kesepian.
“Anda tahu, ada individu-individu berbakat yang benar-benar bersemangat tentang sains, yang benar-benar terinspirasi oleh teori Big Bang dan lubang hitam, tetapi sering kali mereka menemukan diri mereka kesepian. Teman-teman mereka tidak benar-benar berpikir seperti itu, tidak memiliki minat atau aspirasi yang sama,” kata Robert.
Dengan menjangkau masyarakat, dia merasa bahwa para individu yang menyukai sains tidak akan merasa sendirian dan dapat menemukan orang lain seperti dirinya yang juga mempunyai perasaan yang sama terhadap sains.
“Dengan memberikan kesempatan di mana mereka dapat bersatu, mereka melihat bahwa mereka sebenarnya tidak sendirian, mereka adalah bagian dari komunitas yang berpikir seperti mereka yang terinspirasi seperti mereka,” tuturnya.
“Membuat upaya untuk bekerja dengan para siswa dan guru pada tingkat itu benar-benar membantu. Hal ini akan menginspirasi anak-anak muda dan membantu mengembangkan generasi ilmuwan berikutnya,” ucap Robert.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Stella Christie mengatakan bahwa kuliah umum ini akan menyadarkan masyarakat bahwa investasi dan melakukan riset dasar itu begitu penting terhadap kebutuhan dan perkembangan ekonomi bangsa.
“Tadi Rob Myers menceritakan banyak, kalau kita hanya membatasi horizon problem dari yang sekarang, kita tidak akan bisa melihat apa yang akan terjadi ke depannya. Ada dua contoh nyata yang beliau berikan. Kita hari ini pakai smartphone semua, hari ini kita pakai smartphone, kita pakai GPS, kita pakai komputer, tapi waktu semuanya itu asalnya dari Einstein dan Maxwell,” kata Stella.
“Waktu Einstein dan Maxwell itu memikirkan hal itu, mereka tidak memikirkan akan bikin komputer, mereka tidak memikirkan akan bikin GPS, mereka hanya ingin tahu dunia itu bagaimana cara bekerjanya. Tapi kalau tidak ada itu, kita tidak akan punya GPS,” sambungnya.
Robert Myers juga memberikan contoh lain ketika pandemi covid-19, vaksin ditemukan hanya dalam waktu 11 bulan. Hal itu dikatakan tidak akan terjadi jika sebelumnya tidak terdapat riset.
“Bukan tentang bagaimana mendapatkan vaksin, tapi untuk mengetahui genetik tubuh manusia, protein di sel-sel kita itu bagaimana cara bekerjanya, itulah yang disebutkan penelitian berdasarkan rasa ingin tahu, atau curiosity based research,” jelas Stella.
Maka dari itu, penelitian berdasarkan rasa ingin tahu, menurut Stella, harus tetap ada untuk dapat memecahkan masalah yang akan terjadi di masa depan. (H-2)
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Penutup tahun di Braga pun menjadi simbol transisi: menoleh ke belakang untuk menghargai proses, lalu melangkah ke depan dengan optimisme menyambut 2026 dan meraih mimpi.
Kemenpora bersama FAO mendorong keterlibatan generasi muda Indonesia dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Generasi muda Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan dalam cara mempersiapkan masa depan finansial mereka.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved