Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SECARA alami, alpukat tentunya memiliki rasa yang nikmat, tekstur yang lembut, dan memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Ternyata bukan hanya buahnya saja yang bermanfaat. Daun alpukat juga memiliki banyak manfaat karena mengandung nutrisi seperti vitamin, mineral, protein, serat, asam lemak, dan polifenol.
Lalu apa saja manfaat daun alpukat bagi kesehatan? berikut beberapa manfaat daun alpukat:
Daun alpukat kaya akan mineral penting seperti mangan, seng, dan kalium. Kandungan mineral ini membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
Baca juga : Waspadai Penyakit Ginjal, Cara Pencegahan dan Gejalanya
Dalam sebuah studi tahun 2015, peneliti menemukan bahwa daun alpukat dapat menurunkan tekanan darah dan dapat membantu mengatasi tekanan darah tinggi. Manfaat tersebut tidak lepas dari kandungan flavonoid, saponin, dan alkaloid pada daunnya.
Karena adanya bahan aktif seperti saponin dan alkaloid, daun alpukat dapat digunakan untuk menghancurkan batu ginjal.
Jika Anda minum air dari rebusan dau tersebut dua hingga tiga kali sehari, batu ginjal bisa diatasi dalam waktu 7-10 hari. Mengonsumsi daun alpukat dapat menyebabkan munculnya zat seperti busa di urin Anda.
Baca juga : Daftar 10 Minuman yang Berkhasiat untuk Kesehatan Jantung dan Paru-paru
Selain itu, daun alpukat juga meningkatkan jumlah urin yang dihasilkan saat buang air kecil. Tentunya juga membantu dalam mengatasi penyakit ginjal.
Jika Anda sering menderita sakit punggung, cobalah mengonsumsi daun alpukat. Daun alpukat memiliki sifat antiinflamasi dan analgesik yang dapat mengurangi nyeri di berbagai bagian tubuh, termasuk nyeri punggung.
Sama seperti buahnya, daun alpukat juga bisa membantu menurunkan berat badan. Pasalnya, daun alpukat mengandung tanin yang mampu menekan nafsu makan, meningkatkan metabolisme, dan mendukung program penurunan berat badan.
Baca juga : 6 Manfaat Luar Biasa Air Tebu bagi Kesehatan
Daun alpukat mengandung antioksidan bernama polifenol yang berperan penting dalam mengontrol kadar gula darah.
Polifenol mencegah zat tepung atau pati yang dipecah menjadi gula, sehingga efektif mengontrol peningkatan kadar gula darah. Selain itu, polifenol dapat membantu mengatasi peradangan penyebab resistensi insulin.
Terakhir, daun alpukat mengandung fitokimia yang memberikan efek relaksasi dan menenangkan. Oleh karena itu, mengonsumsi daun alpukat diduga dapat mengurangi sakit kepala, nyeri otot, bahkan asma.
Selain itu, daun alpukat juga mengandung pinene yang dapat memperlebar saluran pernafasan dan meningkatkan aliran udara ke paru-paru. (Z-10)
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Pilihan mengolah pangan dengan cara dikukus membawa dampak signifikan bagi kesehatan tubuh.
Asupan energi yang seimbang di pagi hari berperan dalam mendukung proses berpikir, daya ingat, serta kesiapan fokus anak saat belajar.
Nutrisi olahraga menjadi faktor penting yang menentukan energi, performa, dan pemulihan tubuh saat berolahraga.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Anemia defisiensi besi masuk dalam kategori anemia gizi. Kondisi ini terjadi akibat asupan zat besi yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh untuk memproduksi hemoglobin.
Kunci utama dalam menyiasati keterbatasan biaya adalah dengan mengoptimalkan bahan makanan lokal dan musiman yang lebih terjangkau.
Berbagai formula herbal dan rempah yang tersedia di dapur rumahan dapat dimanfaatkan secara efektif, baik untuk pencegahan maupun membantu proses penyembuhan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved