Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Delegasi RI untuk COP-29 Hashim S Djojohadikusumo menegaskan target Indonesia untuk menambah 100 gigawatt listrik dalam 15 tahun bukan untuk menambah surplus pasokan listrik dalam negeri karena 75% diantaranya berasal dari energi baru dan terbarukan yang banyak diinginkan oleh industri.
Ia menyebut sudah banyak industri yang tertarik untuk menyerap listrik energi terbarukan dan bisa berpotensi menarik investasi atau industri baru masuk ke Indonesia.
"Kalau nanti ada ketersediaan energi terbarukan salah satu tujuannya adalah menarik investasi dari luar negeri untuk industri-industri yang baru," kata Hashim di Baku Olympic Stadium, Baku, Azerbaijan, Rabu (13/11).
Ketertarikan industri terhadap listrik berasal dari energi baru dan terbarukan saat ini sedang menjadi tren. Adik dari Presiden RI Prabowo Subianto tersebut mengungkapkan Uni Eropa memiliki rencana untuk menerapkan Cross Border Adjustment Mechanism (CBAM) yang mana barang produksi berasal dari energi fosil dan tidak ramah lingkungan dapat bea masuk tambahan yang cukup besar untuk masuk negara-negara Eropa.
"Empat tahun tahun lagi, saya dengar bahwa Uni Eropa akan melakukan yang sistem namanya CBAM bagi industri-industri yang mau jual barangnya di Uni Eropa, itu harus bersih. Kalau tidak clean, dalam arti sumber listriknya itu bukan dari industri terbarukan, akan dipungut pajak karbon, itu yang berlaku di Eropa," ungkapnya.
Dengan ambisi 100 gigawatt dengan 75% berasal dari energi hijau maka diharapkan Indonesia berhasil menggaet industri untuk berinvestasi di Indonesia.
"Indonesia bisa menyediakan green energy untuk menarik dan mendukung green steel. Dengan green energy yang kita bisa sediakan, 75 gigawatt, kita bisa mendukung industri-industri baru yang juga perlu industri bersih," pungkasnya. (H-2)
Indonesia memiliki potensi besar dengan carbon credit sebesar 570 juta ton yang telah diverifikasi, dan ada tambahan 600 juta ton yang akan ditawarkan ke pasar internasional.
Aturan yang jelas dalam penerapan pasar karbon diperkirakan akan menghasilkan aliran keuangan sebesar USD1 triliun per tahun pada 2050 secara global.
Korban terbesar dari perubahan iklim adalah negara miskin atau negara yang wilayahnya rentan terhadap naiknya permukaan air laut. Belum lagi dampak keamanan pangan (food security).
Negara-negara berkembang akan membutuhkan USD 1,1 triliun setiap tahunnya untuk pendanaan iklim.
PRESIDENSI COP29 meluncurkan Digitalisation Day pertama dalam konferensi global dengan dukungan lebih dari 90 pemerintah dan lebih dari 1.000 anggota komunitas teknologi digital
Pembicara yang terdiri dari delapan pemuda dari berbagai negara serta lima pembicara senior sebagai perwakilan PBB, lembaga pemerintah, swasta dan non-profit organizations.
Kehidupan masyarakat pesisir di Karimunjawa mengalami perubahan karena dampak dari perubahan iklim yang terus menerus.
PERWAKILAN Perempuan Nelayan Sumatra Utara, Jumiati, mengungkapkan perubahan iklim membuat cuaca sulit diprediksi. Itu berdampak pada banyaknya nelayan di kampungnya kesulitan melaut.
Studi terbaru mengungkap tanaman tropis mengalami pergeseran waktu berbunga hingga 80 hari. Fenomena ini mengancam rantai makanan dan kelangsungan hidup hewan.
Peneliti terkejut menemukan Gletser Hektoria di Antartika kehilangan separuh wilayahnya dalam waktu singkat. Simak penyebab "gempa gletser" dan ancaman kenaikan permukaan laut.
Peneliti ETH Zurich temukan emisi gas rumah kaca dari danau hitam Kongo berasal dari gambut purba ribuan tahun.
Peneliti menemukan pola kadar garam (salinitas) di Pasifik Barat saat musim semi dapat memperkuat intensitas El Niño hingga 20%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved