Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG klinis lulusan Universitas Indonesia Kasandra A Putranto menyarankan para orangtua untuk memberikan kesempatan kepada anak untuk berusaha menyelesaikan masalah mereka sendiri agar bisa membangun ketangguhan.
Kasandra, Selasa (12/11), menyampaikan bahwa belajar menghadapi perlakuan dari orang lain merupakan bagian dari tahapan pembangunan ketangguhan dalam proses tumbuh kembang anak.
Menurut dia, anak-anak bisa belajar membedakan hal baik dan buruk, membela diri, serta menangkal pengaruh buruk saat menghadapi perlakuan buruk dari orang lain.
"Kemampuan ini harus dimiliki sejak kecil, secara bertahap, agar anak dapat membedakan mana yang baik dan buruk dan menangkal pengaruh buruk tersebut," katanya.
Kasandra mengemukakan bahwa orangtua yang membiarkan anak menyelesaikan konfliknya sendiri bukannya tidak peduli.
Orangtua yang demikian justru mengajarkan anak untuk mengetahui kapan mereka harus bertindak dan membela diri.
Dalam hal ini, menurut Kasandra, orangtua bisa lebih dulu melihat seberapa besar masalah atau konflik yang sedang dihadapi oleh anak.
Kalau menurut penilaian orangtua, masalah dan konfliknya masih bisa dihadapi sendiri oleh anak, mereka bisa sekedar mengamati tanpa terlibat
langsung dalam penyelesaian masalah.
Menurut Kasandra, orangtua bisa membantu atau mengambil alih penanganan kalau masalah atau konfliknya membahayakan anak.
"Ketika sudah mengandung risiko bagi anak, masa depan anak, dan mengancam keselamatan, serta ketika anak belum mampu menyelesaikan
sendiri," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Kajian yang dibuat KPK menggunakan banyak metode. Salah satunya dengan observasi lapangan atas sejumlah permasalahan yang terjadi.
Potensi masalah muncul karena kuatnya intervensi politik dibanding dorongan untuk memperbaiki tata kelola.
Keputusan menaikkan pajak sering dipicu oleh beragam faktor, salah satunya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada berkurangnya transfer ke daerah.
Menjadikan masalah sebagai sumber penghasilan untuk bertahan hidup adalah salah satu bentuk penerimaan terhadap masalah yang dihadapi dan menyadari itu bagian dari hidup.
10 nama Capim KPK yang disetorkan pansel masih menerapkan logika keterwakilan dari unsur aparat penegak hukum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved