Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan berkolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), akan kembali membuka Beasiswa Sawit bagi jenjang D1, D2, D3, D4 dan S1.
Untuk itu, Ditjen Perkebunan lakukan persiapan seleksi Beasiswa Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) Tahun 2024, Selasa (26/3), di Bandung. Persiapan seleksi tersebut dilaksanakan selama tiga hari, 26-28 Maret 2024.
Direktur Perlindungan Perkebunan, Hendratmojo Bagus Hudoro mengatakan, seleksi beasiswa tahun ini menjadi tahun keempat bagi Direktorat Jenderal Perkebunan bekerjasama dengan BPDPKS. Sebagai informasi, BPDPKS adalah badan yang dibentuk pemerintah untuk menghimpun, mengadministrasikan, mengelola, menyimpan, dan menyalurkan dana seleksi beasiswa.
Baca juga : Bersama LPP Agro Nusantara, BPDPKS Gelar Pengembangan SDM di Empat Provinsi
“Beasiswa ini merupakan beasiswa yang dirancang untuk menghasilkan SDM unggul di bidang kelapa sawit, sasaran penerima beasiswa ini diantaranya pekebun kelapa sawit, anak/suami /istri dari pekebun, karyawan dan anak/suami/istri dari pekerja di perkebunan kelapa sawit, pengurus organisasi yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan ASN yang bertugas di bidang perkelapasawitan dapat menempuh pendidikan tinggi dengan mudah,” jelas Bagus.
Lebih lanjut, Bagus mengungkapkan target penerima beasiswa dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Tercatat, target penerima beasiswa tahun 2021 sebanyak 660 orang, sedangkan tahun 2022 target meningkat menjadi 1.000 orang. Selanjutnya, pada 2023 target meningkat menjadi 2.000 orang dan tahun 2024 ini, target penerima beasiswa bertambah menjadi 3.000 orang.
Dalam kesempatan tersebut juga membahas terkait penyusunan rencana aksi pelaksanaan beasiswa SDMPKS tahun 2024, konsolidasi dengan masing-masing stakeholder terkait khususnya Perguruan Tinggi Penyelenggara Beasiswa SDMPKS Tahun 2024, serta penyusunan mekanisme pendaftaran beasiswa SDMPKS tahun 2024.
“Kami berharap program ini dapat mencetak generasi muda pekebun sawit yang dapat terus secara konsisten meningkatkan industri perkelapasawitan di Indonesia dan dunia,” tutup Bagus. (Z-3
Di tengah harga energi global yang masih bergejolak dan tekanan impor bahan bakar minyak yang terus membayangi anggaran negara, kebijakan energi kini tak lagi sekadar urusan teknis.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
BERBAGAI komentar negatif terus dinarasikan dalam beberapa bulan terakhir ini terkait dengan komoditas nonmigas andalan utama ekonomi nasional, yakni kelapa sawit.
Industri kelapa sawit terus dipandang sebagai salah satu sektor strategis perekonomian nasional,
Dengan mengurangi harga barang yang dilaporkan, maka bea masuk yang dibayarkan juga akan berkurang dan hal tersebut sangat merugikan ekonomi dari sisi pendapatan negara.
Purbaya mengingatkan, ke depan pihaknya tidak akan memberikan kesempatan perusahaan-perusahaan kelapa sawit untuk bisa kembali melakukan praktik under invoicing.
Bagi Muhammad Abdurrahman Azzam, masa kuliah justru menjadi pintu masuk untuk terlibat langsung dalam penguatan ekonomi masyarakat.
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
Mengusung tema "Bersatu dalam Gagasan & Bergerak untuk Pengabdian", forum ini menghadirkan perwakilan alumni dari seluruh provinsi di Indonesia.
Bantuan beasiswa dari ICMI ini ditujukan bagi mahasiswa UICI yang memiliki potensi akademik tinggi namun menghadapi keterbatasan ekonomi.
Disiplin belajar, pengelolaan waktu, dan membantu orang tua disebutnya sebagai fondasi karakter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved