Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA, negeri yang kaya akan budaya dan sumber daya alam, juga memiliki generasi muda yang tidak kalah cemerlang di panggung internasional.
Anak-anak Indonesia terus menunjukkan mereka mampu bersaing dan berprestasi di berbagai bidang, mulai dari akademik, olahraga, hingga seni.
Beberapa kisah inspiratif tentang anak-anak Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Baca juga : Anak-Anak yang Terlibat dalam Hukum dan Aturannya
Musa dikenal sebagai hafiz Al-Qur'an 30 juz yang mencapai prestasi luar biasa di usia sangat muda. Musa La Ode Abu Hanafi, seorang hafiz cilik, berhasil meraih juara pertama dalam ajang Hafiz Indonesia tahun 2014. Pada saat itu, ia hampir menyelesaikan hafalan Al-Qur'an sebanyak 29 juz pada usia 5,5 tahun. Penghargaan tingkat nasional dari MURI sebagai hafiz Al-Qur'an termuda di Indonesia juga berhasil diraihnya.
Pada tahun 2016, Musa dipilih oleh Kementerian Agama RI untuk mengikuti Musabaqah Hifzil Qur'an (MHQ) Internasional di Sharm El Sheikh, Mesir, di mana ia sukses meraih peringkat ketiga. Sebelumnya, Musa menerima undangan dari Kementerian Wakaf Mesir. Saat itu, Musa menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam kompetisi tersebut dan berhasil mengharumkan nama bangsa.
Joey Alexander, seorang pianis jazz muda, telah membuat gelombang besar di dunia musik internasional. Pada usia 11 tahun, Joey menjadi artis jazz termuda yang pernah dinominasikan untuk Grammy Awards. Penampilannya di berbagai acara bergengsi seperti Newport Jazz Festival dan Lincoln Center telah membuktikan bakat luar biasa yang dimilikinya.
Baca juga : Hari Anak Nasional 2024, Ini 7 Permasalahan Dalam Dunia Anak di Indonesia
Penampilan menakjubkan Joey pada konser Juiliard School membuatnya mendapat hal besar, yaitu ia memperoleh visa O-1. Di mana visa tersebut diberikan kepada seseorang yang mempunyai kemampuan yang luar biasa.
Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay yang akrab di panggil Nono, adalah anak berbakat yang berasal Nusa tenggara Timur (NTT). Diusia 8 tahun ia berhasil meraih prestasi di bidang matematika. Ia memiliki kecerdasan yang luar biasa di banding anak-anak seusianya.
Nono membawa nama Indonesia ke dunia internasional dengan meraih juara pertama dalam lomba matematika tingkat dunia. Lomba itu diselenggarakan Internasional Online Abacus Olympiad (IAO). Nono menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar juara tersebut, mengalahkan setidaknya 7000 anak dari berbagai negara, termasuk Amerika, Uni Emirat Arab, dan Kanada.
Baca juga : 30 Ucapan Hari Anak Nasional 2024
Nono merupakan anak yang bersekolah di pedalaman, tetapi semangatnya dalam belajar dan menggapai cita-cita membuatnya dapat maju hingga sejauh ini.
Putri Ariani mulai dikenal saat menjadi pemenang ajang pencarian bakat Indoneisa’s Got Talent tahun 2014, pada usia 9 tahun. Walaupun tunanetra, Putri Ariani adalah penyanyi bersuara merdu yang berhasil menarik perhatian di tingkat nasional dan internasional. Dia mengikuti kompetisi America's Got Talent musim ke-18 dan mendapatkan Golden Buzzer dari Simon Cowell.
Sejak 2018, Putri Ariani telah produktif menulis dan merilis sekitar 28 lagu, termasuk hits terbaru seperti "Mimpi" dan "Loneliness." Sebelumnya, ia aktif meng-cover lagu-lagu terkenal di media sosial. Berkat prestasinya, ia mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan Nadiem Makarim untuk studi di The Juilliard School New York, sebuah cita-cita yang ia miliki sejak kecil.
Cendikiawan Suryaatmadja, yang akrab dipanggil Diki, dikenal sebagai anak jenius dengan IQ mencapai 189—angka yang lebih tinggi dari Albert Einstein. Diki mengalami akselerasi pendidikan, pada usia 12 tahun, ia sudah menjadi mahasiswa Fisika di University of Waterloo, Kanada. Dia menyelesaikan gelar masternya pada usia 17 tahun, mencatatkan diri sebagai salah satu lulusan master termuda di universitas tersebut. Kini, Diki berencana melanjutkan ke jenjang PhD dan mendorong generasi muda untuk mengejar potensi mereka.
Prestasi anak-anak Indonesia di kancah internasional menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi besar untuk bersaing dan berjaya di tingkat global. Dukungan dari keluarga, sekolah, dan pemerintah sangat penting untuk membantu mereka mencapai impian dan mengharumkan nama bangsa. Mari kita terus memberikan apresiasi dan dukungan kepada generasi muda Indonesia agar mereka dapat terus berkembang dan meraih prestasi yang membanggakan. (Z-3)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Robot bawah laut otonom Mako diuji di Great Barrier Reef untuk menanam benih lamun secara presisi. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat restorasi.
Menlu Sugiono bertemu Sekjen PBB António Guterres di New York, bahas Palestina, Board of Peace, dan partisipasi Presiden Prabowo Subianto.
Menlu Sugiono bertemu Wakil Palestina di PBB, bahas Solusi Dua Negara, Board of Peace, dan kesiapan Indonesia kirim pasukan perdamaian ke Gaza.
Pengamat militer Khairul Fahmi menilai kehadiran Indonesia di Board of Peace dan rencana 8.000 TNI ke Gaza krusial cegah dominasi politik Israel.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved