Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
TELINGA sakit merupakan keluhan yang umum dialami banyak orang, dari anak-anak hingga dewasa. Rasa sakit ini dapat berkisar dari ringan hingga parah dan dapat bersifat sementara atau berkelanjutan.
Berikut adalah beberapa penyebab umum telinga sakit:
Infeksi telinga, terutama infeksi telinga tengah (otitis media), adalah penyebab paling umum dari rasa sakit di telinga. Infeksi ini sering terjadi setelah pilek, flu, atau infeksi saluran pernapasan atas lainnya. Gejala yang menyertai biasanya termasuk demam, keluarnya cairan dari telinga, dan gangguan pendengaran sementara.
Baca juga : Mamah Oday, Penerima Kalpataru, Dorong Pemanfaatan Obat Nusantara
Dikenal juga sebagai "telinga perenang," infeksi ini terjadi pada saluran telinga luar dan sering disebabkan oleh bakteri atau jamur yang berkembang di lingkungan yang lembap. Gejalanya meliputi gatal, kemerahan, bengkak, dan nyeri saat telinga disentuh atau ditarik.
Kotoran telinga (serumen) yang menumpuk dan mengeras bisa menyebabkan rasa sakit dan gangguan pendengaran. Kadang-kadang, upaya membersihkan telinga dengan benda seperti cotton bud dapat mendorong kotoran lebih dalam, menyebabkan penyumbatan dan infeksi.
Cedera pada telinga akibat pukulan, gigitan serangga, atau tekanan yang tiba-tiba, seperti saat naik pesawat atau menyelam, dapat menyebabkan rasa sakit. Trauma juga dapat terjadi akibat penggunaan alat bantu pendengaran atau earbud yang tidak sesuai atau berlebihan.
Baca juga : Kebiasaan Pakai Earphone Bisa Picu Gangguan Pendengaran
Perubahan tekanan yang cepat, seperti saat lepas landas atau mendarat dalam penerbangan, menyelam, atau mendaki gunung, dapat menyebabkan rasa sakit pada telinga. Barotrauma terjadi ketika tekanan di dalam telinga tengah dan tekanan udara di lingkungan sekitar tidak seimbang.
Masalah pada gigi atau rahang, seperti gigi berlubang, infeksi gigi, atau gangguan sendi temporomandibular (TMJ), dapat menyebabkan rasa sakit yang menjalar ke telinga. Sakit ini sering kali bersifat tumpul dan terasa lebih buruk saat mengunyah atau menggerakkan rahang.
Infeksi sinus atau sinusitis dapat menyebabkan tekanan dan rasa sakit di telinga. Ini terjadi karena pembengkakan dan penumpukan lendir yang menghalangi saluran eustachius, yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung.
Baca juga : Kamu Mau Terhindar dari Penyakit Batu Ginjal? Coba Ikuti 8 Tips Pencegahan Ini
Radang amandel atau tonsilitis dapat menyebabkan rasa sakit yang menjalar ke telinga. Hal ini terutama dirasakan saat menelan dan sering disertai dengan gejala seperti sakit tenggorokan, demam, dan pembengkakan amandel.
Anak-anak, terutama, sering kali memasukkan benda kecil ke dalam telinga mereka, yang dapat menyebabkan rasa sakit dan infeksi jika tidak segera dikeluarkan. Benda asing ini dapat berupa mainan kecil, makanan, atau serangga.
Kondisi ini melibatkan pertumbuhan tulang berlebih di saluran telinga akibat paparan air dingin atau angin dingin dalam jangka panjang. Eksostosis dapat menyebabkan rasa sakit, penyumbatan, dan infeksi berulang.
Baca juga : Bantu Cegah Kehilangan Devisa, RS Ini Fokus Tingkatkan Layanan
Kehilangan pendengaran mendadak (sudden sensorineural hearing loss) adalah kondisi di mana pendengaran berkurang secara tiba-tiba, biasanya hanya pada satu telinga. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit atau tekanan di telinga yang terkena dan sering kali diikuti oleh tinnitus (denging di telinga). Penyebabnya dapat beragam, termasuk infeksi virus, gangguan sirkulasi darah di telinga dalam, atau trauma akustik.
Mengatasi telinga sakit memerlukan identifikasi penyebab yang tepat. Pengobatan dapat meliputi antibiotik untuk infeksi, obat pereda nyeri, tetes telinga, atau bahkan prosedur medis untuk mengeluarkan benda asing atau kotoran telinga. Untuk mencegah telinga sakit, penting untuk menjaga kebersihan telinga, menghindari memasukkan benda asing ke dalam telinga, dan melindungi telinga dari paparan air atau angin dingin secara berlebihan.
Jika mengalami sakit telinga yang berkelanjutan atau parah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Congek berawal dari infeksi di telinga tengah yang kemudian menyebabkan pecahnya gendang telinga.
Penumpukan kotoran telinga (serumen), infeksi telinga, paparan suara keras secara terus-menerus, penuaan, cedera atau trauma kepala, kondisi medis dapat menyebabkan gangguan pendengaran.
Idealnya bayi menjalani skrining pendengaran pada 1-2 hari setelah lahir dengan alat OAE (otoaccoustic emission).
PERNAHKAH kamu merasakan kuping yang terasa sangat gatal dan ketika dilihat ke bagian dalam telinga justru tampak kemerahan? Apa penyebabnya?
Remaja yang kerap menggunakan earphone saat mendengarkan musik dengan frekuensi suara tinggi sudah mengalami penurunan kemampuan pendengaran.
Biasanya kalau di tempat ramai, dia (lansia) itu sudah merasa enggak bisa (mendengar). Itu disebut sebagai cocktail party deafness.
Jangan sepelekan gendang telinga berlubang! Dokter THT RSCM jelaskan risiko infeksi berulang terhadap gangguan pendengaran dan prosedur operasi Timpanoplasti untuk memperbaikinya.
Gangguan pendengaran konduktif bisa menyerang anak-anak hingga dewasa. Kenali penyebab seperti serumen & tuba eustachius serta cara penanganannya dari dokter THT.
Dokter THT RSUP Nasional Dr. Ciptomangunkusumo menjelaskan fungsi penting serumen (kotoran telinga) sebagai pelindung alami dari infeksi bakteri.
Dokter THT sarankan aturan 60-60 saat pakai headphone untuk cegah gangguan pendengaran permanen. Batasi volume 60% dan durasi 60 menit. Simak selengkapnya!
Dokter RSCM ingatkan orang tua: gangguan bicara bisa jadi tanda gangguan pendengaran pada anak. Kenali gejala babbling dan solusi terapi AVT di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved