Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengungkapkan tata kelola zakat mampu membantu mengentaskan kemiskinan bagi
577.138 jiwa di Indonesia pada 2023, dengan 321.757 diantaranya berada pada tingkat kemiskinan ekstrem.
"Kinerja pengentasan kemiskinan berbasis zakat tahun 2023 menunjukkan tren positif. Selama tahun 2023, pengelola zakat secara nasional telah mengentaskan warga dari kemiskinan sebanyak 577.138
jiwa, 321.757 jiwa diantaranya dari zona miskin ekstrem,"kata Pimpinan Baznas RI Bidang Transformasi Digital Nasional Nadratuzzaman Hosen melalui keterangan di Jakarta, Selasa (27/8).
Nadra mengungkapkan pada 2023, pengumpulan zakat nasional mencapai nominal Rp32,3 triliun, yang memiliki nilai setara dengan 7,3% anggaran perlindungan sosial (Perlinsos) di tahun yang sama.
Baca juga : Presiden Imbau Masyarakat Tunaikan Kewajiban Zakat
"Jika potensi zakat sebanyak Rp327 triliun tercapai, itu setara dengan 76% anggaran Perlinsos tahun 2022," lanjutnya.
Nadra mengatakan berbagai program Baznas turut membantu capaian tersebut, karena sesuai dengan kebijakan pemerintah, seperti zakat sebagai salah satu sumber pendanaan dalam percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem yang ditetapkan pada 8 Juni 2022.
Dalam hal ini, kata dia, Baznas sebagai Lembaga Pemerintah Nonstruktural mengambil peran dalam melakukan tugas dan fungsi pengelolaan zakat dalam meningkatkan manfaat zakat, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan sebagaimana yang diamanatkan oleh UU 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
"Adapun model penanggulangan dan pengentasan kemiskinan berbasis dana zakat yang dilakukan oleh Baznas meliputi pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan sosial dan pemberdayaan dakwah
atau advokasi,"ujarnya.
Akselerasi pengentasan kemiskinan yang diwujudkan melalui hal tersebut, kata Nadra, bertujuan untuk mengubah penerima zakat atau mustahik menjadi pemberi zakat atau muzaki, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat, baik dari aspek materiil maupun spiritual. (Ant/H-3)
Kantor Digital tidak hanya bermanfaat bagi para muzaki, tetapi juga bagi mustahik.
Tidak lagi sekadar respons darurat yang bersifat sementara, zakat diarahkan menjadi pilar sistem perlindungan sosial umat yang bekerja secara lintas fase.
Negara ingin memastikan bahwa pemegang izin pengelolaan zakat adalah lembaga yang benar-benar bekerja, bukan sekadar entitas di atas kertas.
Zakat dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk bantuan langsung kepada mustahik, tetapi juga untuk kepentingan kemaslahatan umum dan pemulihan pascabencana.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Masjid Nurul Hidayah Kebayoran Baru Jakarta Selatan meluncurkan Program Sedekah Barang.
Baznas sukses menggelar Konferensi Zakat Internasional ke-9 atau The 9th International Conference on Zakat (Iconz) 2025 yang menghasilkan sembilan resolusi
Bantuan ini merupakan simbol solidaritas dan penguatan ukhuwah antarwilayah dalam membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.
Baznas telah menyalurkan bantuan kemanusiaan sejak hari pertama bencana melanda Provinsi Aceh dan Sumatra.
Ketersediaan air bersih tidak hanya diperlukan untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi lingkungan, mencegah penyebaran penyakit, serta menunjang aktivitas harian.
Kantor Digital tidak hanya bermanfaat bagi para muzaki, tetapi juga bagi mustahik.
Dampak bencana di wilayah Sumatra bersifat luas dan membutuhkan penanganan jangka menengah hingga panjang.
Baznas memberikan program layanan kesehatan gratis bagi korban penyintas bencana banjir di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved