Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka mengajak generasi muda untuk menuntaskan berbagai isu sosial-lingkungan di sekitarnya, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation menggelar Sapa Kampus 2024.
Pertamina Foundation mendorong para mahasiswa untuk menjadi sociopreneur atau wirausaha sosial, yakni menekuni wirausaha dengan misi utamanya memberikan dampak sosial yang baik kepada masyarakat.
Untuk menjadi sociopreneur, Direktur Operasi Pertamina Foundation Yulius S. Bulo, menyampaikan bahwa para mahasiswa perlu punya kepekaan terhadap permasalahan sekitarnya.
Baca juga : Komunitas Cinta Bangsa Sebut Kinerja Dirut Pertamina Kurang Maksimal
“Sociopreneur singkatnya merupakan bentuk penggabungan antara konsep kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada profit, melainkan juga pada tujuan sosial. Sociopreneur membawa dampak perubahan sosial yang berkelanjutan dan membawa nilai tambah bagi masyarakat serta lingkungannya. Untuk itu, kalian sebagai generasi muda perlu peka terhadap permasalahan sekitar dan kalian tuangkan menjadi sebuah proyek sosial,” ujar Yulius dikutip di Jakarta, Minggu (9/6).
Mewadahi hal tersebut, Pertamina Foundation menyelenggarakan kompetisi proyek sosial PFmuda 2024 dengan tema “novasi Sosial Anak Muda Indonesia. PFmuda siap mengembangkan solusi berkelanjutan dari generasi muda usia 18-35 tahun lewat pendanaan proyek sosial total 3 miliar rupiah, pendampingan dan mentoring serta link and match dengan industri dan investor.
Program PFmuda disambut antusias oleh perguruan tinggi. Apresiasi disampaikan oleh Rektor Primakara University I Made Artana yang mengatakan, kompetisi PFmuda memiliki kecocokan DNA dengan Primakara yang selama ini fokus pada pengembangan inovasi, teknologi, dan technopreneurship atau kewirausahaan generasi muda.
Baca juga : PHR Kembali Buka Program Beasiswa Pendidikan Bagi Putra Putri Riau
"PFmuda ini sangat relate dengan kita di Primakara University, spirit-nya bagaimana menjadi change maker, bagaimana kita menghadirkan inovasi sosial, inovasi teknologi, dan ujungnya menjadi inovasi bisnis. Di Primakara, kita sudah melakukan beberapa program, seperti Program Inovasi Desa, Banjar Creative Space yang mendapat program TJSL Pertamina, Program Pendampingan UMKM, Bali Startup Camp (BSC), Proyek MKWK, dan Kelas Kewirausahaan Inovatif," ujar Made Artana.
Senada, Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof. Ngakan Putu Gede Suardana, mengajak mahasiswa-mahasiswinya untuk mengikuti kompetisi PFmuda.
“Saya berharap mahasiswa-mahasiswi Unud dapat berkarya dan memberikan gagasan khususnya pada bidang proyek sosial inovatif yang nantinya dapat memberikan sumbangsih dalam menuntaskan permasalahan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga : DEM Indonesia Desak Alihkan Subsidi BBM untuk Energi Baru Terbarukan
Dekan Fakultas kehutanan Sigit Sunarta menyampaikan siap untuk mendorong mahasiswanya mendaftar kompetisi PFmuda.
“Locally Rooted, Globally Respected atau Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi, merupakan semboyan UGM yang bermakna bahwa UGM mencetak SDM unggul yang mampu menghadirkan solusi atas persoalan di masyarakat. Ini sejalan dengan semangat kompetisi PFmuda yang menjaring anak-anak muda untuk bisa menghadirkan solusi lewat proyek sosial,” ungkap Sigit Sunarta.
Selain tiga universitas tersebut, Sapa Kampus juga dilakukan di universitas lainnya, antara lain Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Ronggolawe Tuban, dan berakhir di Universitas Bojonegoro pada 8 Juni 2024.
Baca juga : Dukung Kenaikan Pertalite, BEM RI: Alihkan Subsidi dari si Kaya ke si Miskin
Acara ini juga dimeriahkan dengan success story yang disampaikan oleh para pemenang PFmuda dengan beragam proyek sosial, mulai dari aplikasi berbasis navigasi untuk nelayan tradisional (FishGo), kurikulum pendidikan seksual sejak dini (OASE), regenerasi penenun tradisional (SWANTARA), tata kelola pertanian terpadu (TANDURASA), pakan ternak dengan memanfaatkan limbah bonggol jagung (Wana Feed), dan lainnya.
Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari berharap dengan kegiatan Sapa Kampus, dapat menjaring bibit-bibit sociopreneur yang bisa membantu mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals.
“Dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan capaian SDGs, diperlukan peran aktif pemuda untuk yang mampu menjalankan wirausaha sosial, wirausaha yang bisa memberikan dampak manfaat bagi masyarakat atau menjadi solusi bagi permasalahan sosial yang ada. Untuk itu, kami mengadakan kompetisi PFmuda agar semakin banyak wirausaha sosial dan semakin banyak masyarakat berdaya hingga mandiri,” ungkap Agus. (Z-8)
Bantuan beasiswa dari ICMI ini ditujukan bagi mahasiswa UICI yang memiliki potensi akademik tinggi namun menghadapi keterbatasan ekonomi.
Ada 10 tenant ZCorner di Universitas Wahid Hasyim Semarang yang siap melayani dan memanjakan lidah para mahasiswa.
Untar berharap seluruh proses yang dijalani dapat memberikan solusi yang paling tepat, berimbang, dan bertanggung jawab bagi semua pihak terkait.
Para mahasiswa ini akan melaksanakan berbagai program mulai 2-22 Februari 2026. Adapun pemberangkatan dilakukan dalam dua gelombang, pada 2 dan 11 Februari 2026.
Selain perpustakaan, UBM menghadirkan The UBM Immersive Design Lab sebagai ruang eksplorasi berbasis teknologi bagi mahasiswa Program Studi Desain Interaktif.
Pengalaman ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai budaya kerja profesional dan pentingnya integrasi tim legal dalam kesuksesan berbagai sektor bisnis.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan seluruh kapal milik PT Pertamina harus dibangun di galangan kapal dalam negeri.
Kerry Adrianto Riza, saksi mahkota dalam kasus korupsi tata kelola minyak, membantah tekanan dari ayahnya atau Irawan Prakoso terkait kontrak sewa terminal BBM OTM dengan Pertamina.
Saksi mahkota Kerry Adrianto Riza mengungkap Pertamina memperoleh manfaat hingga Rp 17 triliun dari penyewaan Terminal BBM OTM.
PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menunjukkan respons cepat dalam menghadapi dua situasi darurat di perairan lepas pantai Jawa Barat dalam kurun sepekan.
Moody’s Ratings menurunkan outlook 7 emiten Indonesia menjadi negatif, termasuk TLKM, ICBP, dan UNTR. Simak daftar lengkap emiten yang terdampak di sini.
Nilainya mencapai lebih dari Rp 17 triliun jika dikonversikan dalam kurs Rupiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved