Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI Anak Sedunia atau Universal Children’s Day diperingati setiap tanggal 20 November. Hari ini ditetapkan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesejahteraan, hak-hak anak, serta pendidikan mereka. Perayaan ini melibatkan berbagai kegiatan yang mendorong perlindungan anak di seluruh dunia.
Hari Anak Sedunia memiliki sejarah panjang yang bermula pada 1925 ketika Konferensi Dunia untuk Kesejahteraan Anak diadakan di Jenewa, Swiss.
Konferensi ini merupakan tonggak awal kesadaran global tentang pentingnya melindungi hak-hak anak, terutama dari eksploitasi, kekerasan, dan ketidakadilan.
Dalam konferensi tersebut, berbagai negara sepakat memprioritaskan kesejahteraan anak-anak melalui kebijakan dan tindakan nyata.
Gagasan ini semakin diperkuat setelah PBB mendirikan UNICEF pada 1946 sebagai badan yang fokus pada kemanusiaan bagi anak-anak yang terdampak Perang Dunia II.
Selanjutnya, pada 20 November 1959, Majelis Umum PBB mengadopsi Declaration of the Rights of the Child, yang menjadi panduan dalam melindungi hak-hak anak di seluruh dunia.
Tanggal itu kemudian ditetapkan sebagai Hari Anak Sedunia, dan kembali diperkuat dengan diresmikannya Convention on the Rights of the Child pada 1989, yang menjadi dasar hukum global untuk menjamin hak anak di berbagai aspek kehidupan.
Sejarah ini mencerminkan perjalanan panjang perjuangan global dalam membangun dunia yang lebih aman dan adil bagi anak-anak.
Hari Anak Sedunia ini memiliki tujuan untuk :
Meningkatkan Kesadaran tentang Hak Anak
Mengingatkan masyarakat bahwa setiap anak berhak atas pendidikan, perlindungan, dan kebebasan untuk hidup dengan martabat.
Mendorong Aksi Global
Menjadi momentum untuk mendorong kerja sama global dalam menangani isu-isu yang berdampak pada anak, seperti kemiskinan, kekerasan, dan diskriminasi.
Memberikan Suara pada Anak
Memastikan anak-anak dapat berpartisipasi dalam keputusan yang memengaruhi hidup mereka, sehingga hak mereka untuk didengar tidak terabaikan.
Dengan tujuan utamanya adalah untuk :
Memastikan Pendidikan Berkualitas
Menghapuskan hambatan bagi anak-anak untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Melindungi Anak dari Kekerasan
Menjadi platform untuk menyerukan penghentian segala bentuk kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi terhadap anak.
Meningkatkan Kesejahteraan Anak
Meningkatkan akses anak-anak terhadap layanan kesehatan, nutrisi, dan lingkungan yang mendukung perkembangan mereka secara optimal.
Mendorong Kesetaraan
Gender Menjamin anak perempuan mendapatkan hak yang sama dengan anak laki-laki, terutama dalam hal pendidikan dan perlindungan.
Peringatan Hari Anak Sedunia menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus melindungi, mendukung, dan memberikan yang terbaik bagi anak-anak sebagai generasi penerus.
Dengan memastikan hak-hak mereka terpenuhi dan kebutuhan mereka diperhatikan, kita tidak hanya membangun masa depan yang lebih cerah bagi mereka, tetapi juga bagi dunia secara keseluruhan. (berbagai sumber/Z-1)
Orchestra yang beranggotakan 71 pemain, terdiri dari 55 anak reguler dan 16 anak berkebutuhan khusus itu tampil membawakan sejumlah repertoar dalam rangka memperingati Hari Anak Sedunia.
Dalam rangka memperingati Hari Anak Sedunia (World Children’s Day) yang jatuh setiap 20 November, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menjadi tuan rumah.
Kegiatan tersebut mengajak seluruh anak menjaga bumi guna menghadapi krisis iklim dalam kolaborasi aksi iklim Aku, Kamu, Kita adalah Bumi.
Menkomdigi menambahkan bahwa sejumlah platform mulai menyesuaikan teknologi mereka agar lebih ramah anak.
Wulan Sari AS menyampaikan peringatan Hari Anak Sedunia kali ini dihadapkan pada realitas yang menyakitkan tentang ketidakadilan yang masih dialami perempuan dan anak-anak,
Sebagai inisiatif PBB, Hari Anak Sedunia berfokus pada pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak yang tercantum dalam Konvensi PBB tentang Hak-Hak Anak.
Bonnie Triyana meresmikan pameran revolusi di Jakarta yang menghadirkan narasi baru sejarah kemerdekaan lewat karya seni dan perspektif kemanusiaan.
DI tengah pesatnya transformasi digital saat ini, pergeseran juga terjadi di ruang narasi sejarah. Kondisi tersebut membuat narasi sejarah bertransformasi di ruang digital.
Sutradara Aldo Swastia menyebut tidak ada patokan pasti dalam menentukan batas antara fakta dan fiksi yang harus dikembangkan terutama dalam film bertema sejarah atau kepahlawanan.
Penilaian terhadap Pak Harto harus dilakukan dengan pendekatan akademik yang berimbang,
Di 2020, Sumardiansyah menolak keras kebijakan Kemendikbudristek yang ingin menjadikan sejarah sebagai mata pelajaran pilihan di SMA dan menghapuskannya di SMK.
Koleksi bersejarah ini terdiri dari sekitar 28.000 artefak fosil yang ditemukan Eugène Dubois di Trinil pada 1891–1892.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved