Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KALLA Group yang merupakan perusahaan milik keluarga Jusuf Kalla, terus mengembangkan bisnis berbasis Green Energy mulai dari hulu hingga hilir. Perusahaan yang berdiri sejak 1952 ini menargetkan 8 pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Indonesia dengan kapasitas 2.060 megawatt.
Pada sisi hulu, KALLA melalui unit bisnis PT Poso Energy telah menjadi produsen energi melalui Independent Power Producer (IPP) untuk PLTA dengan total kapasitas mencapai 2.060 MW yang tersebar di PLTA Poso Peaker (515 megawatt) di Sulawesi Selatan yang telah diresmikan Presiden Jokowi Widodo pada 2020, dan PLTA Malea (900 megawatt) di Tana Toraja, Sulawesi Selatan yang telah beroperasi.
“Kalau kita kemarin yang sudah jalan itu, yang 515 di tahun 2022 kemarin,” katanya Ismet Rahmad Kartono, Business Development Manager PT Poso Energy saat ditemui Media Indonesia di Jakarta pada Selasa (11/6).
Baca juga : Perusahaan Pertambangan Lebih Transparan soal Lingkungan
Di luar PLTA Poso Pekaer dan PLTA Malea yang sudah diresmikan, perusahaan memiliki proyek lainnya seperti PLTA Poso 3 (400 megawatt), PLTA Poso 4 (30 megawatt), PLTA Kerinci (350 megawatt) berlokasi di Kab. Kerinci, Jambi, PLTA Mamuju Atas (90 megawatt) dan PLTA Mamuju Bawah (360 megawatt) berlokasi di Mamuju Bawah, Sulawesi Barat serta PLTA BMS (225 megawatt) berlokasi di Luwu, Sulawesi Selatan.
Ismet mengatakan bahwa sebanyak 8 PLTA yang dibangun di sejumlah Provinsi ini berpotensi dapat mengurangi emisi gas karbon (Co2) sebanyak 16,7 juta ton. Sementara itu, PLTA Kerinci yang akan selesai dalam waktu dekat berkapasitas 350 megawatt di Kerinci, Jambi siap diresmikan tahun depan. Saat ini progres pengerjaannya sudah memasuki tahap konstruksi.
“Berikutnya kami ada PLTA Kerinci 350 megawatt, ini sedang dalam tahap konstruksi yang targetnya 2025,” ujarnya.
Baca juga : Simas Jiwa Sosialisasikan Aksi Hidup Bersih kepada Warga Petamburan
Kalla Construction Director, Kamaluddin menambahkan bahwa untuk investasi tersebut, pihaknya menyiapkan anggaran Rp30 triliun untuk penyelesaian PLTA milik perusahaan. “Itu kalau untuk pembangunannya (semua) proyek PLTA kurang lebih Rp30 triliun, kurang lebih ya,” imbuh Kamaluddin.
Kalla Group kini fokus kepada tahap persiapan hingga pembangunan fasilitas seperti akses jalan masuk, konstruksi, hingga menunggu tender dari perusahaan. Meski begitu, perusahaan membuka peluang bekerja sama dengan industri lainnya, seperti hidrogen hingga smelter.
“Kalau ada proposal dari industri yang menarik, seperti hidrogen misalnya, pabrik hidrogen kan sekarang lagi hype, lagi ngetren. Atau smelter atau yang lainnya. Nanti kami coba kembangkan kira-kira arahnya ke mana,” pungkas Ismet.
Baca juga : Target Optimalkan Hilirisasi, Perbaiki Tata Kelola Timah
Merambah EV
Melalui JV Co, KALLA juga sedang mengembangkan ekosistem pembuatan baterai EV (Electric Vehicle) mulai dari upstream sampai dengan downstream melalui Eramet Bumi Sulawesi dan Bumi Mineral Sulawesi. Sedangkan di Hilir, KALLA telah hadir menjadi salah satu main dealer motor listrik United EV serta menghadirkan green property di Nipah PARK dan perumahan Bukit Baruga.
Komitmen green bisnis ini terus diperkuat di unit bisnis KALLA di bidang smelter yaitu PT. Bumi Mineral Sulawesi yang menggunakan 100% sumber energi terbarukan yang nantinya akan menghasilkan feronikel sebanyak 33.000 ton dan nikel sulfat sebanyak 31.400 ton per tahun di Fase pertama pada tahun 2024 dan di Fase kedua hingga 2027 diproyeksi dapat memproduksi 125.600 ton nikel sulfat per tahun.
“Selain bisnis, KALLA juga menghadirkan berbagai program yang mendukung keberlanjutan antara lain Aksi Mangrove Lestari, yaitu Pengelolaan Ekosistem Mangrove melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dimana KALLA akan melakukan penanaman mangrove dengan total luasan 24 Ha dengan panjang 6,5 Km di pesisir pantai Kelurahan Tekolabbua Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan dengan memberdayakan nelayan setempat” imbuh, Muhammad Shobirin selaku Strategic Management Division Head KALLA.
Baca juga : Tanam 1.000 Mangrove di Marunda untuk Jaga Lingkungan
KALLA juga menghadirkan Pengelolaan Sampah TPS3R Bersinergi dan Berkelanjutan yang bertujuan untuk mengurangi volume sampah ke TPA dan mengubah sampah menjadi aset yang memiliki dampak ekonomi kepada masyarakat. Poso Energy juga menggelar berbagai CSR yang berfokus pada lingkungan antara lain restocking anakan Ikan Sidat di Danau Poso dan pengadaan air bersih di Desa Saojo, Pamona Utara.
Di bidang Social, KALLA menerapkan Inklusifitas dan Diversity karyawan dengan lebih 70% karyawan berasal dari Millenial dan Gen Z dengan keterwakilan perempuan yang mencapai kurang lebih 20% di setiap jenjang jabatan. Selain itu KALLA juga menerapkan budaya hijau dengan mengurangi sampah plastik, penggunaan bahan daur ulang melalui kerja sama KALLA dan Rappo yang menyediakan official merchandise KALLA melalui plastik bekas laundry.
KALLA juga terus mendekatkan diri dengan Millenial dan Gen Z melalui isu lingkungan dalam penyelenggaraan event Kalla Youth Fest yang di tahun 2024 ini akan digelar pada September 2024 mendatang dengan tema Save the Planet yang akan fokus pada aksi dan diskusi terkait lingkungan yang lebih hijau.
KALLA juga terus mengembangkan potensi karyawannya di bidang volunteering melalui kehadiran Kalla Rescue yang bergerak dibidang misi kemanusiaan dan bencana alam serta pengelolaan talenta terbaik baik internal maupun calon karyawan baru melalui Kalla Internship Program, Kalla Future Leaders dan Kalla Management Trainee Program.
Di bidang Governance, KALLA menghadirkan inovasi layanan Whistle Blowing System yang memberikan ruang dan platform bagi karyawan maupun masyarakat yang ingin melaporkan tindakan penyimpangan dan melanggar hukum oleh karyawan. Selain itu, KALLA juga sejak 2023 telah menerapkan ISO 27001 untuk mendukung keamanan data perusahaan. (S-1)
Menag juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu.
Baterai kertas umumnya menggunakan substrat berbasis selulosa, yakni kertas, sebagai struktur utama yang digabung dengan material elektroda dan elektrolit yang aman serta mudah terurai.
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan bahwa upaya penurunan emisi gas rumah kaca dapat dimulai dari langkah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak perempuan Indonesia mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Peserta diajak meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian Bumi dari ancaman seperti polusi, perubahan iklim, dan menurunnya kualitas sumber daya alam.
Selain memberikan dampak lingkungan dan sosial, inovas ini menghasilkan dampak ekonomi signifikan dan terukur bagi masyarakat Desa Kedungturi.
Konflik di antara elite Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) seharusnya berbicara soal agama dan kemasyarakatan, bukan tambang
Acara gowes santai itu dilanjutkan dengan ngopi bareng tersebut merupakan bagian dari program Sejuta Kayuhan, yang mengajak masyarakat bergerak sehat sekaligus mendukung UMKM.
UNIVERSITAS Teknologi Bandung (UTB) menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar dengan mendorong dosen melanjutkan pendidikan dan kuliah ke luar negeri.
Ahok bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Rabu (20/8) sore. Salah satu pembahasan dari pertemuan tersebut yakni mengenai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Pelajari arti sosial, jenis-jenisnya, dan bentuk interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Mudah dipahami untuk semua!
Taman Budaya X Bogorun 2025 diharapkan akan menjadi tonggak baru dalam peta sport tourism nasional, menandai kebangkitan olahraga, ekonomi, dan budaya di Kabupaten Bogor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved