Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Kebidanan dan Kandungan Subspesialis Onkologi dari Rumah Sakit PELNI Yuri Feharsal menyatakan deteksi dini dan penanganan segera merupakan faktor kunci dalam mengatasi kanker serviks.
Ia mengatakan kanker serviks bisa dideteksi dengan melakukan pemeriksaan inspekulo untuk melihat adanya tumor yang tumbuh di leher rahim.
"Posisi serviks itu cara melihatnya melalui pemeriksaan menggunakan alat dan cara khusus agar dapat melihat kondisi dinding rahimnya," kata Yuri, dikutip Selasa (9/4).
Baca juga : Bio Farma Perkuat Kesadaran Deteksi Dini Kanker Serviks
"Dari pemeriksaan ini, kita dapat menilai apakah di leher rahim ini ada massa tumor yang tumbuh. Pada kondisi normal, permukaan leher rahim akan terasa licin tanpa adanya tumor yang tumbuh," tambahnya.
Yuri menjelaskan bahwa kanker serviks atau kanker leher rahim 90% disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV).
Menurut dia, gejala umum yang mungkin timbul akibat kanker serviks antara lain pendarahan setelah berhubungan seksual, pendarahan haid yang berkepanjangan, keputihan berlebihan dan berbau, nyeri pada panggul, serta buang air kecil dan besar berdarah.
Baca juga : Perkembangan Kanker Serviks Ternyata Dapat Dicegah
Berdasarkan rekomendasi dari World Health Organization (WHO), upaya pencegahan kanker serviks terdiri atas pencegahan primer, sekunder, dan tersier.
"Primer dilakukan sebelum perempuan terpapar faktor risiko kanker serviks. Umumnya melalui vaksinasi," kata Yuri.
Ia mengatakan upaya pencegahan sekunder dilakukan setelah perempuan terpapar faktor risiko, misalnya sudah berhubungan seksual.
"Kalau sudah berhubungan seksual tidak tepat lagi dilakukan pencegahan primer, tapi pencegahan sekunder dengan deteksi dini," katanya.
"Apabila sudah terjadi kanker, harus mencegah kanker berprogres menjadi lebuh buruk sehingga harus dilakukan terapi segera, itu namanya pencegahan tersier," tambah Yuri. (Ant/Z-1)
Radioterapi merupakan satu dari tiga pilar utama terapi kanker, berdampingan dengan prosedur pembedahan dan terapi sistemik.
PT Bio Farma (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menyelenggarakan kegiatan Vaksinasi HPV Massal untuk mencegah kanker serviks
Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan Indonesia.
“Hampir 90% kanker serviks dapat dicegah. Karena itu, vaksinasi 500 perempuan hari ini merupakan langkah strategis dalam melindungi kesehatan perempuan Indonesia,”
Tenaga kesehatan dibekali keterampilan VIA–DoVIA dan penggunaan AI HerLens dengan materi mencakup materi klinis, praktik lapangan, serta quality assurance.
TINGGINYA angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat upaya deteksi dini untuk tes HPV DNA.
“Cakupannya yang tahun lalu dilakukan di puskesmas dan sekolah, tahun ini kita mau lakukan di tempat kerja. Termasuk DPR RI,”
Indonesia masih menghadapi ribuan kasus kusta tiap tahun. Empat strategi kunci dari deteksi dini hingga anti-stigma dinilai penting menuju target Zero Leprosy.
Prioritaskan kunjungan antenatal sejak trimester pertama, meskipun ibu hamil merasa sehat.
Tenaga kesehatan dibekali keterampilan VIA–DoVIA dan penggunaan AI HerLens dengan materi mencakup materi klinis, praktik lapangan, serta quality assurance.
Di sisi lain, lebih dari 20% kasus rawat jalan dan biaya klaim rawat jalan di Indonesia disebabkan infeksi saluran pernapasan atas akut.
Kota Bogor menargetkan 2.500 orang/ peserta pemeriksaan HPV-DNA yang akan diselesaikan pada periode 8–15 Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved