Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SUDAHKAH kamu tahu? Penyakit campak dan alergi memiliki perbedaan secara nyata lho. Meski gejalanya mirip, namun ada beberapa karakteristik yang membedakan keduanya.
Gejala serupa pada kedua penyakit ini adalah demam, bercak merah kecoklatan pada kulit, dan gatal-gatal. Namun, asal diperhatikan lebih dekat, sangat mudah untuk mengidentifikasinya lebih jauh.
Lalu apa bedanya campak dan alergi?
Baca juga : Menyusui Lebih dari 2 Tahun, Apakah Berdampak Buruk?
Perbedaan campak dan alergi dapat dilihat dari empat aspek, yaitu gejala, penyebab, pengobatan, dan pencegahan.
Berbeda dengan alergi, campak lebih dari sekadar ruam kecil. Campak merupakan penyakit serius yang dapat menimbulkan komplikasi berbahaya, terutama pada bayi dan anak-anak.
Gejala campak biasanya muncul 7 sampai 14 hari setelah anak terkena virus. Gejala awal penyakit campak yang harus diwaspadai adalah:
Baca juga : Apa itu Obat Soldextam? Yuk Ketahui Kegunaan dan Aturan Pakainya
Sebaliknya, gejala alergi biasanya muncul dalam jangka waktu yang jauh lebih singkat, dari beberapa menit hingga dua jam, setelah bersentuhan atau mengonsumsi zat penyebab alergi.
Berbeda dengan campak, gejala alergi tidak menular. Reaksi alergi bervariasi dan bisa ringan atau berat. Gejala alergi ringan antara lain:
Sementara reaksi alergi berat disebut juga anafilaksis, yang meliputi:
Selain perbedaan gejala, terdapat juga perbedaan signifikan dari penyebab campak dan alergi.
Baca juga : Ini Empat Gejala Khas Rinitis Alergi pada Anak
Campak merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus campak, morbillivirus. Virus campak mudah menular dari satu orang ke orang lain melalui hidung atau tenggorokan orang yang terinfeksi.
Penyakit ini juga dapat menular melalui udara, berbagai minuman dan makanan, mencium seseorang, berjabat tangan, dan menyentuh permukaan benda yang terinfeksi virus. Virus dapat tetap hidup di permukaan tersebut dan menyebar selama beberapa jam.
Sementara itu, alergi adalah ekspresi reaksi sistem kekebalan tubuh yang salah mengira zat tertentu yang tidak berbahaya dari lingkungan sebagai zat penyebab penyakit.
Baca juga : Ini Peran Faktor Genetik dalam Alergi yang Dialami Anak
Alergi bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk makanan seperti kacang-kacangan dan telur, tungau debu, serbuk sari tanaman, bulu hewan, sengatan dan gigitan serangga, dan bahkan obat-obatan.
Berikut ini perbedaan campak dan alergi dari sisi pengobatan:
Pengobatan utama penyakit campak adalah obat-obatan untuk menghentikan infeksi virus di dalam tubuh dan untuk mengurangi gejala yang ditimbulkannya.
Campak bisa menjadi penyakit yang sangat serius, terutama bagi anak-anak. Dalam beberapa kasus, campak dapat menyebabkan komplikasi serius yang memerlukan pengobatan, seperti pneumonia (radang paru-paru) dan ensefalitis (radang otak).
Alergi dapat dihentikan dengan cepat dengan pemberian obat anti alergi. Cara terbaik mengatasi alergi adalah dengan menghindari alerginnya sebisa mungkin.
Orang tua memegang peranan penting dalam hal ini. Misalnya, ajak anak berbicara mengenai alergi dan reaksi yang bisa terjadi jika terkena alergen tertentu. Edukasi ini akan membantu anak mengenali dan menghindari potensi pemicu alergi.
Perbedaan campak dan alergi juga dapat dilihat dari cara mencegahnya. Berikut adalah upaya pencegahannya.
Campak dapat dicegah dengan vaksin campak, vaksin kombinasi (MMR). Vaksin MMR dapat mencegah penyakit gondongan dan rubella.
Vaksin campak diberikan kepada anak dalam dua dosis. Vaksinasi pertama diberikan pada usia 12 hingga 15 bulan. Vaksinasi kedua diberikan pada usia 4 hingga 6 tahun.
Dua dosis vaksin ini telah terbukti 97% efektif mencegah campak dan memberikan perlindungan seumur hidup. Selain itu, lakukan tindakan pencegahan seperti menjaga jarak dengan orang yang terjangkit virus campak.
Pencegahan reaksi alergi tergantung pada jenis alerginya. Langkah-langkah umum untuk membantu mencegah alergi, yaitu menghindari pemicu alergi dan membuat catatan terkait makanan yang dikonsumsi, dan sejak kapan gejala alergi dimulai. Dengan cara ini, membantu dalam mengidentifikasi pemicu alergi yang sulit dihindari.
Itulah perbedaan mengenai campak dan alergi, mulai dari gejala hingga pencegahannya. Dengan memahami secara jelas perbedaan campak dan alergi, diharapkan tidak terjadi kesalahan dalam mengidentifikasi penyakitnya. (Z-10)
KESEHATAN anak menjadi perhatian utama bagi orang tua, terutama saat memasuki musim hujan yang membawa perubahan cuaca ekstrem. Di periode ini, anak-anak sangat rentan mengalami alergi.
Matcha dikenal luas sebagai minuman sehat yang kaya antioksidan, mampu meningkatkan energi, serta membantu fokus.
Alergi merupakan salah satu gangguan kesehatan yang umum dialami banyak orang di berbagai usia. Kondisi ini terjadi ketika sistem imun tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap zat asing
Berbagai obat alergi alami memiliki kandungan yang sama efektifnya dengan obat alergi medis dalam meredakan keluhan yang terjadi.
Perlunya tindakan segera untuk mengatasi perubahan iklim pada sektor ekonomi dan sosial.
Anak-anak dengan CMA juga kerap menghadapi kesulitan dalam lingkungan sosial, misalnya pada pesta ulang tahun atau acara sekolah, saat makanan berbasis susu umum disajikan.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Peran brand dalam sektor kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
HINGGA Februari 2026, belum ada kasus positif infeksi virus Nipah di Indonesia.
MINIMNYA aktivitas fisik disebut sebagai salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami demensia atau Alzheimer usia muda
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved