Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MERESPONS adanya potensi kekeringan di sejumlah daerah, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyusun rencana untuk melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah daerah untuk mengisi waduk.
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca Tri Handoko Seto mengungkapkan, rencananya, OMC untuk mengantisipasi potensi kekeringan akan dilaksanakan di kisaran bulan September hingga Oktober 2024.
“Kami masih memantau perkembangan cuaca. Perkiraan (pelaksanaan OMC) pada September - Oktober,” kata Seto saat dihubungi Senin (26/9).
Baca juga : Prakiraan Cuaca: 13 Daerah di Jawa Tengah Diguyur Hujan, Kamis 8 Agustus 2024
Adapun, OMC untuk antisipasi dampak kekeringan rencananya akan dilakukan di Sungai Brantas, Jawa Timur, Citarum, Jawa Barat Bakaru, Sulawesi Selatan, dan Poso, Sulawesi Tengah. “Juga OMC di Banten. Tapi semua masih dalam tahap perencanaan untuk dilakukan tahun ini,” imbuh Seto.
Berdasarkan informasi yang diakses dari laman BMKG, mereka telah mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologi di sejumlah daerah pada kurun waktu 21-31 Agustus 2024. BMKG memaparkan bahwa berdasarkan jumlah ZOM, sebanyak 64% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.
Wilayah yang sedang mengalami musim kemarau meliputi Aceh, sebagian Sumatera Utara, Riau, sebagian Bengkulu, Jambi, Benhkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Barat, sebagian Sulawesi Tenggara, Sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian Maluku, dan sebagian Papua Selatan. (Z-8)
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
Hingga Senin (19/1), banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Nasional Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pemerintah tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah yang lain.
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
Kebutuhan untuk penanganan kekeringan dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu dicari upaya lain seperti mencari sumber air baru.
Gelombang panas, terutama pada siang hari, mempercepat penguapan air dari daun dan tanah, menurunkan ambang kekeringan.
BEBERAPA desa di kawasan lereng Gunung Merapi, di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini mengalami kekeringan
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (31/7) hujan masih turun di sejumlah daerah di Jawa Tengah terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, namun dengan intensitas yang menurun.
Mundurnya musim tanam disebabkan adanya revitalisasi atau perbaikan saluran irigasi baik air yang mengalir melalui Saluran Induk Cipelang dan Saluran Induk Sindupraja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved