Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
AUSTRIA Tourism, organisasi pariwisata nasional Austria, bersama Traveloka, platform perjalanan terkemuka Asia Tenggara, bekerja sama untuk mempromosikan Austria sebagai tujuan wisata turis Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand melalui berbagai kampanye pemasaran online dan kegiatan offline.
Hal itu dituangkan melalui penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Kepala Pemasaran Austria Tourism bagian Asia-Pasifik Emanuel Lehner-Teli dan Co-Founder Traveloka Albert, serta disaksikan Sekretaris Negara Austria untuk Pariwisata Susanne Kraus-Winkler, di Jakarta, Senin (13/5).
Turut hadir, Duta Besar Austria untuk Indonesia Thomas Loidl serta para perwakilan dari Kementerian Pariwisata Austria dan Traveloka.
Baca juga : Bukan hanya Massal, Industri Pariwisata Harus Berkualitas
Kepala Pemasaran Austria Tourism bagian Asia-Pasifik Emanuel Lehner-Teli menjelaskan pada 2023 terdapat 350 ribu kunjungan (overnight visit) oleh wisatawan Asia Tenggara ke Austria setelah pulih dari covid-19 ketimbang 452 ribu kunjungan dari Asia Tenggara pada 2019.
Bahkan, tahun lalu, tercatat 111 juta overnight visit oleh turis internasional sehingga menjadikan Austria sebagai salah satu destinasi wisata paling terkemuka di dunia.
Kekayaan sejarah, keragaman budaya, serta pemandangan yang menakjubkan menjadikan Austria sebagai salah satu negara Eropa yang paling banyak dikunjungi turis mancanegara.
Baca juga : Antisipasi Overtourism Dunia dengan Penguatan Sektor Pariwisata Nasional
"Penandatanganan MoU ini sebagai upaya menyambut lebih banyak wisatawan dari Asia Tenggara tahun ini dan ke depannya," kata Emanuel.
Ia menjelaskan perjanjian antara Austria Tourism dan Traveloka akan berakhir pada Juni 2025. Rencana kampanye dan kegiatan pemasaran antara lain piklan di situs dan aplikasi Traveloka, iklan media sosial di platform media sosial Traveloka, halaman khusus untuk meningkatkan kesadaran pengguna Traveloka terhadap Austria, dan lainnya.
“Sebagai platform perjalanan terbesar di Asia Tenggara, Traveloka adalah partner terkuat kami di kawasan ini untuk mempromosikan Austria sebagai tujuan wisata dan memperkuat popularitas Austria. Kami sangat menantikan bekerja sama lebih dekat lagi soal memilih tujuan yang menarik di jantung Eropa,” kata Emanuel.
Baca juga : 1,13 Juta Wisman Kunjungi Indonesia pada Agustus 2023
Co-Founder Traveloka Albert menyampaikan selama lebih dari satu dekade, Traveloka menjadi yang terdepan dalam mendorong pertumbuhan industri pariwisata di Indonesia dan Asia Tenggara.
Penandatanganan MoU merupakan komitmen Traveloka untuk menghubungkan lebih banyak wisatawan Asia Tenggara dengan destinasi pariwisata global dan membangun ekosistem pariwisata global yang berkelanjutan.
"Di Traveloka, kami percaya pada kekuatan transformatif yang dihasilkan teknologi untuk meningkatkan pengalaman perjalanan konsumen."
Baca juga : Bank DBS dan Traveloka Ajak Masyarakat Cerdik Kelola Dana Traveling
"Kemitraan kami dengan Austria Tourism bertujuan memanfaatkan solusi inovatif Traveloka untuk memberikan akses yang seamless bagi wisatawan ke beragam penawaran di Austria, termasuk kota-kota menawan, gunung-gunung megah, serta sejarah yang menarik," kata Albert.
Sekretaris Negara Austria untuk Pariwisata Susanne Kraus-Winkler menambahkan Austria ialah salah satu tujuan wisata terpopuler di Eropa.
"Pada masa mendatang, kami ingin menarik lebih banyak wisatawan Asia Tenggara, khususnya Indonesia, dan menyambut mereka dengan sejarah Eropa yang kaya dan alamnya yang indah di pegunungan Alpen,” tambahnya.
Sebagai informasi, tahun ini wilayah Salzkammergut di Austria meraih titel Ibu Kota Kebudayaan Eropa 2024. Austria juga mempersiapkan diri untuk perayaan 60 tahun perilisan film peraih piala Oscar, The Sound of Music yang difilmkan di Salzburg, pada 2025 mendatang. (H-2)
INSTITUT Pariwisata (IP) Trisakti menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dengan menghadirkan Ketua Otorita Administratif Khusus Oe-cusse Ambeno.
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Pembangunan Bandara Internasional Chinchero di Peru menuai kontroversi. Mampukah infrastruktur ini menampung lonjakan wisatawan tanpa merusak kesucian Lembah Suci?
Pulau Sumba semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan pariwisata Indonesia.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Program Stay 24 Hours diberlakukan selama 1 hingga 28 Februari 2026 sebagai promosi awal, seiring dengan pertama kalinya inovasi layanan ini digencarkan oleh Next Hotel Yogyakarta
Kolaborasi lintas pelaku industri pariwisata dinilai berperan dalam memperluas akses wisatawan Indonesia ke berbagai destinasi regional.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Arus wisatawan ke Ragunan sudah mulai terlihat sejak hari pertama libur panjang dan bertahan pada tren yang stabil hingga akhir pekan.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved