Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi, BRIN, Agus Haryono mengatakan bahwa sejak 2022 sampai 2024, pihaknya sudah mengeluarkan anggaran sebesar Rp441 miliar untuk pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM).
“Proposal riset yang diajukan sendiri mencapai lebih dari 6 ribu dan telah diperoleh 1.549 kegiatan riset yang berasal dari 154 institusi yang diberikan pendanaan. Artinya 25% dari proposal yang masuk telah lolos untuk diberikan pendanaan. Ini menandakan bahwa kegiatan ini menghidupkan kegiatan inovasi di banyak institusi di seluruh wilayah Indonesia yang menghasilkan 712 artikel ilmiah dan 144 paten,” ungkapnya dalam ungkapnya dalam acara Program Fasilitasi Riset dan Inovasi RIIM 2024, Senin (30/9).
Lebih lanjut, Agus bersyukur bahwa Global Innovation Index Indonesia mengalami kenaikan pada tahun ini. Sejak 2013 sampai 2021, Global Innovation Index Indonesia berada di peringkat 83, 85, dan 87. Baru pada 2022 naik ke peringkat 75, kemudian 2023 naik lagi ke peringkat 61, dan 2024 ini naik ke peringkat 54.
Baca juga : BRIN Permudah Ijin Riset di Indonesia
“Ini tidak lain tidak bukan karena kerja keras para peneliti dan seluruh stakeholders dalam ekosistem riset dan inovasi. Terutama pada 2024 ini yang mendapatkan apresiasi dari WIPO adalah kenaikan dari pengajuan paten internasional dari Indonesia yang naik lebih dari 1.500%. Termasuk pendaftaran paten internasional dari BRIN yang didaftarkan pada 2023 yang juga berkontribusi dalam peningkatan global innovation index Indonesia,” kata Agus.
Dia juga mengucapkan selamat kepada seluruh peneliti yang masuk top 2% world ranking scientist yang baru saja dilansir oleh Stanford University dan Elsevier, yang mana dari 150 ilmuan Indonesia, kurang lebih 1/3 di antaranya merupakan ilmuan yang mendapatkan pendanaan dari RIIM.
“Ini menandakan riset yang dibiayai RIIM dilaksanakan oleh para periset yang mempunyai kualitas. Semoga di tahun berikutnya akan lebih banyak lagi yang masuk ke dalam top 2% world ranking scientist,” tuturnya.
Baca juga : Dosen Universitas Pancasila Masuk Enam Periset Muda Terbaik PPI
Penganugerahan RIIM Awards sendiri menurut Agus adalah penghargaan bagi tim periset dan tim startup dengan 3 kriteria yaitu RIIM Kompetisi, Ekspedisi dan Startup. Masing-masing diberikan pada tim periset yang berkinerja tinggi, menghasilkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dilihat dari output dan outcome yang dihasilkan dari kegiatan tersebut dalam 1-2 tahun.
“Karena RIIM ini baru berjalan sejak 2022 kemarin. Rangkaian kegiatan dimulai dari pengajuan proposal, wawancara, eksebisi, dan lainnya. Di luar dugaan saya terkejut dan mengapresiasi, meskipun diberi anggaran kecil, tapi hasilnya luar biasa. Hanya diberi Rp80 juta tapi hasilnya seperti Rp2 miliar,” ujar Agus.
Sementara itu, Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menegaskan RIIM ini menunjukkan bahwa riset bukan persoalan pendanaan saja, tapi juga keinginan mengubah mindset.
Baca juga : BRIN: Periset adalah Aset Utama Indonesia
“Selama ini enggak pas (mindset) karena itu enggak berkembang kita. Lalu yang bisa mengubah mindset itu harus lembaga. Tidak bisa kita menunggu periset dan akademisi mengubah mindset. Supporting sistem yang harus membuat itu berubah,” ujar Laksono.
Menurutnya pendanaan sebesar Rp440 miliar untuk dua tahun itu sangat kecil. Dia mengaku ditarget jauh lebih besar dari itu. Tapi Laksono tidak mengejar penyerapan, melainkan kualitas dari riset.
“Kalau mau bikin Rp1 triliun untuk dibagi-bagi gampang. Tapi itu akan merusak mentalitas. Uangnya kecil karena kita pilah-pilah pembiayaannya. Kalau dulu siapa pun perisetnya dikasih Rp3 miliar tapi disuruh mengurus semuanya sendiri mulai dari beli alat sampai bikin diseminasi. Seolah-olah dapat uang gede padahal untuk periset ternyata kecil dan yang paling parah perisetnya capek ngurusin hal-hal lain dan keteteran,” tegasnya.
“Buktinya publikasi jeblok, patennya enggak ada dan seterusnya. Jadi uangnya kecil-kecil. Paling Rp200 juta. Tapi enggak perlu ngurusin infrastrukturnya. Karena tidak mungkin infrastruktur diserahkan ke periset. Periset itu pintar tapi di bidangnya yang sangat sempit tapi dalam. Enggak bisa disuruh urusin banyak hal,” pungkas Laksono. (H-2)
PENELITI BRIN NiLuh Putu Indi Dharmayanti, mengatakan penyakit zoonosis virus nipah (NiV) bisa saja terjadi di Indonesia karena ada banyak faktor pendorongnya.
BRIN menilai pendekatan kebijakan berbasis risiko menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara kontribusi ekonomi industri olahan tembakau dan perlindungan kesehatan masyarakat.
Komisi X DPR RI mengapresiasi kinerja riset nasional tahun 2025 dan mendorong inovasi lebih membumi, termasuk penguatan peran teknologi dalam penanganan bencana
Ketika diuji di laboratorium pada sel kanker payudara, senyawa ini banyak masuk dan terakumulasi di sel kanker payudara yang memiliki reseptor estrogen positif.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembangkan teknologi biosensing yang dinilai berperan strategis dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi analisis di bidang kesehatan.
Asuransi ini menyasar kendaraan listrik sesuai Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI).
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
UNESCO memberikan dukungan agar inovasi ini dijadikan lembaga yg profesional dan mampu menjalankan layanan sertifikasi dan publikasi setiap karya dari para anggotanya.
Penghargaan diberikan kepada dosen yang secara mandiri maupun tim memperoleh hibah penelitian internal atau eksternal, hak paten atau kekayaan intelektual.
Skema-skema pendanaan ini terbuka untuk berbagai disiplin ilmu dan sektor, mulai dari riset dasar hingga komersialisasi hasil inovasi.
ATSIRI Research Center (ARC) meraih Juara 1 di ajang Global Innovation Awards 2024 yang dilaksanakan oleh GIMI (Global Innovation Management Institute) di Barcelona, Spanyol.
Diana terpilih menjadi highlight dalam IFS annual report 2023 dari sejumlah 8000 peneliti yang berasal dari 105 negara yang mendapat hibah riset dari IFS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved