Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dari RSUP Fatmawati Jakarta, Ermono Superaya, meluruskan beberapa mitos seputar paru-paru basah, termasuk mitos yang mengaitkan kebiasaan tidur di lantai dan menggunakan kipas angin menghadap badan dengan penyakit tersebut.
Menurut Ermono, paru-paru basah bisa terjadi karena ada infeksi pada paru-paru atau penyakit jantung yang menyebabkan adanya air di paru-paru, bukan semata karena sering tidur di lantai.
"Jadi, tidur di lantai tidak menyebabkan paru-paru basah. Jadi, yang dicek adalah jantung dan paru. Tidur di lantai enggak ada masalah sebenarnya," kata Ermono, Kamis (18/4).
Baca juga : Penderita Insomnia Berisiko Lebih Tinggi Terkena Serangan Jantung
Ia menyampaikan penggunaan kipas angin yang menghadap langsung ke badan semalaman semasa tidur juga bukan penyebab utama paru-paru basah.
Infeksi yang dapat menyebabkan paru-paru basah, menurut dia, dapat terjadi jika kipas angin yang dipakai kotor dan berdebu karena tidak dibersihkan.
Dokter lulusan Universitas Indonesia itu mengatakan, debu akan terus terhirup dan masuk ke paru-paru selama kurang lebih 8 jam tidur dengan kipas angin menyala dan kondisi yang demikian bisa menyebabkan infeksi paru-paru dan mengakibatkan paru-paru basah.
Baca juga : Tidur yang Cukup Buat Kesehatan Anda Terjaga
"Jadinya, paru-paru basah terjadi karena debunya mengendap di paru, di dalam tubuh sel darah putih akan melawan, jadinya infeksi meradang," katanya.
Ermono juga menjelaskan penyakit jantung atau infeksi bisa menyebabkan paru-paru terendam air terus menerus.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya infeksi pada paru-paru, ia melanjutkan, pasien harus rutin periksa dan menjalani pengeluaran cairan guna memastikan tidak ada tumor atau kanker pada paru-parunya.
Baca juga : Kamu Merasa Sedang Depresi? Coba deh Lakukan Hal Ini
"Kalau ada infeksi paru, kontrol ke dokter sampai dokter bilang enggak ada apa-apa. Setelah itu, bisa kontrol setahun sekali dan minum obat. Jangan dianggap remeh, dan bosan bolak balik ke dokter," tegasnya.
Dia menyarankan pemeriksaan jantung dan paru-paru untuk mendeteksi kemungkinan mengalami paru-paru basah atau infeksi lainnya.
Selain itu, dia menyampaikan pentingnya berolahraga, memakai masker, serta menghindari paparan debu dan asap guna menghindari penyakit paru-paru. (Ant/Z-1)
Perubahan pola tidur yang drastis selama masa liburan disinyalir dapat membuat tubuh mudah lelah hingga memicu penurunan konsentrasi yang signifikan.
Ketika waktu tidur berkurang, tubuh secara alami akan mencari kompensasi energi dari sumber lain, salah satunya melalui makanan.
Agar tidak tidur berlebihan saat puasa, cukup tidur malam hari selama 6 sampai 8 jam, bangun sahur tepat waktu, jangan tidur lama setelah sahur, serta atur tidur siang maksimal 20 hingga 30 menit.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Kombinasi gerakan mengayun dan suara mesin kendaraan bekerja secara sinergis menenangkan sistem saraf anak.
Peneliti Stanford kembangkan SleepFM, AI yang mampu memprediksi 130 jenis penyakit, hanya melalui data tidur satu malam.
Meskipun bermanfaat, penggunaan kipas angin yang berlebihan bisa menyebabkan masalah kesehatan, seperti kulit kering, mata iritasi, atau otot kaku.
Tidur dengan kipas angin menyala memang terasa nyaman, terutama saat cuaca panas. Namun, ada beberapa risiko kesehatan yang perlu diperhatikan.
Tidur menggunakan kipas angin mungkin terasa nyaman pada cuaca panas, tetapi ada beberapa risiko atau bahaya yang perlu diwaspadai jika kebiasaan ini dilakukan terlalu sering
Tidur pakai kipas angin memang dapat memberikan kenyamanan, terutama di cuaca panas. Namun, ada beberapa bahaya tidur pakai kipas angin yang perlu diperhatikan
Mitos yang menyebutkan bahwa kipas angin atau mandi malam dengan air dingin bisa menyebabkan pneumonia tidak sepenuhnya benar.
Kipas angin bukan penyebab langsung dari penyakit pneumonia, tapi, bisa jadi media untuk memperluas transmisi penularannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved