Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Indonesia (UI) bersama UPT K3L UI menyelenggarakan program Penguatan Desa Sehat Tangguh Bencana di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu. Program ini menargetkan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana melalui pelatihan penanggulangan dan mitigasi serta pemberian materi pertolongan pertama pada korban bencana.
Ketua Tim Program Fatma Lestari menyatakan, program ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan masyarakat tentang cara-cara mitigasi bencana dan pertolongan darurat medis. Program ini juga mencakup pemasangan signage jalur evakuasi dan titik kumpul di lingkungan Pulau Kelapa, sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.
“Dengan pelatihan ini, kami berharap Pulau Kelapa dapat menjadi desa percontohan yang tangguh terhadap bencana, terutama di kawasan yang rawan seperti Kepulauan Seribu,” ujar Fatma, melalui keterangannya, Senin (16/9).
Baca juga : Gandeng ICLEI, BNPB Kembangkan Program Ketahanan iklim dengan Antisipasi
Pengelola RPTRA Nyiur Melambai Kelurahan Pulau Kelapa, Ati juga mengungkapkan pengalamannya belajar bagaimana cara menanggulangi bencana dan menyelamatkan diri. Hingga menolong orang yang sedang pingsan.
"Kami juga diajarkan bagaimana menolong orang yang pingsan atau yang mengalami kecelakaan. Ilmu yang diajarkan sangat bermanfaat, terutama untuk menolong keluarga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Ati juga berharap pelatihan ini sering diadakan dan dapat melibatkan lebih banyak orang.
"Harapannya semoga ke depannya kegiatan seperti ini terus diadakan, dan bisa melibatkan anak-anak, misalnya bekerja sama dengan PMR yang ada di sekolah-sekolah. Ilmu ini relevan dan sangat bermanfaat," katanya. (Z-8)
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
BMKG: Rekayasan atau modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mencegah potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah Jakarta.
BMKG: hujan sedang yang berlangsung lama atau terjadi berulang dalam waktu berdekatan dapat meningkatkan akumulasi air penyebab banjir.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91W dan penguatan Monsun Asia yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di jalur Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
“Pemilihan lokasi pemasangan EWS didasarkan pada kejadian banjir susulan akhir tahun 2025 di Desa Lampahan Timur,”
Sebanyak 62 jadwal perjalanan kereta cepat Whoosh kembali normal usai gempa bermagnitudo 4,9 di Kabupaten Bekasi.
Sistem peringatan dini gempa bumi memanfaatkan jaringan sensor seismik untuk mendeteksi gelombang primer (P)—gelombang cepat yang muncul pertama kali saat gempa terjadi.
BMKG membuat sistem peringatan dini tsunami Indonesia (InaTEWS) yang resmi beroperasi sejak 11 November 2008.
Potasium bisa dijadikan indikator baru dalam pemantauan aktivitas vulkanik, terutama untuk menilai potensi terjadinya letusan besar yang memicu pembentukan kaldera.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyebaran informasi kebencanaan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk operator seluler dan televisi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved