Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Gunung Bara Utama (GBU) turut bergerak untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir dengan menurunkan Emergency Response Team (Tim ERT) untuk meninjau langsung kondisi korban banjir di Kutai Barat (Kubar).
Kunjungan langsung Tim ERT GBU ke lokasi banjir serta bantuan yang diberikan kepada warga terdampak merupakan bentuk langkah cepat tanggap dari perusahaan yang peduli keselamatan warga sekitar.
Tidak hanya itu, tim ERT GBU juga membantu melakukan evakuasi bagi warga yang terjabak banjir atau Search and Rescue (SAR) serta menyediakan fasilitas layanan kesehatan.
Baca juga : Produsen Jamu Ternama Salurkan Bantuan Rp2OO Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Luwu, Sulsel
Pejabat Sementara Kepala Teknik Tambang (Pjs. KTT) GBU, Adi Rachmani dalam keterangannya, Sabtu menyampaikan bahwa bantuan GBU ini adalah aksi tanggap darurat kemanusiaan untuk korban bencana banjir Kubar di mana perusahaan beroperasi.
"Kami turut prihatin atas musibah banjir yang menimpa masyarakat di Kutai Barat dan kami berharap bantuan yang kami berikan dapat sedikit meringankan beban masyarakat terdampak," ujar Adi.
Selain menerjunkan Tim ERT, GBU turut memberikan bantuan logistik pada korban banjir. Bantuan ini berupa kebutuhan pokok, seperti bahan makanan, obat-obatan, perlengkapan anak, perlengkapan mandi, dan selimut.
Baca juga : Banjir Longsor Kabupaten Luwu: Akses Putus, Warga Terisolasi
Bantuan ini juga mendapat apresiasi dari warga lokal, Alvius, karena dapat membantu warga untuk mengatasi kondisi sulit.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada PT GBU yang telah memberikan bantuan kepada kampung Empakuq, dan kami dari Masyarakat kampung sangat membutuhkan sekali bantuan dari berbagai pihak," katanya.
Adapun warga yang terdampak sebanyak 2 RT dengan jumlah 400 jiwa. Mata pencaharian warga sebagai besar bercocok tanam sehingga dengan musibah ini warga tidak dapat berkebun. Dengan adanya bantuan ini sangat membantu warga yang terkena dampak banjir ini.
Setelah beberapa hari musibah banjir, kegiatan kemanusiaan Tim ERT GBU menjangkau sejumlah daerah terdampak, di antaranya Kelurahan Melak Ilir, Kampung Empakuq, Kampung Emakuq dan Kampung Muara Bunyut yang berada di Kecamatan Melak.
Baca juga : BPBD Kuningan Evakuasi 414 Warga Terdampak Banjir
Bantuan kemanusiaan yang dilakukan GBU ini juga melalui koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kubar, serta pemerintah daerah setempat.
Melalui aksi ini, diharapkan dapat mendorong seluruh elemen masyarakat terkait untuk turut bahu-membahu membantu korban terdampak yang membutuhkan.
Pemerintah Daerah Kutai Barat, Kalimantan Timur menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor akibat banjir yang melanda 4 kecamatan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Posisi Kabupaten Kubar berada di wilayah hilir dari Kabupaten Mahulu, intensitas hujan yang cukup tinggi semakin menambah volume banjir yang merendam wilayah Melak dan sekitarnya. (H-2)
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Lurah Jimbaran, I Wayan Kardiyasa mengatakan di wilayahnya ada tiga rumah warga yang masih tergenang air hujan selain juga halaman sekolah TK Kumara Sari.
Warga desa yang terbiasa hidup dengan keterbatasan dinilai lebih mudah beradaptasi saat harus kehilangan harta benda.
HINGGA malam hari ini Kota Denpasar dan Bali umumnya masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Badung hingga Selasa (24/2) pukul 09.00 Wita sejak Senin (23/2) pukul 18.00 Wita, menyebutkan ada 8 kejadian banjir di Kuta dan 1 di wilayah Kuta Selatan.
Bantuan benih diberikan setelah sebanyak 1.031 petani yang terdampak banjir mengadu dan beraudiensi langsung ke Plt Bupati Asep Surya Atmaja.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Warga menyeberangi Sungai Jabak menggunakan gondola darurat menuju Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Pasca-kejadian, warga terpantau mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan memperbaiki atap rumah yang masih bisa diselamatkan secara swadaya.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
Gunung Semeru di Lumajang-Malang erupsi Selasa malam (17/2), kolom abu mencapai 800 meter. PVMBG ingatkan masyarakat hindari radius bahaya 5-17 km dari kawah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved