Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
GENERASI muda di daerah memiliki kemauan yang tinggi untuk melakukan riset dan inovasi. Namun, hal itu berbanding terbalik dengan kemampuan pemerintah untuk memberikan fasilitas pendanaan yang mumpuni. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Nusa Tenggara Barat (NTB), Wirawan.
"Proposal yang masuk ke kami, itu namanya untuk joint venture, itu besar, ya. Datang dari perguruan tinggi, lembaga penelitian. Tapi jauh di atas kemampuan kami untuk membiayainya," kata Wirawan saat ditemui di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia NTB, Rabu (14/7).
Dengan demikian, kata dia, tidak semua proposal penelitian yang masuk ke BRIDA bisa dibiayai.
Wirawan menyatakan, pihaknya melakukan penyortiran untuk melihat proposal penelitian mana yang kiranya sesuai dengan peta jalan rencana pembangunan jangka panjang dan jangka menegah daerah.
Hal itu dilakukan agar penelitian dapat diimplemetasikan secara tepat guna dan tepat sasaran.
Baca juga: Bakrie Group Gelar Panen Raya Perdana Padi Gogo di Lahan 84 Hektare
"Kira-kira ada enggak hasil riset yang selaras dengan program strategis kita. Misalnya masalah stunting, atau kurangnya fasilitas pertanian terutama di hilir, itu semua kita pilih," ucap dia.
Di NTB sendiri, kata dia, proposal penelitian yang masuk ke BRIDA didominasi oleh penelitian sosial, seperti permasalahan stunting hingga pernikahan dini.
Terkait dengan keterbatasan pendanaan, Wirawan menyatakan bahwa pihaknya juga terus mencari inovasi pembiayaan agar tidak hanya mengandalkan dana dari pemerintah provinsi.
"Untuk itu kita cari channel untuk memback up-nya. Salah satu pendanaan paling potensial adalah dari BRIN, ada juga pendanaan internasional. Seperti yang lagi tren sekarang ada dua yang sedang dalam proses hilirisasi," katanya.
"Pertama pengembangan mesin pirolisis dan juga kerja sama NTB dengan PT Block Solution dan Finlandia untuk memproduksi batako plastik," ucap Wirawan.
Wirawan menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya agar penelitian yang dilakukan tidak hanya tertuang di atas kertas.
Tapi, diharapkan penelitian tersebut bisa menjadi produk yang memiliki nilai komersil ataupun bisa menjadi rekomendasi dalam pembuatan kebijakan daerah.
"Contoh konretnya ialah, kita punya 153 prototipe penelitian yang sudah masuk produk katalog pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah. Jadi provinsi NTB ini tidak memberikan bantuan langsung tunai berupa uang, tapi yang diberikan adalah produk UMKM itu," beber Wirawan.
"Misalnya minyak kelapa, handsanitizer, atau rapid antigen itu sudah kita produksi sendiri. Prototipenya sudah kita kembangkan kita jual untuk memenuhi kebutuhan kita," pungkas dia. (Ata/Ol-09)
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Amran menegaskan, kunci swasembada bawang putih terletak pada keberanian menetapkan target luas tanam yang memadai dan konsistensi kerja di lapangan.
Periode 1-10 Februari 2026 atau dasarian I Februari terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen.
Sirkulasi angin dari sistem tekanan rendah tersebut, menurutnya, masih cukup kuat untuk memicu hembusan angin kencang di wilayah NTB, meski tidak sebesar dampak Bibit Siklon Tropis 97S
Berikut prakiraan cuaca Senin 12 Januari 2026 untuk kota-kota besar di Indonesia dikutip dari BMKG
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih prestasi gemilang di panggung dunia.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved