Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangkaian Dies Natalis ke-40 Universitas Terbuka (UT), sebagai bentuk kesadaran dan kemajuan akan kecerdasan buatan atau Al (Artificial Intelligence), UT melakukan Seminar Al dalam pembelajaran secara hybrid dengan tema Transformasi Pendidikan di Era Digital: pemanfaatan Al untuk Pembelajaran yang optimal dan efektif.
Rektor UT, Prof. Ojat Darojat mengatakan bahwa sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan teknologi pembelajaran jarak jauh, UT harus memberikan perhatian lebih berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dalam hal pendidikan.
“Di era saat ini, di mana kita banyak berbicara mengenai AI atau kecerdasan buatan, banyak teman-teman di UT mempelajari lebih jauh AI agar bisa membantu pengabdian kita pada institusi. Sharing sudah banyak dilakukan dan saya kira itu penting bagi kita yang mengabdikan diri di PTN,” ungkapnya dalam Seminar AI dalam Pembelajaran bertajuk Transformasi Pendidikan di Era Digital: Pemanfaatan AI untuk Pembelajaran yang Optimal dan Efektif di Kampus Universitas Terbuka, Tangerang, Rabu (21/8).
Baca juga : Universitas Terbuka Kukuhkan 4 Dosen Menjadi Profesor dari FHISIP dan FKIP
Lebih lanjut, Ojat menjelaskan bahwa AI itu bukan hal yang tumbuh secara tiba-tiba, tapi memiliki perkembangan sejak 1950 dari Alan Turing.
“ChatBot sudah dihasilkan sejak 1960. Lalu 1970 dan 1980 terus berlanjut perkembangannya sampai saat ini. Jadi perkembangannya sudah lama,” kata Ojat.
Menurutnya, di era teknologi saat ini, seluruh pihak tidak bisa menghindari AI. Justru hal ini perlu dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi khususnya untuk dijadikan bantuan dalam hal belajar mengajar.
Baca juga : Cetak Ribuan Wisudawan, Rektor UT: Para Alumni Topang Pembangunan
“Jadi tidak bisa dilarang menggunakan AI. Harus didorong pemanfaatannya untuk kepentingan akademik. Itu menjadi sangat penting dan concern kita semua pemanfaatan AI untuk pengembangan pembelajaran,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Dosen Prodi Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Azkaryo Rizky Pratama menambahkan bahwa AI dalam memiliki scoop yang sangat luas. Salah satu AI yang banyak dimanfaatkan dalam pembelajaran saat ini adalah ChatGPT.
“ChatGPT itu sebetulnya hanya sebuah aplikasi yang memberikan antar muka dengan model AI. ChatGPT bekerja dengan memprediksi kata yang akan datang berdasarkan kata atau konteks sebelumnya. Konsepnya sederhana,” kata Rizky.
Baca juga : Perusahaan Teknologi Lokal Gandakan Kapasitas Produksi Hingga 3 Kali Lipat untuk Ekspansi yang Masif
Menurutnya, Chat GPT ini dapat membantu para pengajar sebagai pemandu untuk membuat konten dan dapat digunakan untuk membantu riset. Selain itu juga, ChatGPT dapat digunakan juga untuk administrasi yang memudahkan para pengajar. Namun demikian, cek dan ricek perlu dilakukan.
“Dari semua kemudahan itu tentu ada tantangannya. ChatGPT ini tidak semua negara tersedia. Isu privasi juga menjadi hal yang menjadi perhatian. Namun demikian, kita tidak bisa menghindari ChatGPT tapi kita harus membaur. Kita harus memberikan guidance apa yang boleh dan tidak boleh. Jadi mahasiswa dapat diarahkan pemanfaatannya seperti apa,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Riset dan Inovasi Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh UT, Daryono mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang mengembangkan penggunaan AI untuk dapat mempermudah proses pembelajaran di UT
Baca juga : UT Tuan Rumah NUDC 2024, Rektor Tekankan Pentingnya Kemampuan Berpikir Kritis
“Dengan adanya AI kita bisa membuat pembelajaran menjadi lebih personalized. Ke depan ide kami ingin mengintegrasikan AI untuk menjadi aktif tidak hanya pasif. Jadi dia bisa dibuat seperti halnya manusia yang dapat membantu pembelajaran secara aktif,” ucap Daryono.
Dia memperlihatkan sebuah contoh pemanfaatan AI yang digunakan secara aktif untuk pembelajaran. Dalam video tersebut, terlihat AI dapat berinteraksi dengan seorang yang sedang mempelajari matematika. AI tersebut dapat memberikan penjelasan mengenai soal yang sulit tanpa harus langsung menjawab persoalan tersebut, tapi mengarahkan penggunanya agar dapat menjawab hal tersebut dengan proses belajar.
Wakil Rektor Bidang Akademik UT, Dr. Mohamad Yunus mengatakan, seminar ini menghadirkan berbagai macam topik pembahasan yang meliputi dasar-dasar kecerdasan buatan dan aplikasinya dalam pendidikan, pengembangan sistem pembelajaran menggunakan AI, studi kasus penerapan AI, tantangan etika dalam penerapan AI di pembelajaran, user dalam AI assistant, personalize dalam pembelajaran, prompting dan penggunaan dashboard AI.
“Pemanfaatan AI dalam pembelajaran memerlukan pemahaman yang mendalam dan keterampilan teknis yang tepat. Penerapan AI dalam pembelajaran di UT bukan hanya tentang adopsi teknologi baru, tetapi juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mentransformasi pendidikan jarak jauh di Indonesia,” ujar Yunus.
Dia menekankan bahwa penerapan AI sejalan dengan misi UT untuk menyediakan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas kepada seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan seminar dan workshop yang dapat memberikan pengetahuan praktis dan keterampilan dalam penerapan AI dalam pembelajaran di UT.
Terselenggaranya kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai konsep dan aplikasi AI dalam pembelajaran sehingga AI dapat diterapkan dalam kurikulum dan metode pembelajaran untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan adaptif.
(Z-9)
FILM drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah (Sci-fi), Esok Tanpa Ibu segera tayang di bioskop, dibalut dengan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI)
Pada 2025, jumlah pengguna PLN Mobile melonjak drastis hingga melampaui 50 juta pengunduh dan total transaksi tahunan lebih dari 30 juta transaksi.
Marhaenisme sebagai ideologi organisasi tidak boleh anti-teknologi. Sebaliknya, teknologi harus dikendalikan oleh nilai-nilai ideologis untuk kepentingan rakyat kecil.
Inilah paradoks utama media massa di era AI.
Perusahaan manajemen medis global, Medix, menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi menjadi kunci penting untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia.
KEGELISAHAN guru terhadap kehadiran teknologi di ruang kelas kerap dianggap sebagai gejala baru.
UNSIA berencana untuk menjadi Google Reference University pertama di Indonesia serta fokus menjadi hub inovasi melalui World University Ranking for Innovation (WURI).
Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) mendukung penuh atas pendirian ICPI-PU di lingkungan President University.
HAKIM Konstitusi Saldi Isra, mempertanyakan dasar pemberian Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) kepada perguruan tinggi dalam sidang lanjutan pengujian UU Minerba.
Musim pendaftaran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 semakin dekat.
Transformasi itu bergerak jauh lebih cepat daripada siklus kebijakan pendidikan tinggi yang selama ini kita kenal.
KOLABORASI menjadi kunci dalam upaya mempercepat pemulihan usai terjadinya bencana Sumatra. Salah satu yang berperan penting adalah kolaborasi mahasiswa dan perguruan tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved