Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAN Anda mendengar istilah swamedikasi? Swamedikasi atau pengobatan sendiri, adalah upaya pengobatan yang dilakukan secara mandiri untuk mengatasi gejala penyakit tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Meskipun terlihat praktis, swamedikasi memiliki risiko kesehatan yang perlu diperhatikan.
Menurut Kepala Pemasaran Profesional Perawatan Pribadi Unilever Indonesia, drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent, MDSc, menjelaskan bahwa swamedikasi melibatkan berbagai jenis obat, seperti obat bebas, obat terbatas, obat tradisional, dan obat resep.
"Swamedikasi mencakup berbagai jenis obat yang perlu diperhatikan dengan baik. Ada label hijau, merah, dan biru yang harus dipahami untuk menghindari kesalahan penggunaan. Interaksi antar obat juga perlu diperhatikan," katanya.
Baca juga : Metode Laser Bisa Obati Wasir Lebih Cepat dan Minim Nyeri
Bahkan, resiko utama dari swamedikasi bisa terkena penyakit kronis. Dampaknya pun tampak cukup berbeahaya, bukannya sehat malah menjadi semakin sakit.
"Jika seseorang mengonsumsi banyak obat tanpa berkonsultasi dengan dokter, hal ini bisa menyebabkan gangguan pada hati dan ginjal. Semua obat diolah dan dikeluarkan melalui organ-organ ini, sehingga penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan masalah kesehatan serius," ungkapnya.
Selain itu, untuk swamedikasi pada masalah gigi biasanya banyak ditemukan seperti penggunaan antibiotik tanpa resep, bisa berisiko tinggi.
Baca juga : Obat Sakit Kepala tidak Boleh Dikonsumsi Selama Lebih dari 15 Hari
"Banyak orang memilih pengobatan mandiri karena keterbatasan akses layanan kesehatan gigi, masalah finansial, atau ketidaknyamanan untuk berobat langsung. Namun, pengobatan tanpa konsultasi bisa memperburuk kondisi, meningkatkan resistensi antibiotik, dan bahkan menyebabkan disfungsi ginjal yang berpotensi fatal," tegasnya.
Dalam sebuah jurnal yang ditulis oleh Holt yang dikutip oleh Aini et al, 2019 swamedikasi adalah risiko obat yang tidak digunakan sesuai aturan, yang dapat menyebabkan pemborosan biaya dan waktu untuk mengatasi masalah kesehatan.
Selain itu, terdapat kemungkinan timbulnya reaksi tidak diinginkan seperti efek samping, resistensi, dan sensitivitas. Swamedikasi juga dapat didorong oleh subjektivitas, dengan pemilihan obat sering kali berdasarkan pengalaman pribadi, iklan, dan pengaruh lingkungan sosial.
Untuk mencegah risiko kesehatan ini, sangat penting untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga medis yang berkompeten sebelum memulai pengobatan. Dengan begitu, Anda dapat memastikan penggunaan obat yang aman dan efektif, serta menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. (Z-12)
Pengembangan teknologi medis berbasis robotik terus menjadi pilar penting dalam peningkatan mutu layanan kesehatan modern.
Thalassemia disebabkan oleh mutasi genetik yang mengganggu produksi rantai globin dalam hemoglobin.
Kepala Badan Medis dan Biologi Federal (FMBA) Rusia, Veronika Skvortsova, mengumumkan bahwa vaksin kanker Rusia, Enteromix, telah selesai diuji praklinis.
Tidak semua obat aman dikonsumsi tanpa aturan. Kesalahan dalam menentukan dosis, interaksi dengan obat lain, hingga efek samping yang kerap diabaikan bisa berakibat fatal bagi kesehatan.
6 tips pola makan untuk pasien kanker yang mendukung pemulihan tubuh, meningkatkan daya tahan, dan menjaga kesehatan setelah pengobatan kanker.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengutuk keras orangtua atau pelaku yang telah melakukan kekerasan dan menelantarkan anak di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Obat yang mengandung steroid bisa membahayakan kesehatan tulang apabila dikonsumsi secara terus menerus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved