Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Adrin Tohari mengatakan pemerintah perlu meningkatkan infrastruktur berupa power supply atau jaringan listrik dan internet guna memaksimalkan pemberian informasi kebencanaan melalui Sistem Nasional Peringatan Dini Kebencanaan (SNPDK).
“Dalam memberikan informasi terutama di wilayah terpencil yang mungkin belum tersentuh oleh sistem informasi baik digital maupun internet, masih terkendala akses sumber power supply. Jangankan akses internet atau digital, untuk menerima SMS itu saja masih banyak yang belum bisa menjangkau,” jelas Adrin kepada Media Indonesia di Jakarta pada Selasa (1/10).
Adrin mengatakan power supply menjadi hal yang paling mendasar dan esensial yang harus diperkuat pemerintah untuk membuat sistem SNPDK dapat berjalan efektif agar informasi kebencanaan dapat sampai secara cepat.
Baca juga : Masyarakat Perlu Miliki Peta Bahaya Tsunami
“Bagaimana membuat sistem peringatan dini itu sustain atau berkelanjutan, dan ketika memang terjadi bencana jangan sampai sistemnya sudah terbangun tapi ketika ada bencana, informasi itu terputus karena memang sumber power supply atau sumber listrik itu tiba-tiba tidak bisa bekerja sehingga informasi yang disampaikan tidak terkirim,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Adrin mengungkapkan masih banyak wilayah di Indonesia yang tidak mendapatkan aliran listrik, jikapun mendapatkan biasanya harus melalui tenaga surya dengan daya listrik yang masih minim.
“Kemudian kalau di berbagai pelosok itu sumber listrik masih menggunakan tenaga surya jadi bagaimana itu bisa mensupport sistem peringatan ini. Jadi yang paling dasar power supply karena banyak-banyak informasi gagal tersampaikan itu karena power supply-nya tidak tersedia, tiba-tiba mati,” jelasnya.
Adrin menilai, daripada memaksakan sistem SNPDK di wilayah yang sulit terjangkau listrik, ia menyarakankam agar pemerintah memaksimalkan penggunaan drone sebagai alat untuk memberikan peringatan bahaya tsunami kepada penduduk yang tinggal di kawasan pantai.
“Hal ini bisa dilakukan melalui pengeras suara dari drone dan memantau zona kedatangan tsunami serta daerah di sekitar pantai melalui kamera drone. Bisa memanfaatkan kapal-kapal laut nelayan sebagai support system, jadi terpasang di kapal-kapal nelayan untuk bisa langsung mengirimkan data,” pungkasnya. (H-2)
Penyediaan fasilitas MCK menjadi langkah inisiatif yang selaras dengan kebutuhan dalam membantu menjaga kesehatan masyarakat, memulihkan martabat.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
KOMISI VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap penanggulangan bencana
Ia menegaskan kondisi tersebut menuntut penguatan kesiapsiagaan dari berbagai sektor, terutama dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
“Pemilihan lokasi pemasangan EWS didasarkan pada kejadian banjir susulan akhir tahun 2025 di Desa Lampahan Timur,”
Sebanyak 62 jadwal perjalanan kereta cepat Whoosh kembali normal usai gempa bermagnitudo 4,9 di Kabupaten Bekasi.
Sistem peringatan dini gempa bumi memanfaatkan jaringan sensor seismik untuk mendeteksi gelombang primer (P)—gelombang cepat yang muncul pertama kali saat gempa terjadi.
BMKG membuat sistem peringatan dini tsunami Indonesia (InaTEWS) yang resmi beroperasi sejak 11 November 2008.
Potasium bisa dijadikan indikator baru dalam pemantauan aktivitas vulkanik, terutama untuk menilai potensi terjadinya letusan besar yang memicu pembentukan kaldera.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyebaran informasi kebencanaan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk operator seluler dan televisi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved